Rabu, 07 April 2021

DPD LDII Tulang Bawang Hadiri Munas IX LDII Yang Dibuka Oleh Presiden Jokowi

Presiden Jokowi Secara Resmi Membuka Munas IX LDII 2021

Jakarta (7/4). Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur pada Rabu (7/4). Presiden Jokowi di depan para peserta yang mengikuti pidato pembukaan secara daring tersebut, mengingatkan Ormas Islam untuk mengembangkan dan melaksanakan moderasi beragama. 

“Kita patut bersyukur menerima warisan berupa Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa, meskipun berbeda-beda suku, bangsa, dan berbeda dalam pandangan agama, tapi tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” ujar Jokowi.

Selanjutnya, dengan modal sosial itu Presiden Jokowi mengatakan sikap toleran, menghargai segala perbedaan, dan keyakinan adalah keharusan. Sikap ini, menurutnya bisa tumbuh, bila dikembangkan sikap saling menghormati dan belajar dari orang lain, “Sehingga mencapai sikap saling menghormati dalam perbedaan,” ujar Jokowi. 

Sikap tertutup dan eksklusif, menurut Jokowi, tak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika, “Sikap tertutup menciptakan intoleransi yang merudak sendi-sendi keagamaan, dan menimbulkan penolakan serta pertentangan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan pimpinan keluarga besar LDII, untuk menyuarakan dan meningkatkan kehidupan sosial keagamaan kita,” imbuhnya. 

Jokowi mengatakan pemerintah berkomitmen dan terus berupaya, serta mendorong moderasi beragama. Ia juga menyerukan sikap yang tidak toleran yang disertai dengan kekarasan fisik, harus dihilangkan dari Bumi Pertiwi, “Sikap beragama yang memecah belah persatuan tak ditoleransi,” ujarnya.

KH Chriswanto Santoso, Ketum LDII

Senada dengan Jokowi, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, kebangsaan ditempatkan pada posisi pertama, “Dengan semangat kebangsaan itu, LDII melaksanakan moderasi beragama, berdakwah dengan sejuk. Serta berkomitmen menegakkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Chriswanto. 

Moderasi beragama bagi LDII sangat penting, “Moderasi beragama adalah pangkal dari modal sosial membangun bangsa. Agar kebhinnekaan yang ada dalam rakyat Indonesia menjadi pperekat untuk menjalankan program pembangunan,” ujar Chriswanto saat ditemui usai seremoni pembukaan Munas IX LDII. 

Sikapi Pandemi dengan Inovasi 
Dalam pidato pembukaan, Chriswanto menegaskan empati dan dukungannya terhadap pemerintah. “LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan dan perekonomian,” ujarnya. 

Menurut Chriswanto, jumlah penduduk yang meninggal karena covid-19 juga cukup membuat kita sedih, yaitu di kisaran 40 ribuan, “LDII sangat merasakan dan sangat berempati terhadap masalah ini,” lanjut Chriswanto.

LDII, lanjut Chriswanto, mengajak seluruh elemen bangsa bekerja keras, cerdas, kreatif, dan _out of the box_ agar target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024, kembali pada jalur semula. 
Sejalan dengan konteks tersebut, Chriswanto mengatakan Munas IX LDII mengambil tema “Pengutan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. Dengan merevitalisasi dan menajamkan delapan program kerja yang ditetapkan dalam Rakernas LDII 2018. 

Program kerja pertama berupa Kebangsaan, yang bertujuan membangun nasionalisme agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat lebih terjaga, “Termasuk mencintai produk bangsa sendiri. Sebagai Lembaga Dakwah Islam, LDII selama ini telah menempatkan program kebangsaan sebagai program utama, karena bagaimanapun juga persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa,” ujarnya. 

Kedua Keagamaan, yaitu program yang bertujuan meningkatkan nilai religiusitas bagi ummat Islam, termasuk didalam membangun toleransi beragama. Ketiga, Pendidikan, yaitu program yang mendorong agar pendidikan karakter, khususnya karakter professional religius, dapat dijadikan sebagai lifelong education, atau pendidikan sepanjang hayat. 

Keempat Ekonomi, yaitu program yang mendorong ekonomi syariah, termasuk percepatan pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi di era pandemik ini. Kelima pangan dan lingkungan hidup, yaitu program yang bertujuan untuk membangun kemandirian pangan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. 

Keenam kesehatan, yaitu suatu program yang bertujuan mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal secara meluas terlebih pada kondisi kedarutan kesehatan. Ketujuh Teknologi Digital, yaitu suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang pembangunan. 

Dan kedelepan Energi Baru Terbarukan, yaitu suatu program untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fossil, termasuk untuk mengurangi emisi karbon guna mengurangi efek rumah kaca. 

“Ke delapan delapan program tersebut di atas bukannya baru perencanaan, akan tetapi LDII telah berbuat dengan membuat beberapa pilot project di beberapa daerah sesuai kondisi keunggulan daerah tersebut,” tutup Chriswanto.

        Studio Mini DPD LDII Tulang Bawang I

Selain dari Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung, Munas IX LDII dihadiri 3.750 secara daring dan luring, kabupaten kota di seluruh Indonesia. Mereka mengikuti dari 457 studio mini, sementara para ulama, DPW LDII dari 33 provinsi, dan undangan lainnya yang hadir di lokasi mencapai 200 orang. Mereka diwajibkan swab antigen dan menjaga protokol kesehatan.  

       Studio Mini DPD LDII Tulang Bawang II

Adapun Peserta Munas IX LDII tahun 2021 dari Kabupaten Tulang Bawang Mengikuti Secara Virtual dari Dua Studio Mini, yaitu Studio Mini I sebanyak 11 orang peserta dan dari Studio Mini II juga sebanyak 11 orang peserta. 

“Perwakilan DPW LDII Nusa Tenggara Timur tidak bisa hadir karena bencana badai, yang mengakibatkan penerbangan sulit di wilayah tersebut,” ujar Ketua Panitia Munas IX LDII Rully Kuswahyudi.

Selasa, 06 April 2021

Ucapan Selamat Dan Sukses Munas IX LDII Dari Brig Jen Pol (P) Drs. H. Edi Mulyadi, M,. Sh mtn Ka BIN DA Sulteng

Ketum LDII: Munas IX LDII Bentuk Nyata Dukungan LDII Dalam Membantu Pemerintah Mengatasi Dampak Covid-19


Jakarta (6/4). Pandemi Covid-19 menciptakan krisis kesehatan global yang berimbas ke dalam negeri. Penanggulangannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat ditemui menjelang Munas IX LDII, yang akan dilaksanakan pada 7-8 April 2021 di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. 

“Kepengurusan DPP LDII periode 2016-2021 habis pada bulan ini, untuk itu Munas IX dihelat. Selain itu, kami melihat krisis kesehatan dan ekonomi ini harus diatasi agar tak menjadi krisis sosial. LDII sebagai komponen bangsa harus berkontribusi membantu pemerintah mengatasi dampak Covid-19,” ujar Chriswanto Santoso di kantor DPP LDII pada Selasa (6/4).

Menurut Chriswanto Munas IX LDII, sebagai hajatan tertinggi organisasi dan penentu derap langkah untuk lima tahun ke depan, bertujuan pula merevitalisasi dan menajamkan program kerja periode lalu, “Penajaman delapan klaster kontribusi LDII untuk bangsa, bertujuan untuk meningkatkan kotribusi kami untuk membantu mengatasi dampak Covid-19,” ujar Chriswanto.

Program berupa delapan klaster itu, menurut Chriswanto sudah dilaksanakan dan dipertajam karena sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Chriswanto menyebut delapan klaster pengabdian LDII adalah bidang wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital.

“Harapan kami, penajaman dan revitalisasi delapan program yang kami laksanakan, dapat membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan krisis ekonomi akibat pandemi,” ujar Chriswanto Santoso. 

Chriswanto mengatakan, sebelum Munas pihaknya menggelar berbagai webinar dan diskusi dengan para tokoh. Hasil diskusi tersebut menjadi bahan untuk menajamkan dan meningkatkan delapan program kerja tersebut, “Bahkan dalam Munas, kami juga mengundang para narasumber terkait delapan klaster tersebut. Sehingga hasil Munas ini segera bisa dilaksanakan sesuai kondisi kekinian,” paparnya.

Terselenggaranya Munas IX LDII berkat bantuan berbagai pihak, dari pemerintah, aparat keamanan, hingga tokoh agama serta masyarakat, “Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin yang memberi dukungan besar. Dan juga para kepala daerah dari gubernur hingga bupati dan wali kota, MUI, dan ormas Islam lainnya, yang telah memberi dukungan moral kepada warga LDII di seluruh Indonesia untuk melaksanakan Munas,” papar Chriswanto.

Sementara itu, Ketua Panitia Rully Kuswahyudi mengatakan acara Munas IX LDII diikuti 3.600 peserta di seluruh Indonesia, “Kondisi pandemi ini, membuat kami menggelar Munas dengan memadukan daring dan luring,” ujar Rully. Ia mengatakan, peserta yang hadir secara langsung dibatasi hanya 150 orang.

Mereka terdiri dari para ulama, tokoh pemerintah, DPR, pengurus DPP LDII, dan undangan khusus serta panitia. Sementara Presiden Jokowi membuka Munas IX LDII dari istana negara dengan mengundang 20 orang, yang terdiri dari ulama dan pengurus harian DPP LDII.

“Acara di Istana Negara itu, terhubung secara daring dengan para peserta yang hadir di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dan kantor DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia yang berjumlah 400-an studio,” ujar Rully Kuswahyudi.

Menurut Rully, Munas IX LDII dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh peserta wajib menjalani _swab_ antigen dan melaksanakan protokol kesehatan. Ia berharap para peserta mampu menjaga diri, sehingga setelah Munas tetap terhindar dari paparan Covid-19, “Ini menjadi perhatian panitia agar para peserta dan penyelenggara mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Sutino, S. Pd. I Ketua DPD LDII Kabupaten Tulang Bawang serta juga memaparkan beberapa rencana strategis LDII dalam mengambil peran sebagai ormas islam yang punya potensi besar memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara, salah satunya adalah membangun masyarakat yang berdaya saing, dan beraklakhul karimah dengan cara melakukan bimbingan dan pelatihan melalui keluarga, karena keluarga merupakan lingkungan sosial terkecil dalam masyarakat, apabila keluarga indonesia baik dalam berbagai hal, terutama sisi ekonomi keluarga yang kuat dan beraklakhul karrimah maka sudah bisa dipastikan kondisi bangsa dan negarapun akan menjadi baik. Tegas Sutino, Spd.I (Rizal PM/Lines) 

Senin, 05 April 2021

Ka. Kesbangpol Tulang Bawang: Kontribusi, Kerjasama Serta Kerja Nyata LDII Selalu Diharapkan Pemerintah Untuk Indonesia Maju


LINES | TULANG BAWANG - Pengurus harian DPD LDII Kabupaten Tulang Bawang bersilaturrahim dengan Kepala Badan (Kesbangpol ) Tulang Bawang Provinsi Lampung pada tanggal 31/03/2021 diruang kerja  Kantor Dinas Kesbangpol Kabupaten Tulang bawang. Pengurus DPD LDII yang hadir diantaranya : H. Sutino, S.Pd.I (ketua), H. Miskandar, S.Pd. dan Sriyanto (wakil ketua), Iluk Mantopo, S.Pd (sekretaris), H. Suyoto (bendahara)  dan sementara dari Kesbangpol sendiri : Kepala Badan ( Hamami Ria, S.Sos.,MM). didampingi Kepala Bidang  (Tifroni, SE). beserta bagian Kasi Organisasi Kemasyarakatan  ( Septiana, SH.,MH.). 

Dalam perbincangan yang cukup akrab tersebut, Sutino menyampaikan "Struktur Kepengurusan DPD LDII yang baru serta menyampaikan bahwa di 15 Kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang ini sudah ada  PC LDII dan 34 PAC LDII yang tersebar di masing-masing Kampung/Desa. selain itu juga menyampaikan program kerja kegiatan LDII mulai dari tingkat bawah ( Kampung ) yang selalu mengedepankan kemaslahatan umat, sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap Bangsa".

"Selain itu dalam pembinaan warga LDII, meski saat ini dalam Suasana Covid-19 tetap bisa dilaksankanan dengan memakai sistem Online (Daring) dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.

Dan dalam sambutannya, Hamami Ria, S.Sos.,MM. (Ka. Kesbangpol) menyampaikan "apresiasi dan menyambut baik atas kedatangan LDII dalam bersilaturahim ini yang melaporkan kegiatannya". Dia juga  berpesan "agar LDII supaya terus semakin eksis membina akidah dan akhlak, bersinergi , meningkatkan komunikasi, koordinasi dan menjaga toleransi antar umat beragama dengan berbagai pihak, Kontribusi nyata LDII dengan Pemerintah Tulang Bawang ini akan terus diharapkan untuk  membantu pemerintah  dalam membentuk SDM umat yang  professional dan religius, dan serta demi Indonesia Maju".

Mengakhiri pertemuan tersebut, Sutino tidak lupa minta do’a dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk kelancaran dn kesuksesan  pelaksanaan MUNAS IX LDII 2021 yang akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal, 7 – 8 April 2021. (Rizal PM/KIM) 

Selasa, 30 Maret 2021

Menjelang Munas IX LDII 2021, DPD LDII Gelar Pertemuan Perdana Dengan Ketua MUI Tulang Bawang

LINES | TULANG BAWANG (Senin, 29/3/2021). SUTINO,S.Pd.I Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tulang Bawang yang baru, periode 2021 -2026, melaksanakan Audiensi dengan Ketua MUI Tulang Bawang periode 2017 - 2022, Drs.KH.YANTORI dikantor MUI Tulang Bawang. 

Dalam pertemuan perdana kepengurusan DPD LDII periode 2021-2026 ini, SUTINO,S.Pd.I menyampaikan Struktur jajaran kepengurusan DPD LDII Tulang Bawang yang baru, yaitu:
Miskandar, Spd       : Wakil Ketua
Sriyanto                   : Wakil Ketua
H. Sukiman, Spd     : Sekretaris
H. Suyoto                 : Bendahara
Wahyu Ali Mustofa, S.kom : OKK

Selain melaporkan susunan kepengurusan yang baru, Sutino juga "menyampaikan rencana digelarnya MUNAS IX LDII yang Insya Alloh akan dibuka oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo pada tanggal 7-8 april di Jakarta", serta Sutino memaparkan beberapa rencana strategis LDII dalam mengambil peran sebagai ormas islam yang punya potensi besar memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara, salah satunya adalah membangun masyarakat yang berdaya saing, dan beraklakhul karimah dengan cara melakukan bimbingan dan pelatihan melalui keluarga, karena keluarga merupakan lingkungan sosial terkecil dalam masyarakat, apabila keluarga indonesia baik dalam berbagai hal, terutama sisi ekonomi keluarga yang kuat dan beraklakhul karrimah maka sudah bisa dipastikan kondisi bangsa dan negarapun akan menjadi baik. Tegas Sutino, Spd. I. 

Tidak kalah penting, Drs.KH YANTORI selaku ketua MUI periode 2017-2022 berpesan "agar LDII selalu mengedepankan pendidikan agama yang intensif dimasyarakat sesuai dengan misi LDII sebagai Lembaga Dakwah, saya sangat menyayangkan terjadinya insident bom Gereja Katredal Makassar akibat dari pemahaman agama yang terdistorsi, dan ini merupakan tantangan berat bagi MUI dan juga LDII kedepan, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama generasi milinial agar terhindar dari faham - faham yang menyimpang tersebut". Tegas KH Yantori. 

Mengakhiri pertemuan singkat dengan nuansa kekeluargaan ini, disepakati bahwa kedepannya Dua Ormas Besar ini (MUI & LDII) ini akan melanjutkan sinergitas kebangsaan demi menciptakan dan menjaga kedamaian, kerukunan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Rizal PM/Yanto/Lines) 

Senin, 29 Maret 2021

Masa Pandemi, Presiden Jokowi Berencana Buka Munas IX LDII Secara Daring


Jakarta (28/3). DPP LDII sesuai rencana akan menggelar Musyawarah Nasional IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Munas IX LDII). Munas tersebut bakal dihelat di Padepokan Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur. Acara tersebut bakal digelar pada 7-8 Maret 2021.

“Kami telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada 5 Maret lalu di Istana Bogor. Presiden bersedia membuka Munas IX LDII dikombinasi luring dan daring. Presiden berencana mengikuti acara pembukaan Munas LDII dari Istana Negara dengan pengurus harian, sementara peserta lainnya ada di Padepokan Persinas ASAD,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, M.Sc.

Acara ini menurut Chriswanto Santoso sangat strategis, “Meskipun dalam suasana pandemi, Munas ini harus tetap berjalan karena menunjukkan eksistensi dan profesionalitas sebuah organisasi kemasyarakatan,” paparnya. Untuk itu, ulama, jajaran pengurus harian DPP LDII, dan panitia memutuskan hanya Ketua DPW LDII dan tamu yang diundang secara khusus, yang menghadiri Munas tersebut. 

Meskipun Ketua DPD LDII dan sekretaris hanya mengikuti secara daring, menurut Chriswanto mereka tetap berperan besar dalam kesuksesan acara serta gerak organisasi pada masa mendatang. Dalam Munas IX LDII, para pengurus LDII akan menajamkan program kerja berupa delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.

Kedelapan program tersebut penguatan wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan umum, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, serta teknologi digital. Menurut Chriswanto, program tersebut telah dilaksanakan dan akan dipertajam pada saat Munas, “Kami telah melaporkan program-program tersebut kepada Presiden Jokowi pada 5 Maret lalu, dan Presiden berkomentar LDII selalu mendahului dalam berkontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Chriswanto.

Dengan kondisi pandemi dan Munas terus harus dilaksanakan mengingat strategisnya acara tersebut, Chriswanto mengajak seluruh pengurus LDII tetap bersemangat meskipun tidak hadir secara langsung.

"Saya ingin meyakinkan kepada saudara-saudara bahwa Munas kali ini dilaksanakan dalam kondisi yang khusus, namun tidak mengurangi nilai dan peran saudara dalam pencapaian Munas IX 2021 untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis dalam meningkatkan kontribusi LDII di era pemulihan bangsa saat ini," tegasnya.

Chriswanto mengatakan Munas dihelat secara daring dan luring merupakan bentuk komitmen warga LDII, untuk membantu pemerintah menekan penularan Covid-19, “Kami memahami, penanggulangan pandemi Covid-19 bukan hanya tugas negara, namun jadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa,” ujar Chriswanto. 

Senada dengan Chriswanto, Ketua Panitia Munas IX LDII, Rulli Kuswahyudi mengatakan untuk menekan penularan Covid-19, panitia berencana menempatkan 2.500 peserta munas pada 500 studio yang tersebar di seluruh Indonesia, “Mereka yang hadir secara langsung di studio utama, kami batasi hanya 250 orang termasuk panitia, kami menggunakan Padepokan Persinas ASAD dengan luas bangunan 2.500 m2 sehingga antar peserta bisa berjarak. Sementara ribuan lainnya tersebar di studio-studio mini,” ujar Rulli.

Panitia Munas IX LDII telah meminta kepada DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia, untuk menerapkan protokol kesehatan di studio-studio mini, “Di antaranya pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, jaga jarak, dan selalu menggunakan masker,” imbuhnya. 

Hal lain menurut Rulli yang tak kalah pentingnya, peserta yang mengikuti pembukaan Munas di Istana Negara harus diswab. Para peserta yang hadir di studio juga akan menjalani rapid antigen, “Mereka yang reaktif, kami sediakan ruang karantina agar bisa langsung isolasi mandiri dan masih bisa memantau jalannya Munas dengan menyaksikannya pada televisi,” imbuh Rulli Kuswahyudi. 

Ia berharap berbagai prosedur dalam protokol kesehatan yang diterapkan pada Munas IX LDII, bisa menghambat penyebaran virus. Sehingga acara tetap berlangsung, mengingat pentingnya acara tersebut. (Rizal PM/Lines) 

IPSI Mesuji Lampung Gelar Kejuaraan Pencak Silat, Persinas ASAD Juara Umum

(Ilustrasi, sumber: radarsatuberita.com)
(Ilustrasi, sumber: radarsatuberita.com) 

LINES | MESUJI LAMPUNG. Pada tanggal  27 Maret 2021 IPSI Kabupaten Mesuji Lampung menggelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Kabupaten. Kejuaran dihelat adalah dalam rangka penjaringan atlit pencak silat yang diikuti oleh beberapa perguruan pencak silat se Kabupaten Mesuji. Adapun dari Persinas ASAD mengirimkan 6 (enam) atlit/pesilat, dan dari 6 pesilat Persinas ASAD tersebut, 4 pesilat meraih Medali Emas dan 1 pesilat Persinas ASAD meraih Medali Perunggu.
 
4 Pesilat Persinas Peraih Medali Emas itu diantaranya Adalah:
1. Ilham Zulfa    kelas A
2. Isma               kelas C
3. Awang            kelas E
4. Fito                  kelas J

1 Pesilat Persinas Peraih Medali Perunggu, yaitu:
1. Bagus

Dan dikarenakan mayoritas Piala Emas dan Perunggu diraih oleh Atlit Persinas ASAD maka Persinas ASAD dinobatkan sebagai Juara Umum (Rizal PM/Zaini/Lines)