Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Agustus 2016
Mantapkan Niat dan Tetap Fokus
Dalam mengarungi hidup ini terkadang banyak sekali hambatan,rintangan membentang tapi kata kera sakti itu bukan masalah dan tak jadi beban pikiran.
Roda selalu berputar dalam kehidupan kadang berada di atas kadang berada dibawah. Begitulah hidup, kalau tidak begitu bukan hidup namanya. Dalam benak kita selalu menginginkan apa yang kita inginkan. Cita-cita yang kita akan gapai merupakan keinginan kita, terkadang ketika kita melihat orang yang sukses malah kita kurang bisa bersyukur, malah kebanyakan negatif thinking.
Lihatlah perjuangannya, saya yakin perjuangannya itu tak semudah membalik telapak kaki, yaaa memang sulit. Mengapa mereka senang dan bangga, ya itu tadi karena mereka telah berjuang mati-matian sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai. Begitu pula jika kita punya tujuan hidup, maka nyatakanlah tujuan itu dan kita sempurnakan ikhtiar kita, adapun hasilnya Allohlah yang menentukan.
Kemudian ada yang berkata,”Aku sudah berikhtiar sebaik mungkin, kok ga’ tercapai sih?”. Aduuuh itu lagi, kita harus intropeksi diri, bahasa kerennya bermuhasabah. ”Aku ini banyak dosanya ga’ sih, banyak maksiatnya ga’sih?”, itulah yang perlu di investigasi. Karena dosa itu sifatnya menghambat! So segeralah kita bertobat dan tingkat frekuensi beribadah padaNya. Tapi tekadkan dalam hati bahwa setelah Allah memberi kesuksesan, kita tidak menurunkan intensitas ibadah kita, lanjuuutkan sampai titik ajal kita.
Orang gagal itu biasa namun jangan sepelekan “gagal” ini, karena untuk sukses kita bisa belajar dari kegagalan. Anda tau pencipta lampu?? Thomas Alva Edison, hmmm sudah berapa ribu kali dia melakukan percobaan dan gagal, dan apakah dalam percobaan ke 999nya ketika gagal dia akan menyerah??, tentu tidak. Buktinya sekarang, lampu ada dimana-mana, menjadi penerang dimalam hari. Berjuta – juta manfaat yang dapat kita ambil.
Perlu diketahui dengan sebuah masalah, kita akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia berkualitas, jika kita lari dari masalah, itu namanya lari dari kasih sayang Alloh, rugi kan. Dalam perbuatan apapun harus didasarkan niat full karenaNya memohon ridho dan petunjuknya, insya Alloh pertolongan Alloh akan datang. Ingat bahwa Alloh mengetahui apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan. Maha Besar Alloh.
Hmmm, Cobaan yang datang ketika kita full ikhtiar adalah sebagai penyucian jiwa, yaitu dengan sabar dan tabah. Namun kalau sudah tidak sabar muncullah caci maku yang tak jelas. Terkadang banyak waktu yang terbuang, akhirnya malas dan unmood itu datang.
Bagaimana cara mengantisipasinya?? kita isi waktu luang kita dengan kegiatan yang positif, tingkatkan frekuensi dan kualitas ibadah .Intinya gunakan waktu se efisien mungkin,sibukkanlah dalam kebaikan.
Niat merupakan kesiapan kita secara full matang dalam menyiapkan aksi, kalau sudah ada niat tulus pasti terlaksana. Contohnya tukang parkir, dia punya motor dan mobil banyak, ketika satu per satu di ambil, ya biasa-biasa saja, itu karena sudah ada niat. Dengan adanya niat maka fokuskanlah lalu ikhtiar dan yang terakhir berdo’a. Dengan kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan secara terus menerus maka akan melahirkan suatu karakter
Pemuda Bermental Pemenang
![]() |
| “ Hai orang-orang yang menyia-nyiakan waktu,engkau berjalan dengan sia-sia “ |
Sebuah kutipan mengenai orang-orang yang menyia-nyiakan umur dengan bermalas-malasan. Ini sangat menyentuh semangatku untuk bangkit dari sifat malas yang sering menjangkitiku setiap ada waktu luang. Dikatakan bahwa “ sia-sia “ dalam hidup adalah orang yang menyia-nyiakan umur dan waktu. Sehingga aku bangkit dari jiwa yang mempencundangi diriku,berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang berguna bagi sesama.
Di kisahkan ada seorang anak kecil yang hidup bersama Ibu tiri dan kakak iparnya dlam sebuah rumah,menjalani kehidupan secara pas-pasan. Bahkan harus mengorbankan masa bermainnya untuk bekerja menyambung hidup,dia punya semangat untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang pengusaha sukses. Walaupun dalam kehidupannya selalu di pukuli oleh kakak iparnya saat tidak bisa mengerjakan apa yang disuruh padanya, atau kena marah ibunya hanya karna minta uang untuk membayar kekurangan sekolahnya. Dia tetap tegar dalam menghadapinya, ”suatu saat hal ini akan berubah,tidak akan seperti ini lagi”, gumam dia dalam hati. Dia tidak membalas pukulan atau amarah kakak ipar dan ibu tirinya. Karna dari merekalah dia bisa bersekolah, mendapatkan berbagai macam pengetahuan dan dari mereka jugalah kehidupan kini yang dialami telah membuatnya punya mental pemenang. Kini dia berhasil menjadi pengusaha garmen yang sukses,bisa mempekerjakan orang lain dengan menggajinya di atas UMR. Kehidupan inilah yang membentuk dia sekarang.
Dalam ilustrasi cerita diatas dapat kita ambil beberapa motivasi hidup bahwa “ Bermentalah pemenang walau tidak menang “, atau “ pemenang tanpa mahkota “. Mengisyaratkan bahwa seorang pemenang akan menyelesaikan setiap masalah yang ada dan tidak akan meninggalkan permasalahan itu dengan tanpa alasan. Seorang pelari tua dari ribuan pelari yang mengikuti suatu event besar mengatakan “ Saya tau saya sudah tua, dan pasti tidak akan menang melawan pelari yang lebih muda dari saya. Tapi ketika start dimulai saya terus berlari dan berlari, ketika banyak peserta yang berjalan santai saya tetap berlari, walaupun sang juara dari event itu sudah ketahuan, saya tetap berlari sampai finish, sayalah pemenang tanpa mahkota” kata dia bangga. Seorang pemenang mengetahui tujuan hidup dengan jelas dan takkan menyerah hingga tujuannya tercapai serta dapat melihat tembus batas penghalang.
Sebagai pemuda harus punya mental pemenang,buatlah sebuah tujuan hidup yang baik dan mulia. Lalu capailah tujuan itu walau banyak sekali cobaan yang dihadapinya. Membangun mental pemenang tidak bisa terbentuk dalam sehari, tapi harus menuntut komitmen. Setiap kita lengah maka mental pecundang akan mengambil alih diri kita. Jangan menjadi pemuda yang mudah dirusak oleh budaya penghancur mental, tapi jadilah pemuda yang bersemangat menggunakan masa mudanya untuk meniti karir kehidupannya dimasa depan yang menjadi cita-citanya. Jadilah pemuda yang bermental pemenang.
Oleh : Mochamad Hary Prasetyo Nugroho
KEPO with Qur'an Hadith
KEPO ...??? Makhluk apa itu ..? Atau semacam pisang yang enak digoreng itu lhoo pisang KEPO ...??? ( hehe ... itu pisang KEPOK, lurr ... ). KEPO itu bukannya kata lain dari nyesel yaa ..?? ( Itu KAPOK, luuur ...)
KEPO itu singkatan bahasa Inggris Knowing Every Particular Object ( KEPO ) yang artinya tauuu banget hal yang paling biasa sampe yang luarbiasa dari rahasia umum sampai top secret dari sesuatu apapun itu, manusia, benda, makhluk atau kegiatan. Hyaah benar sekali seperti wartawan PAPARAZII yang selalu membontot artis yang sedang paling populer mulai dari hobbbynya sampai flu aja bisa jadi TT ( trending topic ) twitter atau sosmed yang lain, muncul di TV ditayangkan di acara Infotainment sehari 3 kali (udah kayak minum obat aja.... HEHE).
Iyaapz seperti itulah KEPO. Nah, zaman Nabi udah ada tuh wartawan infotainment PAPARAZZI gitu hanya saja bukan diabadikan dalam bentuk pesan multimedia macam sekarang. Kalo kalian memang Kepo-ers Hadist pasti tahu sahabat Nabi yang satu ini .... sering muncul sebagai rowi ( periwayat hadith ) yang tsiqoh ( dipercaya ) beliau adalah pecinta binatang terutama kucing ... Hayoo siapa ?? KEPO? iya, bener kok luuurr, dialah Abu Huroiroh R.A.
Menurut riwayat beliau adalah salah satu shohabat yang paling rajin mengikuti Nabi Muhammad SAW tapi tidak seperti wartawan paparazi itu juga sih yang suka mengekspos hingga sampai ke kehidupan pribadi dan privasi yang di KEPOin hemm ... Berkat beliau Abu Hurairoh R.A banyak sekali sunnah yang indah yang dapat di ambil hikmah ( Subbhanallah )
Nah, jika kamu memang ngaku Generasi Penerus yang ingin sukses dunia akhirat sesuai dengan Tri sukses Generasi Penerus yaitu jadi Generus yang punya Akhlaqul Karimah, Faham dan Mandiri. Siplah kalo ketiga hal tersbut bisa hinggap di setiap diri generus Manshurin. Apa hubungannya sama KEPO? Apakah kita harus KEPO dengan ustadz ustadzah kita? ( Hehehe gak gitu juga kali, lurr .. :D ) Yang di-KEPO in itu ilmunya Lurr ... ! Ilmu Qur'an Hadist tentunya. Hayoo udah katam belum Qur'an Maknanya? Hadistnya dapet berapa?. Sudah seberapa KEPO anda dengan Qur'an Hadist?
Ini dia keuntungan yang bisa saudara dapatkan jika KEPOin Qur'an Hadist
1. Melestarikan Kebaikan
Seperti kata beliau Salman Al-Farisi dalam Muqoddimah kitab Ad-Darimiy
• عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ قَالَ سَلْمَانُ : لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا بَقِىَ الأَوَّلُ حَتَّى يَتَعَلَّمَ الآخِرُ، فَإِذَا هَلَكَ الأَوَّلُ قَبْلَ أَنْ يَتَعَلَّمَ الآخِرُ هَلَكَ النَّاسُ * رواه الدارمي فى المقدمة
Artinya : Manusia senantiasa dalam kebaikan selama Generasi muda belajar kepada generasi tua, jika Gnerasi tua habis sebelum generasi muda belajar pada generasi tua maka rusaklah ( kebaikan ) Manusia.
2. Menjaga dari Godaan Syetan
Diriwayatkan dari Sahabat Ibni Mas'ud Nabi Muhammad SAW pernah ngendiko ( bersabda ) :
وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَعَالِمٌ وَاحِدٌ أَشَدَّ عَلَى إِبْلِيْسَ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ ِلأَنَّ الْعَابِدَ لِنَفْسِهِ وَالْعَالِمَ لِغَيْرِهِ
Yang artinya : Demi dzat yang diriku ditanganNya, Niscaya satu orang yang faham agama lebih mudah bagi iblis untuk digoda daripada 1000 orang ahli ibadah karena ahli ibadah bermanfaat untuk dirinya sendiri, sedangkan ahli ilmu bermanfaat bagi orang lain.
3. Ilmu adalah kehidupan Islam dan Tiang Keimanan
Seperti yang termaktub dalam hadist dibawah ini
الْعِلْمُ حَيَاةُ اْلإِسْلاَمِ وَعِمَادُ اْلإِيْمَانِ ...الحديث رواه أبو الشيخ عن ابن عباس
4. Dido'akan ampun oleh malaikat serta seluruh makhluk dibumi, diberi mahkota yang lebih terang dari matahari. Dan yang pasti ... jadi petunjuk jalan Masuk SURGA selamat dari NERAKA ...
Apaa lagi ya manfaat KEPO-in Qur'an Hadith ..?? SURGA itu kaya apa? NERAKA itu kaya gimana? Iyyh KEPO ya? Makanya Ngaji ... !!!!
That's the best way to KEPO with Qur'an Hadith. (Dika)
Menanggulangi Godaan Syahwat
Sungguh berat godaan yang dihadapi oleh kaum remaja masa kini. Di satu pihak mereka dituntut untuk menunda perkawinan tapi di lain pihak godaan syahwat begitu maraknya di sekitar mereka, baik berupa pornografi maupun pornoaksi. Tidak hanya dari media cetak yang beredar di luaran, tapi juga dari jaringan internet yang bisa masuk ke ruang belajar mereka, atau malah dari gadget yang berada di genggaman mereka. Kalau tidak kuat-kuatnya ketakwaan mereka, bisa-bisa jebollah pertahanan iman mereka.
Bagaimana agar kita terhindar dari pelanggaran godaan syahwat? Sebagaimana kita ketahui bahwa suatu pelanggaran itu bisa terjadi kalau ada niat atau keinginan untuk melanggar dari si pelaku dan ada kesempatan untuk berbuat pelanggaran. Maka untuk menghindari pelanggaran syahwat perlu tindakan sebagi berikut: Pertama, isilah hidup kita dengan kegiatan-kegiatan yang positif; perbanyaklah ingat kepada Alloh; bergaullah dengan orang-orang yang saleh, perbanyaklah mengaji dan mendengarkan nasehat, perbanyaklah berdo'a agar diberi ilham-ilham yang benar. Dengan demikian diharapkan pikiran kita tidak selalu “ngeres” dan timbul rasa takut dan rasa malu bila berbuat pelanggaran, sehingga tidak terbersit pikiran atau niat untuk berbuat dosa.
Kedua, hindari kesempatan yang memungkinkan terjadinya pelanggaran. Diantaranya janganlah ber-khalwat atau berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya.
Jangankan orang yang sebelumnya memang punya keinginan untuk melanggar, sedangkan orang yang tidak punya niat melanggar pun, bila kesempatan untuk melanggar telah terbuka di hadapannya, bisa saja imannya yang semula kokoh pun kemudian runtuh dan terpengaruh. Seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 24 yang artinya: “Sesungguhnya si wanita telah bermaksud (selingkuh) dengan Yusuf, dan Yusuf pun telah bermaksud pula dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda dari Tuhannya”.
Nabi Yusuf saja hampir terperosok karena ketika itu mereka dalam keadaan berduaan, untunglah Alloh masih melindunginya dari godaan syetan. Memang begitulah bahayanya ber-khalwat alias “menyepi”. Rosululloh SAW pernah bersabda: “Tidaklah berdua-duaan seorang lelaki dengan seorang perempuan yang bukan mahromnya kecuali yang ketiganya adalah syetan”. (HR Al-Bukhori). Katakanlah si laki-laki tidak ada niatan untuk berbuat pelanggaran, tapi kalau si perempuannya yang berinisiatif dan agresif maka bisa jadi si laki-laki pun luluh imannya.
Perlu kita ketahui bahwa kondisi “berduaan” itu bisa saja bermula dari hanya sekedar iseng; SMS-an, teleponan atau chatting-an yang kemudian mereka berdua sepakat untuk “copy darat”. Maka perbuatan iseng lewat SMS, telepon maupun chatting itu pun perlu dihindari.
Last but not least, Rosululloh menganjurkan kepada para remaja untuk memperbanyak puasa sunnah dalam rangka mengendalikan dorongan syahwat, dengan sabda beliau: “Barangsiapa yang belum mampu menikah maka berpuasalah karena puasa itu berfungsi sebagai benteng baginya” (HR Al-Bukhori). Akhirnya kepada Alloh-lah kita berlindung karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya. (Dept. PAD - DPP LDII).Oleh: H. Aceng Karimullah
Sumber Foto: Republika.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)



