Senin, 05 Februari 2024

Perkuat Toleransi Antar Ormas Serta Lintas Agama, LDII Papua Selatan Gelar Silaturrahim Kebangsaan


Papua Selatan - Perkuat Persaudaraan dan Toleransi Antar Umat Beragama LDII Papua Selatan Gelar Silaturahim Bersama Toga dan Topem Merauke, 31/01/2024.

Bertempat di RM Sederhana Merauke LDII Papua Selatan menggelar Silaturahim kebangsaan untuk perkuat Persaudaraan dan Toleransi antar umat beragama di wilayah Papua Selatan.

Hadir dalam kegiatan silaturohim Ketua Majelis Muslim Papua H. Abdul Awal Gebze, S.Pd, Ketua FKUB Pastur Jhon Kandam, Wakil Ketua MUI Kabupaten Merauke H. Abdul Qadir Arief, S.Ag, M.P.di, Ketua KKSS Ir. H.Fadli, M.T, dan salah satu pengurus NU Merauke H. Suwandiyono dan Ketua DPD LDII Merauke H. Fadlan, S.T beserta jajaran dan Ketua DPW LDII Papua Selatan H. Bekti Utomo, S.Sos.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari kunjungan Pengurus DPP LDII Ustadz Dwi Pramono LC, M.Si dan Dr. Ahmad Ali MD MA dalam rangka Mengenal lebih dekat metode pembinaan Generasi Muda dalam bingkai Profesional Religius yg dilaksanakan di wilayah Papua Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII PAPSEL H.Bekti Utomo, S.Sos menyampaikan bahwa silaturahim ini merupakan wujud Karya Kontribusi dan Komunikasi LDII di Papua Selatan untuk merawat kerukunan antar ormas Islam dan antar umat beragama di wilayah Papua Selatan, senada dengan Ketua DPW LDII, Pastur Jhon Kandam juga menyampaikan pendapatnya bahwa LDII di Merauke sering melaksanakan kegiatan menjaga nilai nilai Kebangsaan dan peningkatan Kapasitas SDM dan saya sangat senang hadir dalam kegiatan ini,

Minggu, 04 Februari 2024

LDII Mimika Hadiri Harlah Nahdlatul Ulama Ke 101



TIMIKA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika La Ode Muh Norris Ashara SS didampingi Jajaran Pengurus LDII menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama Ke 101 PCNU Kabupaten Mimika Memperingati Istra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw Bertempat di kediaman KH. Hasyim Asyari Jl. Hasanuddin, Kota Timika Papua Tengah pada Senin (29/1/2024) malam.

Kegiatan Harlah Nahdatul Ulama di Buka langsung Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos.,MM 

Dalam sambutannya johannes Rettob mengucapkan Selamat memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) Yang Ke 101 Tahun dan juga Memperingati Isra’Miraj Nabi Muhammad SAW dan Haul KH.Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur Ke-43.

"Dalam Kesempatan Ini Saya Atas Nama Pemerintah Mengucapkan Banyak Terimakasih Kepada Seluruh Umat NU Kabupaten Mimika yang Telah Bersama-sama Pemerintah , Yang Telah Menjadi Mitra Pemerintah Dalam Membangun Kabupaten Mimika Dengan Caranya Masing-masing,Dengan Profesinya Masing-masing yang telah Bersama-sama membangun Mimika Untuk Menjadi Lebih Baik.
Saya Berharap Semua Umat NU Yang Ada di Kabupaten Mimika Harus Bersungguh-sungguh Dalam Meneladani Para Pendahulu Sebagaimana Yang Telah Diajarkan dan Semoga NU bisa menjadi Berkat Untuk Masyarakat Kabupaten Mimika," Tutur Johannes.

Hadir sebanyak 11 Pengurus LDII Antara lain Ketua La Ode Muh Norris Ashara SS, Wakil Ketua H. Zainul, H. Paimin ST.,MT, Bagian Hukum dan Hak Azasi Manusia Afdol Rozak Setiawan, Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah Ust Achmadun, Ust Lanjar Eko Susilo, Ust Ahmad Budiyono, Bagian Pendidikan Umum dan Pelatihan Ust Priyanto, Bagian Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Ust Kusmentri serta hadir pula ketua senkom Mimika Fadly Go'o. 

Senin, 29 Januari 2024

Ketum LDII: Debat Capres Cawapres Adalah Ajang Kampanye Untuk Memaparkan Program dan Saling Menguji Program



Kendari (29/1). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengajak rakyat Indonesia menapaki tahapan Pemilu dengan rasional dan dewasa. Tahapan Pemilu salah satunya adalah debat capres dan cawapres yang menguras emosi pemirsa.

“Debat capres dan cawapres adalah ajang kampanye untuk memaparkan program dan saling menguji program para kandidat, juga pemahaman dan pengetahuan terhadap isu-isu nasional dan global. Dan harus diingat di dalamnya ada juga pertunjukan atau drama untuk menarik simpati. Bahkan bila memungkinkan ada peluang untuk mengurangi popularitas pihak lain,” ungkap KH Chriswanto dalam acara Konsolidasi Organisasi yang diadakan DPW LDII Provinsi Sulawesi Tenggara, 27-28/1. 

Dalam konsolidasi di Ponpes Al-Manshurin, Kota Kendari itu KH.Chriswanto mengatakan debat kandidat calon pemimpin negara tidak banyak mempengaruhi elektabilitas dan popularitas capres-cawapres. Bahkan juga tidak menggerus angka penerimaan publik, “Berbagai lembaga survei menyebut hanya 2-3 persen saja yang mengubah pilihan setelah menyaksikan debat capres-cawapres. Mereka adalah pemilih rasional yang umumnya kalangan terdidik,” tutur mantan politisi Golkar Jawa Timur itu.

KH Chriswanto berpendapat, umumnya pemilih Indonesia dikelompokkan sebagai pemilih tradisional dan rasional. Para pemilih tradisional umumnya meyakini pilihannya dengan pertimbangan budaya, ideologi, karakter kandidat, profesinya, hingga spiritual. Sementara pemilih rasional cenderung pada program kerja para kandidat. “Inilah mengapa sangat sulit mengubah pilihan para pemilih tradisional,” ungkapnya. 

Justru yang mengkhawatirkan adalah, potongan-potongan debat itu disebarkan dengan tujuan disinformasi di media sosial, “Bisa dimaklumi, pemirsa debat hanya menyaksikan acara hanya pada 5 menit pertama, yang menonton debat sampai habis juga minim. Bahkan banyak yang menonton hanya setengah acara saja,” ujar KH Chriswanto mengutip penelitian lembaga survei.

Pemotongan durasi tersebut, bertujuan untuk membuat framing untuk menaikkkan jumlah simpatisan ataupun memperbanyak haters terhadap capres-cawapres tertentu. Persoalannya, pemilih tradisional ini tidak tergoyahkan. Mereka makin emosional dan marah bila kandidat mereka dikampanyehitamkan, “Aksi inilah yang justru bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” keluhnya. 

Ia pun mengajak semua pihak untuk dewasa dalam menyikapi debat capres. Hati mungkin panas, tapi kepala harus tetap dingin, “Dan juga tidak ikut aktif menyebar konten-konten potongan debat kepada orang lain. Satu orang emosi, mempengaruhi orang lain untuk emosi, bisa mengakibatkan kemarahan publik,” ujar KH Chriswanto. 

Ia juga mengajak semua pihak menerima konsekuensi dari demokrasi Indonesia yang terlanjur liberal, dan membuat siapapun bisa bicara apa saja. Menurutnya, hak-hak untuk bicara dan memilih sesuai keinginan hati saat pesta demokrasi, juga harus diikuti dengan kewajiban menjaga kondusivitas Pemilu, agar tetap berjalan dengan damai. 

KH Chriswanto menganjurkan agar demokrasi yang merupakan produk Barat itu, terus disempurnakan agar selaras dengan nilai-nilai keindonesiaan, yang mengedepankan musyawarah atau partisipasi publik, “Demokrasi Indonesia adalah musyawarah mufakat yang selaras dengan Pancasila. Hal tersebut juga sesuai dengan prinsip demokrasi deliberatif yang juga mensyarakatkan musyawarah mufakat dengan melibatkan partisipasi publik,” tuturnya. 

Ia berharap tingginya tensi tahun politik menjelang Pemilu, tetap menggugah kesadaran setiap anak bangsa. Untuk mewujudkan Pemilu yang damai dan demokratis, serta jujur. Untuk mewujudkan impian para pendiri bangsa, melalui presiden dan wakil presiden terpilih untuk membangun Indonesia yang sejahtera dan mencerdaskan kehidupan bangsa.