Senin, 08 Agustus 2016

Pemuda LDII Juara Pertama Kompetisi Perminyakan Se-Asia Pasifik


Oscar Dwi Marjuwan bin Muliyanto asal Sidoarjo, Jawa Timur, masih tergolong muda di antara teman sebayanya di kampus. Dia saat ini berusia 19 tahun sedang menempuh studi semester 6, jurusan Teknik Perminyakan, FTTM, Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun warga LDII yang aktif mengikuti pengajian di PAC LDII Tubagus, Dago, Bandung Utara ini memiliki sederet prestasi gemilang skala nasional hingga Asia Pasifik.


Beberapa waktu lalu di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) digelar sebuah event tahunan berskala Asia-Pasifik yaitu PETROLIDA 2015. Ajang ini merupakan acara terbesar yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) ITS, yang terdiri dari beberapa acara seperti Petrosmart, Oil Rig Design, Paper Competition, Case Study, dan Gala Dinner.

SPE merupakan organisasi yang beranggotakan 230 perkumpulan mahasiswa perminyakan di seluruh dunia. Organisasi ini memudahkan mahasiswa untuk masuk ke dalam jaringan professional, industri, dan kemungkinan pengusaha. Mahasiswa juga mudah mendapatkan beasiswa dan sponsor.

PETROLIDA diikuti kampus-kampus ternama di Indonesia, seperti ITS, ITB, UI, UGM, UPN Veteran Yogyakarta, dsb. Peserta dari negara lain di antaranya Malaysia, China, serta Pakistan. Dalam kompetisi tersebut, Oscar memenangkan Petrosmart, berupa kuis adu cepat menjawab pertanyaan, yang bertujuan untuk menguji pengetahuan mahasiswa tentang migas baik secara teknik maupun nonteknik.

Oscar juga termasuk Generasi Tangguh (Genta) tahun 2013-2014. Genta merupakan Program Generus PC LDII Dago, Bandung Utara yang bertujuan membentuk generasi tangguh yang alim, paham agama, dan mandiri. Oscar juga menjuarai lomba yang diakan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) bulan Januari lalu. Dalam lomba IATMI Youth Energy Challenge (IYEC) 2015 ini, Oscar kembali mejadi juara pertama kategori lomba Petrosmart. Tidak hanya itu, Oscar juga pernah menjadi juara kedua ajang kompetisi perminyakan se-Jawa. Lomba ini merupakan agenda tahunan milik SPE UGM SC dan SPE UPN SC yang dilaksanakan di Yogyakarta akhir tahun 2014 lalu.

Dalam mempelajari sesuatu, ia tidak terbebani harus mendapat nilai bagus. “Ya, aku ini orangnya nyantai. Nggak pernah terbebani harus dapat nilai bagus,” ungkap siswa kelahiran 14 Juli 1995 yang memiliki tiket masuk ITB tidak melalui jalur SNMPTN, melainkan dengan PMDK prestasi. Tahun ini saja, berbagai ajang Olimpiade Kimia dijuarainya. Antara lain juara I Olimpiade Kimia se-Surabaya, juara I Olimpiade se-Jawa Bali, dan dua kali finalis Olimpiade Kimia Nasional.

Oscar memang tidak pernah mematok sekian jam waktu untuk berkutat dengan teks pelajaran tiap hari. Dia mengungkapkan tidak memiliki strategi pembelajaran buku. Prinsipnya, kata Oscar, belajar tidak boleh terpaksa. “Entar malah nggak mood,” tuturnya.

Ibunda Oscar, Indun Sa’adah, mengatakan, tidak ada tips khusus dalam mendidik buah hatinya. Sebagai seorang guru bahasa Indonesia di salah satu SMP Negeri di Sidoarjo, Indun memang menegakkan kedisiplinan terhadap anaknya. “Saya hanya mengarahkan, tapi soal dia maunya pingin jadi apa, terserah anak-anak,” tegasnya.
juara perminyakan asia

Hanya, sejak anak-anaknya masih kecil, Indun selalu mengajarkan matematika. Dia tak ingin anaknya kesulitan pelajaran yang menjadi momok bagi sebagian besar pelajar tersebut. “Saya ingin memberinya bekal sejak dini,” tuturnya. Selain itu, dia membiasakan anaknya melahap berbagai buku bacaan, termasuk koran.

Indun mengaku tidak pernah keras dalam mendidik anaknya. Dia hanya menanamkan bahwa keberhasilan cuma diraih dengan kerja keras. Serta ketika ditanya bisa memiliki anak dengan kategori kecerdasan very superior, tidak ada tips khusus. Melainkan memberi jeda yang cukup antara kelahiran anak yang satu dan yang lain. Dengan begitu, orang tua akan lebih fokus mendidik anak dan memperhatikan perkembangan anak.

Sukes dunia, Sukses Akhirat

Dengan berbagai prestasi yang dia capai sejak Sekolah Dasar sampai bangku perkuliahan, sampai detik ini Oscar merasa belum sukses. Hal ini terungkap ketika ditanyai apakah sudah merasa puas dengan apa yang telah dicapai saat ini. "Karena makna sukses yang hakiki yaitu sukses mati surga selamat dari neraka," ujarnya. Selain belajar di kampus, Oscar telah meng-khatamkan makna Alquran. "Makna Alquranku sudah 100 persen terisi, sedangkan makna hadits himpunan masih proses mengkhatamkan hadits himpunan," tuturnya.

Untuk terus meningkatkan kemampuan akademisnya, Oscar terus bermimpi dan memasang target-target. Di antaranya, nanti bulan Juni, si pemilik IQ 137 ini akan studi saat liburan kuliah di KSO PT. Pertamina EP - PT. Benakat Barat Petroleum. Kemudian di bulan Desember tahun ini, dia menarget untuk internship di Chevron, Riau. Oscar juga menginginkan untuk melanjutkan studi S2 dengan beasiswa mengambil S2 Jurusan Reservoir Engineering, Aberdeen University, United Kingdom atau A&M University, USA.

Kegiatan sehari-harinya tidak hanya mengaji dan kuliah saja. Oscar juga aktif dalam kepengurusan dan acara-acara organisasi sejak SMA. Organisasi yang diikutinya di antara lain, Gita Smala Youth Choir SMAN 5 Surabaya, ITB Badminton Club, HMTM Patra ITB, serta IYEC IATMI SM ITB. Dengan aktifitas yang padat, Oscar mengaku tidak ada tips khusus dalam memanajemen waktu. "Langsung mengerjakan kalau ada tugas, itu aja sih," ujar Oscar yang memiliki hobi membaca, dan bulu tangkis.

Pesan untuk teman-teman generus LDII lain yang masih dalam masa studi yaitu "Carilah motivasi yang bisa buat membuatmu senang saat melakukan suatu hal atau pekerjaan," tutur Oscar yang selalu menelpon meminta doa dari bapak atau ibu saat beberapa menit sebelum ujian di kampus. (rizq)

LDII Bukan Aliran Sesat



MUI Menetapkan 10 Kriteria Aliran Sesat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah pedoman yang berisi 10 kriteria untuk mengidentifikasi sebuah ajaran dinyatakan aliran sesat.
"Suatu paham atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria," kata Ketua Panitia Pengarah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas. 10 kriteria itu antara lain:
1.    Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) dan rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji).
2.    Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah).
3.    Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
4.    Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
5.    Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.
6.    Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7.    Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
8.    Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.
9.    Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.
10.    Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.
Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam menegaskan bahwa penetapan kriteria tersebut tidaklah dapat digunakan oleh sembarang orang dalam menetapkan bahwa suatu aliran itu sesat dan menyesatkan. "Ada mekanisme dan prosedur yang harus dilalui dan dikaji terlebih dahulu. Harus diingat bahwa tidaklah semudah itu dalam mengeluarkan fatwa," kata Ichwan.
Di dalam pedoman MUI tersebut dinyatakan, sebelum penetapan kesesatan suatu aliran atau kelompok terlebih dahulu dilakukan penelitian dengan mengumpulkan data, informasi, bukti dan saksi, tentang paham, pemikiran, dan aktivitas kelompok atau aliran tersebut oleh Komisi Pengkajian.
Setelah itu, Komisi Pengkajian akan meneliti dan melakukan pemanggilan terhadap pimpinan aliran atau kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang telah didapat. Hasilnya akan disampaikan kepada Dewan Pimpinan. Kemudian, bila dipandang perlu, maka Dewan Pimpinan akan menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan mengeluarkan fatwa.
"Dalam batang tubuh fatwa mengenai aliran sesat juga ada poin yang menyatakan akan menyerahkan segala sesuatunya kepada aparat hukum yang berlaku dan menyerukan agar masyarakat jangan bertindak sendiri-sendiri," kata Ichwan.
Dari 10 kriteria tersebut, tak ada satupun yang dikerjakan oleh warga LDII. Pengurus LDII dari pusat hingga pengurus anak cabang mendukung penetapan kriteria aliran sesat. Dengan demikian baik masyarakat, maupun aparat di daerah, dan pengambil keputusan akan lebih n baik masyarakat, maupun aparat di daerah, dan pengambil keputusan akan lebih mudah dalam menangani persoalan aliran-aliran atau kelompok-kelompok Islam di Indonesia. (LC/ANTARANEWS)

LDII Tuan Rumah Pembahasan Deradikalisasi


Makassar (27/7). Kekerasan atas nama agama, sama sekali tidak dibenarkan oleh ajaran Islam. Justeru sebaliknya, substansi ajaran Islam adalah petunjuk kasih sayang bagi semua umat.


Menurut Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Dr Hasyim Aidid, radikal bisa bermakna dua hal. “Jika radikal diartikan mengerti secara mendasar ajaran agama, maka itu bagus. Tetapi kalau radikal diartikan kekerasan, maka Islam tidak menghendakinya,” kata Hasyim dalam dialog deradikalisasi lintas agama kerjasama Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Sulsel dengan Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan Bontolangkasa, Makassar, Sulsel, Jumat (26/2/2016).

Menurut koordinator program HWPL Teresa Kim, HPWL adalah sebuah Non- Governmental Organization (NGO) yang berbasis di Korea Selatan. Selain dihadiri peneliti HPWL Edward Kwak, pertemuan ini juga dihadiri Ketua FKUB Sulsel Abdul Rahim Yunus, Sekretaris Umum MUI Sulsel M Ghalib, Ketua DPD LDII Makassar Renreng Tjolli, perwakilan Protestan  Zakaria Ngelow, perwakilan Walubi Yonggris Lao, dan perwakilan Hindu Ngakan Putu Oka.
Menurut Ketua FKUB Sulsel Abdul Rahim Yunus, pertemuan lintas agama ini rutin digelar dua bulan sekali. “Kali ini, kami percayakan kepada LDII sebagai organisasi di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi tuan rumah,” kata salah satu Ketua MUI Sulsel ini.

Lebih lanjut, Hasyim Aidid mengatakan, kepada sesama umat, Islam melarang tindakan yang merugikan dan mengganggu pihak lain. “Muslim itu adalah orang  yang muslim lainnya selamat dari pembicaraan dan dari tangannya. Jadi, sama sekali tidak ada pembenaran terhadap radikalisme,” ujar Hasyim.
Kalau menyangkut umat lain, kata Hasyim, Islam perintah untuk berkasih sayang kepada semua makhluk yang ada di bumi. “Cintailah semua yang ada di bumi, anda akan disayangi oleh makhluk yang ada di langit (Allah SWT). Itu perintah Rasulullah,” kata Hasyim.

Sebaliknya, lanjut Hasyim, ajaran islam itu rahmatan lil alamin. “Kata rahmat itu tinggi sekali. Artinya, kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Bahkan kepada seluruh makhluk, hewan dan tumbuhan,” kata Hasyim.  Di dalam Alquran, kata bismillah disebut di setiap awal surah, kecuali Surah Attaubah. “Jadi, orang yang terlibat pengeboman, bismillah saja tidak ia amalkan,” ujar Hasyim.

Ketua MPR Sosialisasikan 4 Pilar Kepada 500 Kader LDII Pringsewu

Pringsewu (29/6). Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mensosialisasikan 4 Pilar kepada 500 kader LDII Pringsewu. Pada paparannya, Zulkifli mengingatkan dua hal. Pertama semangat menghayati dan mengaplikasi empat pilar dan kedua umat Islam supaya bersatu menghadapi tantangan zaman.

“Presiden RI pertama Soekarno menyatakan, kalaulah Pancasila itu dijadikan satu kata, maka jadilah Indonesia, yakni bermakna gotong royong. Maka pancasila adalah cinta kasih dalam bentuk Gotong Royong,” ungkap Zulkifli di Masjid Baitul Izza, Pringsewu, Lampung (29/06).
Selanjutnya, pilar kedua adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Zulkifli menafsirkan ini sebagai perwujudan kesamaan hak dan kewajiban. “Dari manapun asal kita, memiliki hak dan kewajiban yang sama. Saya orang Lampung yang tinggal di Jakarta. Haknya sama dengan orang Jakarta lainnya. Mau Jawa, mau Sunda, haknya semuanya sama. Boleh jadi Gubernur dan boleh jadi Presiden,” kata Zulkifli.
Mengenai Bhineka Tunggal Ika Zulkifli mengharapkan kebersamaan dan penghormatan. “Kita memang beda dan beragam. Tapi ingat, kita memang bergamam, tapi satu dalam keberagaman, saling menghargai dan saling menghormati. Semua haknya sama,” tegas Dia.

4 pilar ldii lampung

Lalu untuk UUD 1945. “Kita telah sepakat dari 71 tahun yang lalu bahwa kita negara demokrasi pancasila, yang berdaulat dan yang berkuasa adalah rakyat. Jika yang berkuasa rakyat, maka tugas wakil rakyat adalah mewujudkan perjuangan adil bagi seluruh rakyat yang di pimpinnya. Tugasnya melayani rakyat dan negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Zulkifli pun mengingatkan umat Islam untuk bersatu. “Ada dua tantangan kita, ekonomi dan pendidikan (ilmu pengetahuan). Kita bisa bikin apa? Kertas impor, garam impor, beras beli dari Vietnam. Lantas, jadilah umat Islam yang top. Insinyur yang top. Jadi pengusaha, jadilah pengusaha yang gagah, yang konglomerat,” tegas Zulkifli.
Berbicara ekonomi, Zulkifli tak lupa mengajak masyarakat agar mengajarkan anak dari kecil untuk berdagang. “Dua ini penting, Saya pesan untuk ibu-ibu, anak-anak walaupun susah. Tidak boleh putus sekolah. Jadi anak macan, jangan pulang kalau belum berhasil,” ujar pria kelahiran Gunung Rajabasa, Lampung Selatan ini.
Dalam sosialisasi turut mendampingi ketua MPR RI Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung Drs H Antoni Prawiranegara, H Ahmad Muslih, S.Ag, M.Pd.I, Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung Drs H Heri Sensustadi, Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu Syamsudin, SP dan Ketua PC LDII Kabupaten Pringsewu H Sukimin (Frediansyah Firdaus, LINES Lampung).

Menanggulangi Godaan Syahwat




Sungguh berat godaan yang dihadapi oleh kaum remaja masa kini. Di satu pihak mereka dituntut untuk menunda perkawinan tapi di lain pihak godaan syahwat begitu maraknya di sekitar mereka, baik berupa pornografi maupun pornoaksi. Tidak hanya dari media cetak yang beredar di luaran, tapi juga dari jaringan internet yang bisa masuk ke ruang belajar mereka, atau malah dari gadget yang berada di genggaman mereka. Kalau tidak kuat-kuatnya ketakwaan mereka, bisa-bisa jebollah pertahanan iman mereka.
Bagaimana agar kita terhindar dari pelanggaran godaan syahwat? Sebagaimana kita ketahui bahwa suatu pelanggaran itu bisa terjadi kalau ada niat atau keinginan untuk melanggar dari si pelaku dan ada kesempatan untuk berbuat pelanggaran. Maka untuk menghindari pelanggaran syahwat perlu tindakan sebagi berikut: Pertama, isilah hidup kita dengan kegiatan-kegiatan yang positif; perbanyaklah ingat kepada Alloh; bergaullah dengan orang-orang yang saleh, perbanyaklah mengaji dan mendengarkan nasehat, perbanyaklah berdo'a agar diberi ilham-ilham yang benar. Dengan demikian diharapkan pikiran kita tidak selalu “ngeres” dan timbul rasa takut dan rasa malu bila berbuat pelanggaran, sehingga tidak terbersit pikiran atau niat untuk berbuat dosa.
Kedua, hindari kesempatan yang memungkinkan terjadinya pelanggaran. Diantaranya janganlah ber-khalwat atau berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya.

Jangankan orang yang sebelumnya memang punya keinginan untuk melanggar, sedangkan orang yang tidak punya niat melanggar pun, bila kesempatan untuk melanggar telah terbuka di hadapannya, bisa saja imannya yang semula kokoh pun kemudian runtuh dan terpengaruh. Seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 24 yang artinya: “Sesungguhnya si wanita telah bermaksud (selingkuh) dengan Yusuf, dan Yusuf pun telah bermaksud pula dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda dari Tuhannya”.

Nabi Yusuf saja hampir terperosok karena ketika itu mereka dalam keadaan berduaan, untunglah Alloh masih melindunginya dari godaan syetan. Memang begitulah bahayanya ber-khalwat alias “menyepi”. Rosululloh SAW pernah bersabda: “Tidaklah berdua-duaan seorang lelaki dengan seorang perempuan yang bukan mahromnya kecuali yang ketiganya adalah syetan”. (HR Al-Bukhori). Katakanlah si laki-laki tidak ada niatan untuk berbuat pelanggaran, tapi kalau si perempuannya yang berinisiatif dan agresif maka bisa jadi si laki-laki pun luluh imannya.
Perlu kita ketahui bahwa kondisi “berduaan” itu bisa saja bermula dari hanya sekedar iseng; SMS-an, teleponan atau chatting-an yang kemudian mereka berdua sepakat untuk “copy darat”. Maka perbuatan iseng lewat SMS, telepon maupun chatting itu pun perlu dihindari.

Last but not least, Rosululloh menganjurkan kepada para remaja untuk memperbanyak puasa sunnah dalam rangka mengendalikan dorongan syahwat, dengan sabda beliau: “Barangsiapa yang belum mampu menikah maka berpuasalah karena puasa itu berfungsi sebagai benteng baginya” (HR Al-Bukhori). Akhirnya kepada Alloh-lah kita berlindung karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya. (Dept. PAD - DPP LDII).Oleh: H. Aceng Karimullah

Sumber Foto: Republika.co.id

Larangan di Halaman Facebook



ldii - Privasi adalah barang langka saat ini, dan situs media sosial kesayangan anda sebagian besar harus disalahkan untuk itu. Tapi ada hal-hal yang anda lakukan di halaman facebook anda yang akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Sebelum anda menclick "share" lagi, pastikan anda tidak memposting salah satu dari enam hal-hal ini.

1. Alamat anda di halaman Facebook

"Duh!" anda pikir. Tapi kita tidak berbicara tentang alamat yang anda ketik ke profil Facebook anda. Yang dimaksud adalah foto geotagging yang dapat memberikan alamat anda bahkan ketika anda tidak menyadarinya. Misalnya, anda tahu bagaimana anda dapat membuat geotag anda sendiri untuk foto Instagram? Ketika anda melakukan ini, itu akan memperlihatkan lokasi di mana anda berada saat ini. Jadi, jika semua lokasi anda dibuat geotag, hal ini akan menunjuk ke lokasi kebiasaan dari kegiatan anda sehari-hari, beberapa dapat berasumsi di mana anda tinggal, bekerja atau beraktifitas hanya dengan melihat halaman facebook anda.
Juga berhati-hati dari orang lain yang mungkin mentag alamat anda. Satu kali seorang teman melakukan penandaan ke apartemen seorang temannya di halaman Facebook - alamat dan semuanya- tanpa meminta izin. Hal ini amat tidak baik.

2. Foto tertentu dari anak-anak

Jika ada hal yang harus anda perhatikan dengan ekstra, ekstra hati-hati, itu ketika terkait anak-anak dan media sosial. Ketika ada foto mereka, anak-anak dari teman anda atau orang lain, dalam keadaan sendiri, anda harus selalu mendapatkan izin dari orang tua mereka sebelum anda memposting tentang mereka di halaman Facebook. Dan bahkan jika mereka adalah anak-anak anda sendiri, anda masih harus menghindari meng-upload gambar-gambar yang berbahaya, termasuk di mana mereka pergi ke sekolah. Sudah banyak bukan terjadi tindak kejahatan terkait hal ini?

3. Rincian Liburan

Memberitahu orang lain di halaman Facebook bila anda sedang jauh dari rumah untuk jangka waktu yang panjang adalah undangan untuk perampok datang ke rumah anda. Ini tidak berarti anda tidak dapat mengirim foto dari perjalanan anda saat anda sedang berlibur. Hanya membatasi ini ke orang tertentu, kelompok yang dipercaya yang berada di jaringan anda. Dan tidak perlu memasukkan seluruh jadwal anda seperti, "Aku di Madrid 10 Oktober sampai 17, Berlin 17-25 Oktober, dan Roma 25 Oktober hingga 31 sebelum terbang kembali ke rumah. Ada yang ingin berteman dengan teman baru?"
Banyak kejahatan terjadi dengan berpura-pura mengenal salah satu dari teman anda yang ingin berkenalan dengan anda.

4. Petunjuk sandi

Pertanyaan terkait sandi online tidak sekuat yang anda kira, terutama ketika mereka - para penjahat online - membutuhkan informasi anda yang dengan mudah anda berikan pada halaman Facebook. Kota kecil di mana anda dibesarkan, nama hewan peliharaan kecil anda, di mana anda menikah, nama pertama pacar anda - ini semua rincian spesifik yang berada di lingkaran sosial anda dimana orang di luar lingkaran ini tidak perlu tahu.

5. Foto Pribadi

Kita tidak berasumsi anda akan pernah memposting foto bugil di Instagram, halaman Facebook, atau Twitter. Tapi anda mungkin bisa saja langsung mengirim pesan ketika anda berbicara dengan lawan bicara. Hal itu masih ide yang buruk, melihat bahwa di jaman ini tidak ada yang bisa dipercaya di dunia online kecuali anda sendiri.

6. Kartu kredit atau informasi keuangan

Yup, beberapa orang mengirim gambar kartu kredit mereka di media sosial (silakan mengatakan anda bukan salah satu dari mereka). Tapi bisa jadi informasi yang tidak terlalu detil tanpa sengaja telah anda berikan melalui halaman Facebook atau percakapan Twitter, seperti: bank yang anda gunakan dan rentang pendapatan anda. Bahkan tanggal dan tempat lahir anda memberikan hacker informasi yang cukup untuk mengakses informasi keuangan anda.
Hal-hal ini adalah hal yang umumnya dilarang untuk diumbar di halaman Facebook anda, di berbagai tempat dan lain waktu mungkin daftar ini akan terus bertambah. Contohnya, memposting sesuatu yang bisa menyebabkan anda berurusan dengan hukum! Jadi hati-hatilah! (emon)
sumber: click disini

Mencegah Maag Saat Puasa



Puasa kerap menjadi masalah bagi penderita maag. Lalu apakah  penderita maag  boleh mnenjalankan ibadah puasa? dr. Anang Kurniawan dari Klinik Medika menyatakan penderita penyakit maag boleh saja berpuasa, sepanjang kondisi tertentu.
“Kalau pemicu maag kambuh hanya karena terlambat makan atau mengkonsumsi makanan yang memicu asam lambung, masih diperbolehkan puasa,” ujar Anang. Namun hal ini pengecualian bagi penderita maag kronis. Ia harus berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Anang menyarankan beberapa hal untuk mencegah maag saat puasa.

1. Siapkan menu sahur yang bergizi sesuai kebutuhan kalori dalam tubuh, kaya serat seperti sayur dan buah-buahan. Janga hanya makan yang seadanya dan cepat saji seperti mie karena puasa membutuhkan energi yang banyak agar bisa bertahan hingga waktu berbuka.
2. Berbukalah dengan  benar, bisa dimulai dari meminum air putih dan makan makanan  yang manis seperti kurma atau buah-buahan yang tidak terlalu manis namun kadar ainya tinggi dan tidak  asam, seperti melon, semangka,  pepaya  dan  lain-lain. Disusul dengan makanan berat setelah salat Magrib.
3. Mengkonsumsi serat dan buah-buahan sangat dianjurkan karena dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, Dengan mengkonsumsi makanan kaya serat, rasa kenyang yang ditimbulkan lebih lama.
4. Jangan  mengkonsumsi gorengan saat berbuka karena dapat membuat tenggorokan menjadi tidak nyaman. Jika gorengan itu di masak dengan minyak yang tidak sehat dapat menimbulkan kegemukan, karena lemak jahat (LDL) yang terus mengendap dalam tubuh tanpa adanya olahraga.
5. Hindari makanan yang mengandung santan dan asam karena dapat memicu mual dan juga naiknya asam lambung dalam perut.
6. Hindari mengkonsumsi es saat berbuka puasa, karena saat berpuasa suhu tubuh meningkat, jika dihantam dengan es akan timbul perbedaan suhu dalam tubuh yang terlalu ekstrem, dan mengakibatkan menurunkan daya tahan tubuh.
7. Untuk menjaga kelancaran puasa dan mengindari keluahan saat puasa jauhi juga makanan pedas. Makanan ini sangat tidak dianjurkan meski dikonsumsi setelah makan makanan berbuka. Karena saat berpuasa asam lambung sudah naik jika ditambah makanan pedas asam akan lebih naik lagi.
“Karena dengan puasa dapat mengistirahatkan sistem pencernaan, maka puasa bisa menjadi sarana untuk mendidik pola hidup sehat dengan mengontrol pola makan dan tidak balas dendam saat berbuka puasa,” ujar Anang. (Latifah Umami/LINES)