Selasa, 20 September 2022

Muswilub LDII Sumbar, Ketum DPP Tekankan Peningkatan Kerja Sama untuk Bangun SDM Profesional Religius


Kota Padang (20/09).  DPW LDII Sumatera Barat menggelar Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) bertajuk "Wujudkan Generasi Unggul Profesional Religius untuk Sumatera Barat Bangkit dan Madani" di Aula Kantor Gubernur, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (19/9). 

Dalam sambutannya, Pj Ketua DPW LDII Sumbar H. Afrizal Yaman mengatakan, Muswilub ini merupakan manifestasi dari usulan dan saran yang berkembang dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) pada Maret lalu. “Alhamdulillah, Muswilub dapat dilaksanakan hari ini di Aula Kantor Gubernur Sumbar. Tujuan Muswilub ini menyampaikan pertanggungjawaban pengurus lama serta memilih ketua dan kepengurusan yang baru masa bakti 2022-2027. Selain itu, LDII Sumbar akan menyusun dan menetapkan kembali program kerja lima tahun ke depan," ungkapnya.

Afrizal berharap, kepengurusan yang baru dapat melanjutkan program kerja kepengurusan yang lama dan meningkatkan kerjasama dengan semua pihak membangun Sumbar. "Kami berharap LDII Sumbar dapat berkontribusi serta merekomendasikan pendukung kemajuan Sumatera Barat kedepannya," ujar Afrizal.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Pj Ketua dan pengurus LDII Sumbar yang telah berhasil melaksanakan Muswilub dalam tenggat waktu yang telah disepakati saat Rapimwil lalu. “Muswilub merupakan sebuah proses yang biasa dilakukan sebuah organisasi. Secara organisatoris kekosongan tampuk jabatan Ketua DPW LDII Sumbar M. Ari Sultoni yang dipindahtugaskan menjadi Hakim AdHoc Tipikor di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, menjadi landasan perlunya menyelenggarakan Muswilub,” ujar Chriswanto

Menurut KH.Chriswanto, tema yang diangkat dalam Muswilub sangat tepat dan sesuai dengan keadaan terkini di Sumatera Barat, “Saya melihat LDII Sumbar mengangkat tema yang sangat relevan dengan visi misi masyarakat Sumbar, yaitu mewujudkan masyarakat unggul, madani dan berdaya saing,” tutur Chriswanto.

Sementara itu, mewakili Gubernur Sumbar, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Sumatera Barat, Elsanra Eka Putra dalam sambutannya mengungkapkan, LDII agar lebih banyak lagi berkontribusi terhadap Sumatera Barat. “LDII sudah memasuki usia emas, dengan warganya yang sangat banyak tersebar di seluruh nusantara, harapan saya kontribusi dan pengabdian LDII tidak hanya di tingkat pusat, namun juga dapat dirasakan masyarakat Sumbar,” ujarnya.

Elsanra menambahkan, setelah dilaksanakannya Muswilub, LDII Sumbar perlu segera melakukan konsolidasi organisasi guna memunculkan semangat kerjasama membangun negeri. “Seperti yang dikatakan oleh Ketum DPP LDII," ungkapnya.

Dalam Rapat Paripurna Muswilub LDII Sumbar itu menetapkan secara aklamasi H. Afrizal Yaman sebagai Ketua LDII Sumbar masa bakti 2022-2027. Secara bulat 16 perwakilan DPD kota dan Kabupaten se-Sumbar bersepakat memilih Afizal Yaman.

“Sungguh ini amanah yang besar dan harus saya jalankan bersama-sama semua pengurus DPW, DPD, PC dan PAC LDII se-Sumbar. Saya tidak akan mampu berjalan seorang diri, arahan bimbingan dewan penasihat, serta seluruh pihak. Keberadaan LDII Sumbar hari ini ada berkat kerja keras semua elemen di tubuh LDII Sumbar, termasuk di periode sebelumnya. Amal sholeh ini ini belum selesai dan akan diteruskan dengan semangat fastabiqul khairat," ungkapnya.

Afrizal berpesan amanah yang diberikan oleh pengurus DPD LDII se-Sumbar, menjadi landasan untuk mengaktifkan kembali sektor-sektor yang masih stagnan dikarenakan pandemi Covid-19. “Saya berharap, kepengurusan baru yang sudah sama-sama dilantik, dapat meningkatkan kontribusi dan pengabdian LDII ke seluruh pelosok Sumatera Barat dalam lima tahun kedepan, panji-panji LDII harus berkibar,” ujar Afrizal.

Pada upacara penutupan, Ketua Umum DPP LDII KH.Chriswanto Santoso mengapresiasi kepada seluruh kader LDII di Sumatera Barat. Ia meyakini, apa yang telah diperlihatkan hari ini membuktikan keseriusan pengurus LDII untuk berkiprah membawa nama organisasi lima tahun ke depan.

“Saudara-saudara sekalian, apa yang dipertontonkan hari ini saya saksikan sebagai sebuah jaminan bahwa insya Allah kinerja pengurus LDII kedepannya akan jauh lebih baik lagi. Sebab Muswilub dilaksanakan tanpa harus ada perdebatan yang terlalu tajam, semua berjalan mulus, demokratis sehingga dapat bermusyawarah mufakat,” ujarnya.

Ia berpesan, pengurus LDII Sumbar terus menjaga kekompakan, kerukunan, kerja keras dan menjalin komunikasi yang baik. Selanjutnya, LDII Sumbar perlu juga mencetak kader muda LDII untuk melanjutkan tongkat estafet kepengurusan di waktu mendatang. (Nisa/Lines)

Sabtu, 17 September 2022

Mendag Zulkifli Hasan Beri Motivasi Wirausaha Santri Ponpes Budi Utomo


Solo (16/9). Para santri sebagai pendakwah, harus punya kemandirian ekonomi dengan wirausaha agar tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat berpidato di hadapan santri Ponpes Budi Utomo, Surakarta, Kamis (15/9).

Ini adalah kunjungan kedua Mendag Zulhas ke Ponpes Budi Utomo Surakarta. Ia memotivasi para santri yang ingin mengembangkan bakat dan minat wirausaha terutama yang ingin mengembangkan wirausaha mandiri sehingga sebagai pendakwah memiliki finansial kuat. "Keahlian wirausaha itu dapat ditiru juga oleh santri lainnya," kata Zulhas melanjutkan.

Pimpinan Ponpes Budi Utomo, KH Thoyyibun menambahkan, Ponpes asuhannya selama ini telah menerapkan konsep tri sukses yaitu berilmu, berbudi pekerti yang baik, dan kemandirian. "Jadi ketika santri lulus dari sini, sudah siap diterjunkan di masyarakat," ujarnya.

Ketua DPD Muhammad Zain juga mengapresiasi kehadiran Mendag Zulhas yang memberi pembekalan kepada santri tersebut. "Kami harap para santri menjadi lebih termotivasi. Selama ini kami juga membantu Pemerintah dalam mencetak kader-kader bangsa yang nasionalis dan profesional religius," ujarnya. Ia melanjutkan, kehadirannya ini menjadi bukti perhatian Zulhas kepada ponpes di Surakarta itu.

Sebelumnya, Zulhas berkunjung untuk silaturrahim sekaligus mendengar kebutuhan aspirasi para santri dan pengurus pondok. Karena itu ia berharap, para santri dapat memanfaatkan ilmunya dari pondok dan ditularkan ke masyarakat luas. "Sehingga muncul pejabat dan pembuat peraturan dari santri, khususnya santri Ponpes Budi Utomo," ujar Zulhas.

Kamis, 15 September 2022

Kembesnas Sako SPN 2022, Wahana LDII Bentuk Karakter Profesional Religius


Sumedang (14/9). Perhelatan “Kemah Besar Nasional (Kembesnas)” yang digelar Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) resmi dibuka oleh Wakil Komisi Saka, Sako dan Gugus Darma Kwartir Nasional Pramuka, Yuniar Ludfi di Bumi Perkemahan Letjen (Purn) Mashudi, Kiara Payung, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (14/9). 

Dalam sambutannya, Yuniar Ludfi mengapresiasi Sako SPN sebagai wadah pembinaan Pramuka berbasis masjid, majelis taklim, dan pondok pesantren. Hal tersebut, sebagai wahana DPP LDII untuk menumbuhkan karakter profesional religius lewat kegiatan kepramukaan, “Kegiatan Kemah Besar Nasional yang digelar oleh Sako SPN ini juga merupakan bagian dari pembinaan di dalam gerakan Pramuka,” ucapnya pada acara yang turut dihadiri Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso tersebut. 

Ia berpesan, Sako SPN senantiasa berkoordinasi dengan Kwartir Pramuka setempat untuk membina karakter anak bangsa lewat kegiatan kepramukaan, “Semua kegiatan Sako harus dikoordinasikan oleh Kwartir, Pimpinan Sako juga harus berkoordinasi dan berada di bawah arahan Kwartir, tujuannya agar pelaksanaan Sako benar-benar selaras dengan kegiatan Kwartir,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga berpesan, fokus pembinaan karakter yang dicanangkan Sako SPN harus selaras dan padu dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, “Saya meminta kepada semua peserta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti semua kegiatan,” jelasnya. 

Ia mengajak kepada peserta untuk menjunjung tinggi tali persaudaraan selama mengikuti Kembesnas, “Mari berkemah dengan gembira, saling menjalin persaudaraan, selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ajaknya. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Sako SPN, Edwin Sumiroza mengungkapkan, pembinaan karakter generasi penerus LDII yang diwujudkan melalui kegiatan kepramukaan, diselaraskan dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. “Semua itu makin memantapkan kami dalam menjalankan darma pramuka dari level nasional hingga level gudep,” jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Komisi Saka, Sako dan Gugus Darma Kwartir Daerah Pramuka Jawa Barat Imam Pramudya Subagja mengapresiasi Sako SPN yang telah menyelenggarakan Kemah Besar Nasional di wilayah Jawa Barat. “Kami dari Kwarda sudah kedatangan rombongan dari Sako SPN terkait pelaksanaan Kemah Besar Nasional yang digelar di Buper Kiara Payung,” ujarnya. 

Menurutnya, Kembesnas ini merupakan momentum bangkitnya kegiatan kepramukaan pasca Pandemi Covid-19, “Perkemahan besar ini, bagi kami adalah sebuah momentum yang ditunggu-tunggu. Respon dari para Pramuka Penegak dan Penggalang ini luar biasa, bisa kembali menyelenggarakan perkemahan setelah pandemi Covid-19,” tutupnya. 

Melalui kegiatan kepramukaan, LDII terus berkontribusi untuk mewujudkan generasi profesional religius dengan karakter alim faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Kembesnas Sako SPN 2022 digelar selama tiga hari, sejak Rabu (14/9), dan diikuti oleh 800-an Pramuka Penggalang dan pendamping yang berasal dari 16 Provinsi. 

Dengan mengusung tema “Membangun Generasi Penerus yang Mandiri, Terampil, dan Religius”, kegiatan ini digelar sebagai ajang evaluasi penyelenggaraan Pramuka di seluruh Indonesia, dalam menyiapkan keterampilan siswa didik untuk belajar hidup bermasyarakat. (Fitri/Lines)

Rabu, 14 September 2022

LDII Surakarta Helat Penguatan Kompetensi Dakwah 200-an Dai Muda


Solo (14/9). DPD LDII Kota Surakarta menghelat “Penguatan Kompetensi Dakwah Dai Muda Surakarta” di Red Chilles Hotel, Surakarta, Jawa Tengah pada Sabtu (10/9). Kegiatan tersebut diikuti 200an dai LDII se-Kota Surakarta. 

Ketua DPD LDII Kota Surakarta M. Zain menyampaikan, tujuan kegiatan itu untuk mendukung pembangunan generasi profesional religius. “Dai mendidik generasi dengan program Tri Sukses, yakni mandiri, berilmu dan berakhlakul karimah, sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dai perlu terus dilatih untuk menyampaikan dakwah dengan santun. “Tidak menyinggung kanan dan kiri, menghormati semua golongan, agama dan etnis. Serta, menciptakan suasana yang damai, sejuk, rukun dan harmonis,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan seperti itu, akan terwujud lingkungan yang harmonis dan nyaman. “Sehingga, semua permasalahan dapat dipecahkan tanpa harus mencari pelampiasan yang negatif,” pungkasnya.

Menurut Zain, perkembangan zaman saat ini sangat cepat. Pihaknya memberikan kompetensi kepada para pendakwah agar dalam menyampaikan wejangan agama dapat disampaikan secara  _pait madu_ yakni bicara secara sopan santun dan jangan sampai arogan dan menyinggung pihak-pihak tertentu. Sehingga dapat berdampak buruk.

"Dai-daiyah dibina menjadi individu yang unggul dari sejak kecil, sehingga ada program "Tri Sukses" yaitu mandiri, berilmu, dan berakhlakul karimah, ungkapnya.

Mengapresiasi kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa menyampaikan terima kasih pada LDII. “Para peserta ini, yang akan meneruskan kepemimpinan Kota Surakarta, sebagai ujung tombak dan ujung tombok,” ujarnya. 

Menurutnya, penguatan kompetensi berkualitas untuk dai daiyah ini sangat penting, terutama saat memberikan dakwahnya kepada masyarakat luas. "Dai dan daiyah ini memiliki tugas untuk berdakwah yang menyejukkan di masyarakat dengan tetap menjunjung kesatuan dan persatuan dalam bingkai NKRI," kata Teguh Prakosa.

Teguh menambahkan, program yang telah dilaksanakan LDII sudah membantu pemerintah dari segala aspek dalam kehidupan.  “Saya yakin generasi muda dai daiyah dari LDII ini hebat, dan mari kepada seluruh lapisan masyarakat dari tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, mari kita rawat anak anak kita demi menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” pungkas Teguh Prakosa.

Polresta Solo Silaturahim dengan LDII, Bahas Pencegahan Perundungan dan Radikalisme



Solo (14/9). Pencegahan perundungan atau bullying dan pembentengan radikalisme menjadi fokus utama LDII Solo dalam membentuk generasi profesional religius yang cinta tanah air. Pasalnya, perundungan dapat berdampak buruk pada mental anak, sedangkan radikalisme dapat meruntuhkan jiwa nasionalisme. 

Ketua DPD LDII Kota Solo, Muhammad Zain mengungkapkan, di Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo yang merupakan di bawah naungan LDII, telah menyediakan program konseling. “Kami sediakan tempat khusus bagi santri yang mendapatkan perundungan. Kami tidak ingin, hal itu terjadi di tempat pendidikan, khususnya ponpes,” ujarnya saat menerima silaturahim Pelaksana tugas (Plt) Kapolresta Solo, Kombes Pol Alfian Nurrizal, pada Selasa (13/9). 

Ia melanjutkan, jika terdapat perundungan, santri harus melapor ke kantor pengelola ponpes, “Setelah itu, korban dan pelaku perundungan didamaikan, dan diberikan pengertian tidak boleh melakukan itu,” tegasnya. 

Sementara itu, terkait radikalisme, Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, kepolisian menjalin kolaborasi dengan ormas Islam untuk membentengi generasi bangsa dari gempuran paham radikalisme. “Sehingga upaya menyebarkan wawasan kebangsaan akan digencarkan guna membentuk mental generasi yang tangguh,” ujarnya. 

Ia pun dalam kesempatan itu mengapresiasi LDII Solo yang telah memberikan materi wawasan kebangsaan, Pancasila, dan nasionalisme pada santri. “Hal itu penting untuk mencegah munculnya bibit-bibit paham radikalisme,” imbuh Alfian. 

Selain isu perundungan dan radikalisme, Polresta Solo dan LDII juga membicarakan isu keamanan dan ketertiban masyarakat. “LDII Solo siap berkolaborasi dengan Polresta Solo dalam menjaga kamtibmas di Solo. Hal ini, sebagai komitmen dan dedikasi kami dalam memegang teguh Pancasila,  UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tegas Zain.

Selasa, 13 September 2022

Inflasi Bakal Menyusahkan Masyarakat Bawah, LDII Sarankan 4 Roda Berputar


Jakarta (13/9). Kondisi ekonomi global yang melambat, krisis pangan dan energi membuat negara berkembang kesulitan. Keadaan tersebut mengakibatkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, yang berkontribusi memicu inflasi.

DPP LDII menilai langkah pemerintah yang memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat, yang terdampak langsung kenaikan BBM sebagai program jaring pengaman sosial yang diberikan sebagai upaya meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, BLT tersebut menurut Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso bersifat pertolongan pertama, yang terpenting adalah bangsa ini kembali dan terus menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. 

“Bila gotong-royong dan kepedulian sosial menjadi karakter bangsa, Insya Allah kita bisa hadapi bersama-sama. LDII mendorong gotong-royong dan kepedulian sosial dalam bentuk empat roda berputar,” ujar KH Chriswanto Santoso. 

Empat roda berputar itu, menurut KH Chriswanto adalah pertama, yang kuat membantu yang lemah. Kedua, mereka yang bisa, mengajari yang tidak bisa. Ketiga, yang ingat mengingatkan yang lupa. Sementara keempat, yang salah dinasehati dan diingatkan untuk memperbaiki kesalahannya. “Keempat hal tersebut merupakan nilai-nilai kebaikan yang universal, yang dapat diadopsi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutur KH Chriswanto. 

Negara menurutnya, memiliki kewajiban menjaga dan menyejahterakan rakyatnya. Namun, kompleksitas masalah mengharuskan masyarakat menghimpun dirinya dalam konteks masyarakat madani, untuk membantu pemerintah. Maka, warga masyarakat yang kuat secara politik dan ekonomi harus membantu masyarakat lainnya, yang belum terjangkau tangan pemerintah, “Terutama pada saat krisis ekonomi, yang mungkin saja akan kita hadapi,” ujarnya. 

Sementara yang bisa mengajari yang tidak bisa, bisa diwujudkan dengan mendorong munculnya pengusaha-pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, terbuka luas lapangan kerja untuk membantu meringankan beban masyarakat. 

“Konsep yang ingat mengingatkan yang lupa, adalah selalu kritis dan memberi masukan terhadap kebijakan pemerintah. Agar masyarakat bisa kreatif dalam berekonomi, di mana kebijakan selalu berpihak kepada masyarakat bawah. Namun mampu mengakomodasi kepentingan investor,” imbuh KH Chriswanto. 

Ia memaparkan konsep yang salah dinasehati, diingatkan untuk memperbaiki kesalahannya, adalah seluruh bangsa Indonesia baik masyarakat maupun pejabat negara harus lapang dada, “Semua pihak harus saling mengingatkan agar tidak mengulangi kesalahan. Suatu aturan atau kebijakan kadang kurang pas di lapangan. Untuk itu, sangat penting saling mengingatkan,” tuturnya. 

Dalam pandangan KH Chriswanto, masyarakat tidak harus emosi apalagi sampai berbuat anarki untuk mengingatkan penguasa. Sementara penguasa, jangan dengan mudah menghukum rakyat karena kekhilafan mereka, “Pendek kata, kita semua saling ingat mengingatkan dan diarahkan kepada kebaikan,” imbuh KH Chriswanto.

Bila empat roda berputar tersebut dilaksanakan seluruh elemen bangsa, KH Chriswanto meyakini bangsa Indonesia dapat melalui krisis dengan selamat, “Bangsa besar bukan hanya dilihat dari luas wilayah dan kekuatan militernya, namun karakternya sebagai bangsa yang unggul,” pungkasnya.

Minggu, 11 September 2022

LDII dan Senkom Mitra Polri Tandatangani Nota Kesepahaman Penguatan Moral dan Karakter Bangsa


Jakarta (10/9). DPP LDII dan PP Senkom Mitra Polri menandatangani nota kesepahaman terkait kemitraan untuk penguatan moral dan karakter bangsa. Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Jakarta, Sabtu (10/9). 

Sekretaris Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan nota kesepahaman itu bertujuan untuk mengamandemen Nota Kesepahaman No. MoU -07/DPP LDII/IV/2012 dan No. MoU - 05/PP. SENKOM/IV/2012.

"Penandatanganan nota kesepahaman oleh Ketua Umum DPP LDII dan Ketua9 Umum PP Senkom ini sebenarnya adendum dari MoU sebelumnya yang dilaksanakan pada tahun 2012. Intinya adalah pembinaan sumberdaya manusia LDII dan Senkom Mitra Polri," ungkapnya.

Menurutnya, mempertegas arahan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso yakni LDII memiliki paradigma "Bersanding bukan Bersaing". Untuk itu, LDII menggandeng berbagai pihak termasuk Senkom Mitra Polri untuk bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk pengamanan di majelis-majelis taklim di lingkungan LDII.

"Tujuannya di setiap jajaran mulai dari yang paling bawah hingga di level pusat kerja sama ini akan lebih erat dan harus dipertebal. Sehingga esensi dari nota kesepahaman antara DPP LDII dan PP Senkom Mitra Polri bisa terwujud sesuai dengan tupoksinya masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Senkom Mitra Polri Nedy Wibhara mengatakan, pihaknya sering mendapatkan pelatihan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari TNI-POLRI dan bergabung dalam berbagai pengamanan tempat ibadah dan pengamanan mudik lebaran. Hal itu mendorong Senkom Mitra Polri untuk menjalin kerja sama dengan LDII terkait kamtibmas. 

"Untuk kamtibmas sendiri, kami saling bekerja sama dengan baik dengan LDII  Kita mempersiapkan keamanan di majelis-majelis taklim LDII. Kita berusaha memberikan rasa aman nyaman dan tenang dalam beribadah," ujarnya. 

Senkom Mitra Polri, menurutnya, juga mendapat kepercayaan menangani kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan SAR Nasional (Basarnas). "Selama ini kami Senkom mitra Polri dipercaya oleh BNPB, Basarnas dan stakeholder lainnya untuk melakukan pengamanan di wilayah yang terdampak bencana," ucapnya. 

Untuk itu, dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan LDII, Senkom Mitra Polri dapat membantu dalam penyaluran bantuan yang dilakukan oleh LDII. "Kami harap dapat bekerja sama dengan LDII dalam hal pengiriman bantuan, mengirimkan relawan dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ia menambahkan, Senkom Mitra Polri di setiap jajaran berkomitmen bekerja dengan LDII dan stakeholder lainnya, dalam semua bidang terutama masalah kemanusiaan. (faqih/ lines)