Minggu, 31 Januari 2021

Menjelang MUSDA Ke-V, DPD LDII Tulang Bawang Rapatkan Barisan Internal


DPD LDII TULANG BAWANG | Pada tanggal 31 januari 2021 segenap Dewan Pembina dan jajaran Pengurus DPD LDII kabupaten Tulang Bawang mengadakan musyawarah dalam rangka persiapan MUSDA ke V, serta hadir dalam acara tersebut Ketua dan sekretaris Pimpinan Cabang LDII Se-Tulang Bawang. 

Acara Musda akan segera di gelar mengingat kepengurusan periode 2016 - 2021 yang di nahkodai ROFIK RIDWAN, SH.,MM akan segera selesai di akhir Februari. Pelaksanaan Musawaroh Daerah di rencanakan akan di helat pada tgl 27 - 28 Februari di Dente Teladas , ROFIK RIDWAN ketua DPD LDII yang telah menjabat dua periode mengatakan bahwa Musda  merupakan hajat penting bagi organisasi LDII untuk meng evaluasi kinerja kepengurusan dan pemilihan ketua untuk periode selanjutnya, dan Acara Musda akan di laksanakan dengan peserta dan peninjau yang terbatas dan tetap melakukan Protokol Kesehatan mengingat masa  pandemi Corona.

Dan beliau berpesan kepada ketua PC Dente Teladas bapak H.Sutino S.Pd yang di tunjuk sebagai panitia pelaksana acara tersebut agar segera membentuk panitia kecil dan berkoordinasi dengan DPW LDII provinsi Lampung sehingga acara dapat berjalan dengan baik dan lancar. (Lines/KIM DPD LDII Tuba) 

Kamis, 07 Januari 2021

PB. IPSI : Persinas ASAD Memiliki SDM Yang Kreatif dan Inovatif

Jakarta (7/1). Persatuan Silat Nasional Aman, Selamat, Ampuh, Damai atau Persinas ASAD menghelat Musyawarah Nasional (Munas) V. Acara tersebut untuk memilih ketua umum sekaligus mengkonsolidasikan organisasi. 

Acara yang dihelat di Padepokan Persinas ASAD pada Kamis (7/1/2021) dibuka secara resmi oleh Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mewakili Menpora Zainudin Amali. 

"Acara ini dihadiri sekitar 1.600 orang yang tersebar di 112 studio di seluruh Indonesia dan tujuh titik di luar negeri. Acara kami buat secara luring dan daring agar tetap menjaga protokol kesehatan," kata Ketua Panitia Munas V Persinas ASAD, Kayat Sukayat. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat (PB IPSI) Muhammad Taufik mengatakan, Persinas ASAD memiliki SDM yang krearif dan inovatif, “Persinas ASAD dengan kegigihan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan kreatif dalam teknik sehingga bisa mendahului para perguruan seniornya di IPSI," ujarnya. 

Kreativitas Persinas ASAD, menurut Muhammad Taufik, bisa menjadi stimuli perguruan lain, untuk melakukan pembinaan mental dan spiritual, "Stimuli ini penting, agar silat bisa tampil dalam olimpiade,“ ujar Muhammad Taufik. 

Senada dengan Muhammad Taufik, Sekretaris Umum PB Persinas ASAD Teddy Suratmadji, inovasi di bidang teknologi sangat membantu pembinaan atlet, “Untuk latihan dan pertandingan kami membuat digital scoring, yang memungkinkan transparansi dalam perhitungan poin. Teknologi ini telah kami patenkan,“ papar Teddy. 

Untuk membina dan memonitor perkembangan atlet ,berprestasi, PB Persinas ASAD memiliki ASAD Information System (AIS), "Teknologi ini untuk memantau tumbuh kembang atlet, dan kami terus bisa melacak keberadaan atlet berprestasi tersebut, jangan sampai kami kehilangan atlet yang potensial," kata Teddy. 

Ia juga menegaskan, inovasi teknologi yang dimiliki Persinas ASAD nantinya juga bisa dimanfaatkan perguruan lain, demi kemajuan seni bela diri pencak silat nasional. 


Sementara itu, Deputi 3 Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Raden Isnanta mengingatkan kembali, prestasi bukan satu-satunya target dalam olahraga, "Selain prestasi, hal yang penting adalah dengan olahraga, nilai-nilai luhur, sportivitas, dan karakter bangsa bisa dibangun, sebagai modal membangun bangsa, inilah revolusi mental sebagaimana pesan Presiden Jokowi,“ imbuhnya. 

Pencak silat sebagai olahraga bertujuan untuk membangun derajat sehat jasmani dan rohani, “Dengan masyarakat yang sehat, tercipta imun yang sangat penting dalam menghadapi pandemi," pungkasnya. 

Munas Persinas ASAD, kembali memilih Brigjen TNI (Pur) Agus Susarso menjadi Ketua Umum, untuk menakhodai PB Persinas ASAD untuk lima tahun ke depan. (Lines/Rizal P.M)

Selamat Dan Sukses Munas Ke-5 Persinas ASAD

Sabtu, 26 Desember 2020

Semangat Warga LDII Membangun Masjid Dimasa Pandemi Corona Virus Disease-2019

KLATEN | LINES.ID - Pandemi virus corona COVID-19 bukan menjadi alasan tidak bisa melakukan ibadah, termasuk membangun Masjid, seperti yang sedang dilaksanakan warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) PAC Troketon, Pedan Klaten dua bulan terakhir ini (oktober-desember 2020).

        Walaupun dimasa-masa sulit semenjak musibah Covid-19 melanda dunia termasuk Klaten, Jawa Tengah ini, mulai dari bapak-bapak, pemuda, pemudi, ibu-ibu dan semuanya bersemangat dalam pembangunan masjid binaan PAC LDII Troketon, hujan panas, siang ataupun malam tidak mengurangi semangat warga LDII bergotong royong bahu membahu agar masjid impiannya segera jadi dan bisa dimamfaatkan untuk kegiatan ibadah.

       "LDII Troketon ini sebenarnya sudah mempunyai masjid, namun karna pesatnya perkembangan warga sekitar Troketon sehingga masjid yang lama sudah tidak muat lagi menampung para jama'ah yang ingin beribadah, sehingga berdasarkan musyawaroh dan mufakat seluruh jamaah masjid dan lingkungan diputuskanlah untuk pemugaran masjid dengan ukuran yang lebih besar lagi, dan alhamdulillah dimasa Pandemi ini bisa terwujud" Ujar Bp Sartono Ketua LDII Pedan, Klaten yang sekaligus kedapuk sebagai Kepala Pembangunan Masjid Nurul Huda yang beralamat di Dukuh Tandan, Desa Troketon, Pedan, Klaten ini.

          Ditambahkan oleh Bos Sartono (sebutan warga kepada beliau) "yaitu dalam pembangunan masjid baru ini dibagi menjadi 2 bagian, yakni yang pria fokus pada pembangunan masjidnya dan sedangkan yang perempuan fokus menyiapkan minuman, makanan, snack dan lain-lain untuk bapak-bapak yang sedang bergotong royong, dan ini dilaksanakan warga PAC Troketon tidak kenal waktu yaitu siang-malam, hujan-panas alhamdulillah warga tetap semangat imbuhnya".

        Bapak Wawan Setiyawan selaku bendahara sewaktu team redaksi LDII.OR.ID dan LINES.ID mewawancarai menjelaskan "bahwa dana pembangunan masjid ini berasal dari sumbangan sukarela warga LDII Troketon yang UNIKNYA TERNYATA BEBERAPA TAHUN INI SECARA PRIBADI WARGA LDII TROKETON INI SUDAH MENABUNG KHUSUS UNTUK PEMBANGUNAN MASJID & dana lainnya juga ada beberapa sumbangan atau donasi dari warga/perorangan dll diluar PAC LDII Troketon" ujar Bp. Wawan sambil melepas senyum khas kebumennya.

       "Dan sampai saat ini Alhamdulillah sumbangan-sumbangan satu dua masih ada yang masuk baik secara cash/tunai maupun transfer" tambah Bp. Wawan. Dan dalam wawancara ini Bp.Wawan juga menyertakan no hp beliau barangkali ada yang mau ikutan jariah masjid bisa langsung menghubungi beliau dengan nomor WA 081299143354.

        Dan penutup wawancara team Lines.Id dengan Bp.Sriwidodo selaku Ketua Dewan Pembina Pengurus LDII PAC Troketon "mengucapkan terimakasih syukur yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak atas terlaksananya pembangunan masjid ini dengan ucapan الحمدلله جزاكم الله خيرا, semoga kita semuanya senantiasa dalam keadaan sehat, waras, kuat, selamat, yoni, wibawa, jaya dan kelak diakhirot bisa sama-sama masuk surga selamat dari neraka...امين." (Lines/Rizal PM)

Kamis, 24 Desember 2020

Ridwan Kamil : Saya Salut Kepada LDII Atas Ikhtiarnya Dalam Pembangunan Bangsa Dan Negara

Bandung (24/12/2020) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW LDII Provinsi Jawa Barat secara daring dan menyambut baik penerapan muswil yang dilaksanakan sesuai prosedur protokol kesehatan di Grand Hotel Preanger Bandung, Kamis (24/12/2020). 

Muswil dilaksanakan secara luring di Grand Hotel Preanger Bandung dan secara daring di studio-studio mini di 27 DPD Kota/Kabupaten se-Jawa Barat.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrohim, secara resmi saya membuka pelaksanaan Musyawarah Wilayah VIII DPW LDII Provinsi Jawa Barat. Saya menyambut baik pelaksanaannya yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Ini menunjukkan kita ingin produktif namun mengutamakan keselamatan ,” ujar Emil, panggilan akrabnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, urai Emil, membuka pintu seluas-luasnya kepada LDII Jabar untuk berkolaborasi dan bekerjasama dalam menyukseskan program kerja (proker) pemerintah. Proker Pemprov Jabar menitikberatkan pada Jabar Juara Lahir Batin, dimana menitikberatkan pembangunan bukan hanya pembangunan fisik saja, namun juga pembangunan rohani masyarakat Jabar.

“LDII di luar bidang dakwah juga berkontribusi sebagai agen perubahan pembangunan di Indonesia, terutama di Jabar. Kontribusinya begitu luar biasa. Mudah-mudahan impiannya bisa berbuah seperti yang diimpikan. Mudah-mudahan bisa lebih baik dan sama-sama menolong. Kalau LDII bahagia, saya bahagia. Kalau LDII bersedih, saya bersedih,” katanya.

Menurut Emil, Pemprov Jabar mempunyai program Masagi dalam bidang pendidikan, yaitu pendidikan karakter yang mempunyai empat (4) kualitas, berupa  fisiknya kuat dengan tampilan sehat, IQ-nya cerdas karena diberi asupan ilmu umum, berakhlakul karimah dengan melaksanakan ilmu agama, dan menjadi orang yang beriman religius. 

Selain itu, imbuh Emil, Pemprov Jabar juga mempunyai delapan program unggulan ke-Islaman yakni pertama magrib mengaji, kedua subuh berjamaah, ketiga zakat digital, keempat one pesantren one product dimana saat ini 1.700 ponpes mempunyai produk, kelima english for ulama, keenam digitalisasi kitab kuning, ketujuh satu desa satu hafidz Al Qur'an, dan kedelapan kredit mesra berupa  pinjaman tanpa bunga yang sudah dimanfaatkan 30.000 orang.

Emil mengharapkan LDII untuk mendakwahkan persatuan, mendakwahkan ukhuwah, dan mendakwahkan Islam. 

“Jangan sampai karena berbeda agama maka bertengkar. Bahkan sama-sama agama Islam juga bertengkar, padahal rukun Islamnya sama ada lima. Sebagai pemimpin kelak nanti akan ditanya bagaimana kepemimpinanmu, bagaimana rakyatmu mudlorot atau tidak,” pungkasnya.

Berkontribusi Dalam Lompatan Kuantum

LDII pada era pandemi Covid-19 ini diharapkan memberikan kontribusi yang solutif terhadap permasalahan yang dihadapi bangsa. Dengan kondisi yang tidak normal saat ini, maka LDII dalam bekerja harus melakukan lompatan-lompatan kuantum sehingga bisa menghasilkan kontribusi solutif untuk memecahkan permasalahan yang dialami bangsa.

“Pada saat normal kita bekerja secara normal. Saat kondisi pandemi sekarang, maka dibutuhkan cara ekstra normal. Dibutuhkan lompatan-lompatan kuantum supaya bisa menghasilkan kontribusi bagi bangsa. Permasalahan bangsa adalah permasalahan LDII juga,” ujar Pj Ketum LDII, Chriswanto Santoso, saat memberikan sambutan dalam Muswil VIII DPW LDII Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung daring dan luring, di Grand Hotel Preanger Bandung, Kamis (24/12/2020).

Dalam pemilihan kepengurusan LDII Jabar yang baru, Chris menambahkan, diharapkan bisa memilih pemimpin yang mempunyai integritas, mempunyai program kerja wilayah, bisa menyusun program kerja yang sesuai kebutuhan, lebih cepat, trengginas dan kreatif dalam bekerja. “LDII yang lebih cepat, trengginas dan kreatif bisa terwujud jika pimpinannya trengginas dan bisa merespon kejadian,” imbuhnya. 

Muswil, menurut Chris, merupakan konsolidasi organisasi dan proses rutin setiap lima tahun. Pada muswil kali ini diharapkan sebagai upaya merespon kondisi terkini termasuk pandemi Covid-19. Presiden dalam sidang tahunan MPR mengingatkan Covid-19 berdampak terhadap kesehatan global, dan ekonomi. Bahkan jika ekonomi terkoreksi minus lima, bisa bgerak cepat menjadi krisis berdampak multi dimensi seperti terjadinya pengangguran dan kelaparan.

“Permasalahan-permasalahan itu harus ditanggapi LDII. Saat ini merupakan saat yang tepat bagi proses para pengurus LDII untuk mewakili aspirasi warga LDII agar bisa berkontribusi maksimal untuk Jabar juara lahir batin,” imbuhnya. 

Pada sektor pendidikan, Chris memaparkan, LDII meluncurkan platform e-pendidikan www.pondokkarakter.com pada 24 November 2020 yang lalu. Platform itu hadir disebabkan karena ada kekosongan pada sektor stake holder tenaga pendidiknya. Selama ini fokus pendidikan hanya terpacu pada siswa didik. Sehingga keberadaan platform ini sebagai bekal kepada pendidik dan stake holder pendidikan.

“Platform ini kita tujukan kepada sektor stake holder tenaga pendidiknya sebagai bekal kepada mereka. Ada istilah guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi ini menjelaskan bagaimana pentingnya posisi tenaga pendidik sebagai teladan kepada siswa didiknya,” pungkas Chris. (Lines/Rpm/Kim Dpd Ldii Tuba)

Jumat, 27 November 2020

Kementrian Agama Kabupaten Tulang Bawang Ajak Ponpes Binaan LDII Dalam Forum Sosialisasi Pondok Layak Anak

Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang mengadakan Sosialisasi Pondok Layak Anak dengan pemateri dari Fasilitator Kabupaten Layak Anak (FKLA) Bapak  Toni Fiser dan kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) kabupaten Tulang Bawang Ibu Dra.Desia kusumayuda,M.Si .

Hadir dalam acara tersebut unsur pimpinan pondok, pengurus masjid, dan rumah ibadah non muslim. Acara yang di laksanakan pada hari Jum'at tgl 26 November 2020 bertempat di aula kantor kemenag tulang bawang dibuka langsung oleh Plt. Kepala kantor  Anthon shofari.

Hadir pada acara tersebut Ustad. Irsyad Fuadi, S.pd.I selaku Pimpinan Pondok Pesantren Miftahurrossydin binaan DPD LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan ketua masjid At-Taqwa bapak H. Hartoko.

Acara sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam upaya pencegahan sejak dini kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya di lingkungan Pondok Pesantren dan majelis taklim di setiap masjid serta tempat ibadah lainya.

Diharapkan peran ulama, pimpinan pondok pesantren, ketua masjid dan rumah ibadah non muslim serta tokoh agama dapat lebih berperan dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Rpm/KIM DPD LDII TUBA)

Kamis, 12 November 2020

LDII Launching Pondok Karakter, E-Edukasi Pertama yang Fokus Pembangunan Karakter


Jakarta (12/11). Kala perusahaan start-up mulai melirik dunia pendidikan yang sifatnya komersial, LDII melawan arus tersebut dengan mendirikan platform e-learning, pondokkarakter.com. Pondok Karakter berfokus terhadap pembangunan karakter profesional religius. Karakter tersebut merupakan program DPP LDII sejak Munas VII pada 2011. Aplikasi tersebut akan dilansir pada 24 November 2020.


Pondok Karakter bakal menjadi e-learning perdana yang fokus pada pembentukan karakter, “Kami memiliki 236 satuan pendidikan, baik pada tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Di sekolah-sekolah itu selain mendapatkan pendidikan formal, para peserta didik memperoleh pendidikan karakter,” ujar Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso. 


Sejak Munas LDII pada 2011 itu, LDII menggelar beragam workshop, diskusi kelompok terpumpun (FGD) dan beragam seminar. Bahkan pakar pendidikan LDII dikirim ke satuan-satuan pendidikan untuk memberikan pelatihan kepada ketua yayasan, kepala sekolah, guru, hingga pamong, “Sejak Rakernas LDII 2018, kami mulai memikirkan internet dan teknologi informasi sebagai media membangun karakter,” kata Chriswanto Santoso. 


Menurut Chriswanto Santoso, profesional religius adalah individu yang memiliki sifat alim-faqih, ber-akhlakul karimah, dan mandiri atau yang dikenal sebagai Tri Sukses, “SDM religius adalah generasi yang memiliki keterampilan sekaligus memiliki pemahaman agama yang kuat, yang kami harapkan menjadi generasi unggul pada masa depan,” ujarnya. 


Sementara itu, Ketua DPP LDII Basseng yang juga koordinator Education Clearinghouse (ECH), mengatakan aplikasi Pondok Karakter memungkinkan materi ajar bisa diakses secara luas dan dalam waktu singkat, “Hal ini memungkinkan percepatan dalam proses pembangunan karakter pada satuan-satuan pendidikan,” ujarnya.


Menurutnya, ECH menyusun materi-materi dalam Pondok Karakter secara berkesinambungan, “Saat seorang peserta didik memasuki usia sekolah dasar, para pendidik membutuhkan materi-materi sesuai usia anak. Ketika anak memasuki pendidikan lanjutan, tentu materi untuk sekolah dasar tak relevan. Maka, disediakan pula materi untuk remaja dan seterusnya,” ujar Basseng.


Beragam materi dalam bentuk modul, paper, hingga video dapat diakses dalam Pondok Karakter. Seluruhnya disusun oleh anggota ECH sesuai dengan bidang mereka masing-masing, “Terdapat pula materi untuk para orangtua, karena merekalah yang membentuk karakter anak sejak dalam kandungan,” ujar Basseng.


Menurut Basseng, bila orangtua, penyelenggara pendidikan, kepala sekolah, guru, dan pamong memiliki referensi yang sama, maka pendidikan karakter bisa berhasil, “Bila semua orang memiliki materi pendidikan karakter dan menerapkannya, maka sang anak makin banyak terekspos dengan nilai-nilai moral,” imbuhnya. 


Ia mengatakan dengan pendidikan karakter yang intensif dari berbagai pihak di sekolah, mulai dari office boy hingga pendidik, karakter mendarah daging dalam jiwa sang anak. Sehingga mereka saat terjun dalam dunia kerja maupun berwiraswasta, akan bekerja dengan jujur, berintegritas dan memiliki profesionalitas yang tinggi.


Menurutnya, tanpa nilai-nilai moralitas yang diperoleh dari religi, maka ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia justru bisa berakibat kerusakan. Inilah yang menjadi perhatian LDII. Menurut Basseng, dengan menerapkan pendidikan karakter, LDII telah melakukan kontribusi dalam cita-cita pembangunan nasional. Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur pada masa mendatang.


LINES/KIM DPD LDII Tulang Bawang/Rpm