Jumat, 25 Februari 2022

LDII DIY Pimpin Doa Bersama Lintas Agama Hadapi Pandemi & Perubahan Iklim

 


Pandemi Covid-19 dan perubahan iklim yang terjadi saat ini menimbulkan kekhawatiran tentang sistem ekonomi dan cara mengatur kehidupan baru di masyarakat. Menghadapi ini, perlu upaya bersama menuju budaya peduli dan memberikan tanggapan efektif terhadap krisis ekologi.


Menjawab kondisi tersebut, Aliansi Mahasiswa Nusantara menggelar Doa Bersama Lintas Agama dengan tema "Bumi Rumah Bersama, Satukan Tangan Hadapi Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19" di Taman Wisata Candi Prambanan, Rabu (23/2/2022). Lahir pada saat awal pandemi di Indonesia, aliansi ini terdiri dari alumni/mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di Yogyakarta, berasal dari nusantara, Sumatera hingga Papua. Pandemi adalah awal mula keluarga baru tercipta, yang bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika.


Kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dilaksanakan secara live on the spot dan streaming melalui zoom dan YouTube. Dibuka oleh Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dihadiri Wakil Menteri LHK Alue Dohong, M.Sc., Ph.D., Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Edy Setjiono, Penghageng Kraton Yogyakarta GKR Bendara, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf Henky Manurung yang hadir virtual dan beberapa pemuka agama.


"Doa bersama yang diejawantahkan oleh para mahasiswa dari berbagai daerah, pemuka agama, pemangku kebijakan, pemerhati lingkungan, pelaku pariwisata dan UMKM, sebagai salah satu wujud bahwa kita mendekatkan diri kepada Tuhan, seiring dengan semua ikhtiar yang dilakukan dalam menghadapi ujian krisis iklim dan pandemi Covid-19," kata Altingia Arie, Aliansi Mahasiswa Nusantara.


Pembacaan doa secara on the spot dilakukan oleh enam pemuka agama yang terdiri dari Islam Ustadz Endri Sulistyo, Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DIY, Kristen Pdt. Benaya Agus Dwihartanta, S.Th., M.Si., GKI Wongsodirjan Yogyakarta, Katolik Romo Santo dari Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Kemetiran, Yogyakarta, Buddha Pandita Muda Totok Tejamano, S.Ag., M.Hum., Wakil Ketua Hubungan Lintas Iman Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) DIY, dan Konghucu Tao Cin Eka Putera dari Yogyakarta.


Sementara secara virtual dibacakan oleh Ustadz Umar Dani, S.Sos. dari Jambi (Islam), Pdt Karel Burdam, S.Ag. dari Gereja Zoar Klaligi Kota Sorong, Papua (Kristen), RP. Anthonius Y. B Toras, OCD. (Pater Yonis) dari NTT (Katolik), Pndt. Nyoman Sumiarta daro Pura Agung Wira Dharma Samudra, Jakarta Selatan (Hindu), Sri Kuncoko Weni, S.Ag., M.Pd.B., Penyuluh Agama Buddha, Kementerian Agama DKI Jakarta (Buddha), dan Ws Adjie Chandra, Pengasuh Lithang (tempat ibadah Khonghucu) Jagalan-Surakarta (Konghucu).



"Melalui kegiatan ini, bersama kami merangkul yang sedang berjarak, berusaha menautkan tangan untuk tetap gotong royong, membantu sesama tanpa memandang suku, agama, ras, dan budaya, merengkuh hati yang tidak bisa berjumpa sanak saudara, penghibur bagi mereka yang hampir hilang asa," ujar Altingia.


Acara ini didukung oleh PT. TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sebagai penyedia venue teater pentas Rama Shinta, Prambanan, ujud sinergi dengan generasi muda seluruh nusantara yang ada di dalam Aliansi Mahasiswa Nusantara.


"Selain souvenir bibit tanaman dan doa bersama, kami juga menampilkan teatrikal nusantara berupa performance art terkait perubahan iklim dan pandemi Covid-19 yang diperankan oleh kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Nusantara," ungkapnya.


Souvenir bibit didukung oleh Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo (SOP), yang merupakan instansi unit KLHK di Yogyakarta. Selain itu, dukungan diperoleh dari BPBD DIY dan Dinkes DIY, Brimob Gondowulung, CV. Karya Bersama, Petrified Wood Indonesia dan KMB Barbershop.


Terpisah, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyambut baik acara Doa Bersama Lintas Agama. "Acara ini baik sekali. Sebagai hamba Allah, kita wajib memanjatkan doa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagai satu-satunya zat yang berhak disembah," katanya.


Tentu ikhtiar terus dilakukan, seperti mengamalkan prokes 10 M sebagaimana yang digaungkan oleh DPP LDII. Di antaranya memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan memakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, makan makanan yang bergizi dan minum vitamin, melakukan olahraga, mengusahakan hati bisa selalu gembira dan tidak stres, memperbanyak ibadah dan berdoa, memasrahkan diri kepada Allah dan khusnudzon billah. "Selain itu, kita pun seyogyanya peduli dan berkomitmen menjaga kelestarian bumi," katanya yang juga Dosen Fakultas Kehutanan UGM.


Ditambahkan Atus, LDII DIY turut pula mendorong warganya guna pilah pilih sampah dalam program sampah jadi jariyah, penanaman untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan UMKM kain ecoprint, "Termasuk dakwah LDII membina orang iman yang cinta kebersihan lingkungan dan hemat dalam bersuci," imbuhnya.

DPD LDII Kabupaten Karanganyar Gelar Sertijab Kepengurusan PC dan PAC se Karanganyar


LDII TULANG BAWANG | Karanganyar, (24/02 ), Suasana pedesaan yg tentram tanpa hiruk pikuk kendaraan, dan udara yang sejuk tanpa polusi udara sampailah di Masjid Baitul A'la tempat pengajian binaan LDII Dusun Dondong Desa, Selokajang, Wukirsawit, Kec. Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57785. Kamis 24/02/2022.


Hadir beberapa tokoh masyarakat Ketua DPD II LDII Karanganyar Drs H. Sarwanto MM, Hj. Endang Maria Astuti, S.Ag., S.H., M.H. anggota DPR-RI Komisi VIII  Forkopimcam Jatiyoso dll. 



Acara penyerahan SK pengurus PC LDII Kecamatan Jatiyoso dan PAC-PAC desa Jatiyoso yang terdiri dari : Pimpinan   Cabang Lembaga  Dakwah  Islam  Indonesia ( LDII ) Kecamatan  Jatiyoso Ketua : Joko Purwanto SI Pust Sekretaris : Rudi Hidayat Spd. 

1. Desa Wukirsawit  Ketua : Maryanto Sekretaris : Ridwan Alfin Fauzi

2. Desa Karangsari  Ketua : Sardiyanto Sekretaris : Abdul Azis Al Fauzi, S.Geo

3. Desa Jatisawit  Ketua : Suwarso Sekretaris : Yaze Eko

4. Desa Jatiyoso Ketua : Suratno Sekretaris :Suyatno

5.  Desa Wonorejo  Ketua : Tarmo Sekretaris :Ratno

6. Desa Tlobo Ketua : Sukiman Sekretaris :Ngadino


Dalam acara tersebut Hj. Endang Maria Astuti, S.Ag., S.H., M.H. sebagai anggota DPR-RI tugas Komisi VIII memaparkan dan mensosialisasikan Undang-undang perlindungan perempuan dan anak PPPA No. 13 Tahun 2020 tentang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Dari Kekerasan Berbasis Gender Dalam Bencana. sesuai lingkup tugas Komisi VIII di bidang: Agama, Sosial, Kebencanaan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. 


Drs H. Sarwanto MM menginstruksikan setelah menerima SK supaya segera menjalankan tugasnya dengan berkomunikasi yg baik dengan tokoh Masyarakat tokoh Agama di jajarannya masing-masing. Bangun 6 karakter luhur yaitu rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah, dan semangat kerja keras.

Ikut membangun Kabupaten Karanganyar yang tentram maju produktif berdaya saing. tutupnya. (ghoni)

Habib Syech: NU, Muhammadiyah, LDII Harus Bergandengan Menciptakan Ukhuwah Islamiyah

 


LDII TULANG BAWANG | Surakarta (24/2). DPD LDII Kota Surakarta menemui Habib Syech Abdul Qodir Assegaf. Silaturahim tersebut dilaksanakan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dalam pertemuan tersebut Habib Syech mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama umat Islam. 


“Kita sesama umatnya Nabi Muhammad harus selalu bergandengan tangan bersama. NU, Muhammadiyah, LDII semua kita bergandengan. Jangan mudah terpecah cuma gara-gara katanya-katanya. Karena katanya itu 90 persen biasanya salah,” tegas Habib Syech Abdul Qodir Assegaf saat menerima silaturohim pengurus DPD LDII Kota Surakarta, Rabu (23/2).


Lebih lanjut Habib Syech Abdul Qodir Assegaf atau sering disapa Habib Syech menyambut baik silaturahim LDII. “Saya sangat senang dengan kedatangan saudara-saudara LDII. Ini membuktikan apa yang dikatakan bahwa orang LDII eksklusif itu salah. Saya akan sampaikan ke jamaah bahwa LDII adalah saudara,” ujar Habib Syech yang merupakan Pengasuh Majelis Ahbabul Mustofa, Surakarta, yang dikenal luas dengan dakwah sholawatnya.


Lebih lanjut Habib Syech menegaskan harapannya agar umat jangan mengedepankan perbedaan, tapi kedepankanlah persamaan. “Carilah persamaannya untuk menguatkan ukhuwah. Jangan selalu mencari-cari perbedaan. Kita sesama muslim harus kuat dan bersatu untuk keutuhan bangsa ini,” tegas Habib Syech yang juga menjabat sebagai A'wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027.


Dijumpai setelah pertemuan tersebut pada Kamis (24/2), Ketua DPD LDII Kota Surakarta Muhammad Zain mengatakan, LDII sangat terbuka dengan komunikasi sesama ormas Islam bahkan dengan agama lain, untuk berkontribusi membangun Solo Raya, bahkan secara nasional. 


Ia mengatakan, dari delapan program kerja “LDII untuk Bangsa”, kebangsaan berada pada posisi teratas, “Kami lembaga dakwah, yang terus melakukan pembinaan terhadap umat Islam, namun kebangsaan adalah prioritas,” paparnya.


Menurut Zain, bila Indonesia kokoh dengan tiang kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, maka umat Islam dan agama lain bisa beribadah dengan tenang, “Ibarat kapal, bila negara ini goyang terus karena badai perselisihan suku, agama dan ras, saya kira rakyat yang di dalamnya juga sulit untuk bekerja dan beribadah,” ujarnya.


Menurutnya, semua umat beragama memiliki panduan dalam beribadah dan beramal saleh, namun Pancasila merupakan panduan dalam hidup bermasyarakat. Ia mengimbau, agar silaturahim terus berjalan untuk memperkuat tiang kebangsaan, “Silaturahim dengan ormas Islam lain, juga untuk mencari solusi probelamtika umat,” imbuh Zain. 


Ia setuju dengan pendapat Habib Syech, agar tak terus mencari perbedaan tapi memperkokoh persamaan. Dengan prinsip tersebut, umat Islam bisa mengatasai masalah-masalah besar seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, krisis kesehatan, bahkan bencana alam yang terus muncul akibat pemanasan global. 


Zain berjanji akan mengagendakan road show silaturahim ke alim ulama, pimpinan pondok dan pemuka agama di Solo. “Alhamdulillah kami telah bisa sowan dengan Habib Syech, untuk merekatkan persaudaraan sesama umat Islam sekaligus meminta arahan dan nasehat,” ujar Zain.


Zain mengatakan akan melaksanakan masukan dan arahan Habib Syech. “Sesuai nasehat Habib Syech, kami siap bergandengan tangan, bekerja sama dan bersatu mewujudkan ukhuwah Islamiyah, kerukunan dan kekompakan khususnya di kota Solo dan umumnya di seluruh Indonesia,” tambah Zain. Saat pertemuan dengan Habib Syech, ia didampingi pengurus LDII kota Solo dan Gus Karim Pengasuh Ponpes Al Qur'any. (Rizal/Lines)

Senin, 31 Januari 2022

Gelar Workshop Ecoprint, Sakocap SPN Bantul Berkolaborasi Dengan Omah Fatma


Yogyakarta | Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Cabang Bantul menggandeng Omah Fatma menggelar workshop ecoprint untuk anggota pramuka dewasa dan pembina pramuka se-Kabupaten Bantul, Minggu (30/1/2022).

Workshop yang diikuti oleh 50 peserta ini dibagi menjadi sesi teori dan sesi praktik. Sesi teori dilaksanakan malam hari bertempat di pangkalan Gugus Depan (Gudep) 18019-18020 Abu Bakar – Fatimah pada Sabtu (29/1/2022). Hari berikutnya dilanjutkan dengan sesi praktik bertempat di Bumi Perkemahan dan Manasik Haji Dewaruci pada Minggu (30/1/2022).

“Kegiatan workshop ecoprint untuk anggota pramuka dewasa dan pembina pramuka Sakocab Bantul menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan gerakan pramuka DIY yaitu kurangnya kualitas dan kuantitas anggota dewasa. Keterampilan kemandirian sangat dibutuhkan saat ini,” ujar ketua panitia workshop ecoprint, Alek Rahmad Hasyi, S.I.P. dalam pembukaan acara, Sabtu (29/1/2021).

Alek yang juga Wakil Ketua Sako SPN tingkat daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti workshop ecoprint membentuk komunitas ecoprint Dewaruci sekaligus merawat laboratorium ecoprint yang ada di dewaruci.

“Produk usaha kreatif berbasis cinta lingkungan ini perlu dikembangkan oleh komunitas ecoprint yang dibentuk dalam acara workshop,” tambahnya.

Saat sesi praktik, peserta diajarkan cara membuat ecoprint oleh 3 pembicara yang merupakan pemilik Omah Fatma yaitu Cak Irfan, Ira Fatmawati, dan Ertika Fatmawati. Pembuatan ecoprint diawali dengan merendam kain di air tawar selama 30 menit. Kain diperas lalu dibentangkan di atas plastik. Kain disemprot dengan air tawar lalu ditata daun di atasnya. Setelah itu, kain ditutup plastik dan dipres dengan penggiling agar daunnya menempel. Kain digulung lalu dikukus selama satu setengah jam. Terakhir, proses fixsasi atau mengikat warna kain lalu diangin-anginkan.

Sako SPN DIY Gelar Workshop Ecoprint Sebagai Wujud Cinta Lingkungan


Yogyakarta | Meningkatnya atensi masyarakat terhadap ecoprint mendorong Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) cabang Bantul bekerja sama dengan Omah Fatma Yogyakarta mengadakan workshop ecoprint dan merintis laboratorium ecoprint di Bumi Perkemahan dan Manasik Haji Dewaruci, Bantul pada Minggu (30/1/2022).

Sekretaris Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ira Fatmawati, menerangkan bahwa laboratorium ecoprint di Bumi Perkemahan dan Manasik Haji Dewaruci menjadi lab ecoprint kedua yang ada di Yogyakarta. Lab ecoprint pertama merupakan milik Omah Fatma yang mulai dirintis pada tahun 2019.

Ira Fatma, salah satu pemilik Omah Fatma menerangkan bahwa Bumi Perkemahan dan Manasik Haji Dewaruci memiliki tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk menanam bermacam vegetasi. "Hal ini terjadi karena percampuran tanah dan pasir di Dewaruci yang didukung oleh keberadaan sumber air tawar berkualitas," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Cak Irfan berharap peserta dapat mempraktikan ilmu yang didapat.

Alek Rahnad, Sekretaris Sako SPN cabang Bantul menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti workshop ecoprint membentuk komunitas ecoprint Dewaruci sekaligus merawat laboratorium ecoprint yang baru saja dirintis.

“Produk usaha kreatif berbasis cinta lingkungan ini perlu dikembangkan oleh komunitas ecoprint yang akan dibentuk dalam acara workshop ini,” tambahnya. (Uyun/Rizal PM)


Resmi Dilantik, Kwarda DIY Berharap Sako SPN DIY Kembali Menelurkan Langkah-langkah Strategis Terbaru


Yogyakarta - Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa) Kwartir Daerah DIY, Suraji Widarta, S.Pd., mewakili ketua Kwarda DIY telah melantik dan mengukuhkan Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan Pimpinan Satuan Komunitas Daerah (Pinsakoda) Sekawan Persada Nusantara (SPN) Daerah Istimewa Yogyakarta masa bakti 2021 – 2026 bertempat di Bumi Perkemahan Dewaruci Bantul, Sabtu (29/1/2022).

Kwarda DIY melantik 8 orang pengurus Mabida Sako SPN DIY yang diketuai oleh Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. dan 22 orang pengurus Pinsakoda SPN DIY yang diketuai oleh Sarjita, LMT. Sekretaris Mabida sako SPN DIY, H. Jiwantara, S.Pd., dalam sambutannya menerangkan bahwa gerakan pramuka siaga di gudep-gudep agar lebih digiatkan lagi. Pembinaan pramuka siaga ini bertujuan mencetak gerasi penerus yang mempunyai 6 thabi’at luhur yaitu jujur, amanah, mujhid muzhid, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik.

Ka Kwarda DIY GKR Mangkubumi, melalui sambutannya yang dibacakan oleh Suraji dalam acara pelantikan, mengucapkan selamat kepada Mabida dan Pinsakoda DIY yang baru saja dilantik. Kwarda DIY mengharapkan langkah-langkah strategis dan kiprahnya dalam gerakan pramuka, dari pengurus yang baru saja dilantik.

“Tantangan generasi muda semakin hari semakin kompleks sehingga diperlukan peran serta gerakan pramuka DIY. Salah satu masalah yang kita hadapi adalah kurangnya kualitas dan kuantitas anggota dewasa, kurangnya keterlibatan pimpinan lembaga pendidik formal dan non formal di satuan pendidikan. Oleh itu, sudah saatnya kita merumuskan langkah-langkah untuk mengejar kemajuan dan mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Kesuksesan sako SPN dalam menyelenggarakan kegiatan pramuka di DIY telah diakui oleh banyak pihak. Keberadaan Sakoda SPN DIY sangat dinantikan fungsi, peran, dan kiprahnya dalam gerakan pramuka di DIY,” jelas Suraji dalam sambutannya.

Wakil Ketua Bidang Binawasa Kwarda DIY ini menjelaskan bahwa fokus gerakan pramuka saat ini adalah percepatan pencapaian pramuka garuda dan pramuka istimewa. Di setiap tingkat mulai dari kwartir cabang hingga gugus depan hendaknya dibuat data jumlah, kualitas, maupun kuantitas anggotanya dan dilaporkan. Pada tahun 2022 ini rencananya akan diadakan Jambore Nasional. Pihak Kwarda DIY berharap agar anggota pramuka dari Sakoda SPN DIY ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Kwartir Daerah bidang Binawasa Kwartir Daerah DIY Suraji Widarto, S.Pd., Mabida Sako SPN DIY, Pinsakoda SPN DIY, Kwarcab Bantul, Kwartir Ranting Sanden, dan Ketua Satuan Komunitas Cabang (Sakocab) SPN se-DIY. (Uyun/Rizal PM)

Sabtu, 29 Januari 2022

Pererat Persatuan dan Ukhwah Islamiyah, PC LDII Trucuk Gelar Silaturrohim Kebangsaan


Klaten - PC LDII (Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten menggelar Silaturrohim Kebangsaan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten di Aula Pondok Pesantren Syahid Al Ma'arif, Keringan, Wanglu, Trucuk (29/01/2022).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten Drs. Sarjono,M.Tp, Rasidi, S.IP.,M.Si (SekCam) mewakili Camat Trucuk, Kapten Inf Jatmiko Sujarwo Danramil Trucuk, AKP Sarwoko Kapolsek Trucuk, H. Jupriyanto,S.Ag.,MA Kepala KUA Trucuk, H. Panut Raharjo, S.Ag Ketua MUI Trucuk, Ketua PC LDII Kecamatan Trucuk H. S.S. Tumpang, S.Pd..MM.

Dalam sambutannya Camat Trucuk melalui Sekretaris Kecamatan Trucuk menyampaikan apresiasi atas dikukuhkan dan dilantiknya Pengurus Cabang LDII Trucuk yang baru periode 2020-2025.

"Kami berharap kedepannya LDII Trucuk semakin exsis bergerak dibidang dakwah dan senantiasa menjaga kerukunan serta kekompakan dalam keberagaman masyarakat Trucuk khususnya" Ujar Rasidi

Senada dengan Sekcam Trucuk, Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko dalam sambutannya berharap bahwa "supaya kedepannya LDII semakin intens berkomunikasi, berkoordinasi dan menjalin kerjasama dengan Kepolisian untuk sama-sama menciptakan kondusifitas masyarakat Trucuk yang aman, damai sejuk dan humanis."

Sedangkan Danramil Trucuk, Kapten Inf Jatmiko Sujarwo dalam sambutan mengucapkan "terimakasih kepada Pengurus dan Warga LDII atas exsistensinya selama ini dalam dunia dakwah yang sejuk dan damai, kedepannya Saya berharap supaya hal-hal seperti ini terus ditingkatkan lagi, demi mewujudkan dan menjaga ke Bhinnekaan."

Kepada media dan warga LDII, Ketua MUI Trucuk H. Panut Raharjo, S.Ag juga menyampaikan rasa kagum dan apresiasi atas terselenggaranya Silaturrohim Kebangsaan yang digagas Lembaga Dakwah Islam Indonesia Trucuk ini, "kami selaku MUI Trucuk gembira sekali dan mengapresiasi serta mendukung kegiatan-kegiatan LDII semacam ini, mudah-mudahan kedepannya perkembangan umat islam di Kecamatan Trucuk semakin meluas dalam keselarasan serta perdamaian."

"Semoga dengan adanya kegiatan sekaligus pelantikan kepengurusan PC LDII yang baru ini, kedepannya bisa melahirkan Kader-kader pemimpin bangsa dan agama yang mumpuni" tegas H. Panut

Dalam Silaturrohim LDII yang bertajuk "kontribusi LDII untuk negeri bersinergi, menuju generasi profesional religius dan mandiri" ini Ketua PC LDII Trucuk menegaskan bahwa dalam bidang dakwah, LDII senantiasa mengedepankan kelembutan, toleransi, kerukunan antar umat beragama, antar suku maupun golongan.

"Kami ingin warga LDII dengan dakwahnya ini bisa membawa Generasi Millenial menjadi generasi yang mandiri dan maju dengan tetap menjaga nilai-nilai kereligiusan serta norma-norma yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama kita cinta ini" harap H. Tumpang

"Selama ini, meskipun sudah 2 tahun pandemi melanda Indonesia, Alhamdulillah kegiatan pengajian dan dakwah PC LDII Kecamatan Trucuk khususnya masih bisa berjalan dengan aman, selamat, lancar, barokah, yaitu kami mengadakan pengajian dan pembinaan via daring" Tambah H. Tumpang

"Dan juga sedikit kami sampaikan bahwa selama masa pandemi ini Alhamdulillah kami pengurus dan warga LDII Trucuk tetap melaksanakan pembinaan dan peramutan kepada kaum dhu'afa disekitar kami, ini menunjukkan bahwa kami Warga LDII tidak hanya bergerak di bidang dakwah dipengajian-pengajian semata, namun juga bergerak dibidang dakwah bilhall dengan tetap memperhatikan kesejahteraan para kaum dhu'afa" Tutup H. Tumpang (Fathony/Rizal PM)