Sabtu, 05 November 2022

Melibatkan Warga Sekayam, LDII Sanggau Sukses Lakukan Aksi Pungut Sampah


Sanggau - Sedikitnya ratusan warga Kecamatan Sekayam dari berbagai komponen terlibat dalam aksi bersama pungut sampah.  Kegiatan yang dipelopori Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten (LDII) Kabupaten Sanggau ini sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih 
"Kami menilai kesadaran dan kepedulian lingkungan mesti diperkuat, karena lingkungan yang bersih menjadi harapan setiap orang," ujar Ketua LDII Sanggau Nur Kurniawan di sela-sela aksi bersama  di halaman Masjid At Taqwa Balai Karangan Sekayam,  5 November 2022.

Dijelaskannya gerakan ini sebagai bagian dari peringatan Hari Bersih Sedunia dan juga untuk kampanye membangun kepedulian lingkungan. 

"Aksi bersama ini ditujukan agar lingkungan Balai Karangan bersih dari sampah dan bagian dari upaya kampanye peduli  halaman," jelas dia. 

Dalam aksinya LDII menggandeng Pemerintah Kecamatan Sekayam, Forkopimcam,  Pemdes Balai Karangan,  Ormas Pemuda dan juga terlibat anggota Satgas Pamtas Malindo.

 "Alhamdulillah yang terlibat mencapai ratusan orang. Kami selaku pelaksana kegiatan terima kasih atas  Camat Sekayam, Forkompimcam, Ormas pemuda dan Satgas Pamtas Malindo. Kerjasama ini sangat luar biasa, dan semoga berkelanjutan," tegas Wawan panggilan akrabnya. 

Sasaran aksi ditambahkannya meliputi kawasan masjid At Taqwa dan pasar. "Kedua kawasan ini kebetulan sejalur dan menjadi icon wilayah Balai Karangan, maka mesti dijaga kebersihannya, karena menjadi pusat aktifitas warga," tegas dia. 

Sedangkan Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto yang juga turut hadir menjelaskan aksi bersih lingkungan mesti terus digalakkan, karena persoalan sampah tidak boleh disepelekan.

 "Aksi bersih-bersih lingkungan menjadi salah satu dakwah yang dilakukan LDII. Jadi menjaga dan peduli lingkungan itu karakter yang terus dibangun, ditengah-tengah ancaman krisis iklim," ujar dia. 

Dalam program kegiatan,  LDII menitikberatkan terhadap  delapan program pengabdian salah satunya lingkungan hidup. "Krisis iklim yang menjadi dampak dari degradasi kualitas dan fungsi lingkungan menjadi perhatian LDII, sehingga secara berkelanjutan terus dilakukan," katanya. 

Dalam menjaga kelestarian lingkungan, tidaklah mungkin bisa berhasil maksimal apabila dikerjakan sendiri, melainkan upaya ini membutuhkan kerjasama. 

"Saya bangga dengan kerjasama hari ini.  LDII Sanggau mampu menggandeng komponen warga yang ada di Sekayam. Suatu ketika bisa saja ormas atau lembaga pemintah melibatkan warga LDII dengan aksi yang serupa dan luas cakupannya," tegas Susanto.

Sementara Camat Sekayam, Junaidi mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi LDII Sanggau dan masyarakat Sekayam. "Atas nama pemerintah saya mengapresiasi dan menyampaikan rasa bangga karena dilakukan aksi bersih lingkungan di wilayah Balai Karangan,'" katanya. 

Lingkungan yang bersih menjadi tanggung jawab bersama dan dimulai dari membuang sampah dengan bijak. "Apabila gerakan ini berkelanjutan, saya yakin Balai Karangan akan bersih dan indah. Ini harapan saya, sebagai Camat," tambah Junaidi. 

Dalam aksi bersih lingkungan LDII juga menanam pohon di lingkungan Kantor Desa Balai Karangan.

Jumat, 04 November 2022

Mengunjungi LDII Tarakan, Wakil Ketua MPR RI Minta Santri Jaga Bakti ke Orang Tua

Yandri Susanto berkunjung ke Ponpes Al Mukminun Tarakan Kalimantan Utara. Foto: LINES.

Tarakan (4/11). Wakil Ketua MPR H. Yandri Susanto menyempatkan diri berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukminun, Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) sekaligus kantor LDII Kaltara. Ia bertandang di ponpes itu, di sela-sela kunjungan kerja membuka Festival Iraw Tengkayu XI, khas Suku Tidung di Kabupaten TanaTidung.

Dalam kunjungan tersebut Yandri memberikan motivasi dan wawasan kebangsaan di hadapan para santri pondok. Ia mengingatkan santri, bahwa dalam meraih sukses agar selalu menjaga bakti mereka kepada orang tua. “Saya ini anak petani bukan dilahirkan dari orang kaya, dan yang membuat saya berhasil seperti sekarang ini karena saya selalu minta doa restu dan berbakti kepada orang tua,” ujarnya kepada ratusan santri yang hadir.

Senada dengan Yandri terkait pembinaan generasi muda, Ketua DPW LDII Kaltara H. Zainuddin Al Amin menanggapi, LDII telah menerapkan Tri Sukses generasi penerus. “Yakni generasi muda yang memiliki pemahaman agama dan ilmu, sehingga akhlaknya baik, dan memiliki sikap kemandirian terutama secara ekonomi,” terangnya.

Lebih lanjut Yandri juga menekankan, santri meskipun berasal dari berbagai pelosok daerah, tidak perlu minder dengan daerah yang lebih maju. “Mungkin banyak santri yang berasal dari desa, orang tuanya petani, nelayan, atau guru. Jangan minder,” ujarnya.

Yandri mengungkapkan tips kunci meraih sukses lebih detail. Menurutnya ada lima kunci sukses. “Pertama, dekat kepada Allah SWT. Jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa merintangi. Selalu dekat kepada Allah di manapun kita berada,” kata Yandri.

Kedua, santri harus menghormati dan mematuhi orang tua. “Jangan pernah melawan dan ingkar atau mungkar kepada orangtua. Ketiga, taat dan patuh kepada guru karena mereka yang membimbing kita,” katanya.

Keempat, ia menekankan, santri harus fokus dan cermat. Kalau tidak fokus dan tidak cermat, tidak mungkin sukses. “Jika ada orang yang berbicara harus fokus untuk menyimak apa yang dibicarakan. Tidak mungkin kita fokus terhadap dua hal lain secara bersamaan. Kalau para generasi muda ini tidak fokus dan cermat, saya yakin Indonesia dalam keadaan bahaya.”

Terakhir Yandri meminta kepada para peserta untuk memperbanyak silaturrahim, memperluas pergaulan. “Jangan kuper. Dekati orang-orang yang sukses dan mencari ilmu dari orang-orang yang berhasil lewat silaturrahim,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Yandri didampingi Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kaltara H. Syamsi Sarman, Sekretaris DPW LDII H. Komarudin, dan Pimpinan Ponpes Al Mukminun H. Ishaq Maulana.

Rabu, 02 November 2022

Bahas Pencegahan Stunting, DPP LDII Silaturahim dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan


Jakarta (1/11).  Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Anak pun lebih pendek dari standar usianya.  Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional, karena mengancam kualitas sumberdaya manusia (SDM) Indonesia. 

“DPP LDII merupakan salah satu komponen bangsa yang peduli terhadap masalah stunting. Kami tidak ingin SDM Indonesia bermutu rendah karena stunting,” ujar Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL) Sudarsono, saat bersilaturahim dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Mutiara, Gedung 3, Kementerian KKP, Jakarta, pada Senin (31/10). 

Terkait dengan program “Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)” KKP, Sudarsono yang juga guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan meningkatkan konsumsi ikan merupakan langkah efektif mencegah stunting. “LDII berupaya untuk menyukseskan Gemarikan,” ujarnya. 

Untuk itu, LDII menginisiasi program Gemarikan di pondok pesantren dan warganya. “LDII siap mengamplifikasi Gemarikan untuk mencegah stunting. Kami berencana, menyelenggarakan webinar sosialisasi dan permasalahan stunting, dipusatkan di Ponpes Minhaajurrosyiddin Jakarta, pada tanggal 26 November 2022,” pungkasnya. 

Menanggapi usulan LDII itu, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP Machmud Sutedja mengungkapkan, konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai 55 kg per kapita. Hal tersebut, tentunya memiliki kontribusi positif bagi pencegahan stunting. Namun persebaran konsumsinya tidak merata, dan jenis ikan yang dikonsumsi juga beragam. “Konsumsi tertinggi di wilayah timur, seperti Maluku dan Sulawesi. Namun, di Jawa, konsumsi ikan masih rendah, ada yang di bawah 20 kg per kapita,” ungkapnya. 

Maka, perlu adanya promosi Gemarikan untuk semakin meningkatkan konsumsi ikan secara nasional. “Adapun promosi dilakukan sesuai dengan preferensi konsumen di masing-masing wilayah. Misalnya di Makassar senang ikan bandeng. Di Jawa, khususnya Jawa Barat menyukai ikan nila dan mujair, sedangkan di Yogyakarta, senang ikan lele,” ujarnya. 

Praktiknya, Machmud mengungkapkan, agar masyarakat Indonesia meningkat konsumsi ikannya. Menjadi tugas KKP, dan tugas bersama seluruh elemen bangsa. “Demi membentuk generasi Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas,” katanya. 

Atas dukungan LDII, ia mengapresiasi kesungguhan LDII untuk bersama-sama mengkampanyekan program Gemarikan. “Kami berharap, melalui ormas-ormas, seperti LDII. Dapat membantu program pemerintah, apalagi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (Khoir/LINES).

Perkuat Toleransi dan Kebersamaan, Generus LDII Kota Malang Helat Pengajian Akbar



Malang (2/11). Keberhasilan suatu bangsa, salah satunya melalui peran pemuda dalam mewujudkan toleransi dan kebersamaan. Hal tersebut dinilai, berperan penting untuk memperkuat ukhuwah, maupun mencegah timbulnya konflik antar golongan. 

“Kemajuan suatu bangsa, tergantung bagaimana pemudanya bertindak. Keberagaman yang ada, seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan,” ujar Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrodji Konawi, pada pengajian akbar LDII Kota Malang, dengan tema “Sinergi Pemuda dalam Mewujudkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”. 

Pengajian tersebut diikuti 700-an remaja LDII se-Malang Raya, bertempat di Masjid Roudhotul Jannah, Malang, Sabtu (29/10). Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang KH. Imam Suprayogo, Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH. Ahmad Fahrur Rozi, dan Ketua MUI Kota Batu KH. Nurbani Yusuf. 

Amrodji melanjutkan, pemuda harus menjadi pelopor toleransi, dalam perspektif beragama, berbangsa dan bernegara. “Konteks ukhuwah Islamiyah, pemuda saling bersaudara karena sama-sama memeluk Islam. Ukhuwah wathaniyah, pemuda saling bersaudara kerena merupakan bagian dari bangsa yang satu. Kemudian, ukhuwah basyariyah, pemuda saling bersaudara karena merupakan bagian dari umat yang satu, di berbagai penjuru,” pungkasnya. 

Menanggapi itu, Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi mengungkapkan, acara tersebut mengingatkan momen Hari Sumpah Pemuda. “Artinya semangat kebangsaan itu yang harus terus dirawat. Jangan ada kebencian, jangan ada semangat untuk saling menghabisi atau fanatisme berlebihan. Ini hal-hal yang harus kita kurangi,” jelasnya.

Selanjutnya, ia meminta para pemuda bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Misalnya media sosial, harusnya menjadi sebuah forum komunikasi publik untuk kebaikan. “Sekarang media bisa diakses siapapun. Hal ini bisa kita gunakan untuk berdiskusi dan berdialog tanpa memandang perbedaan atau keyakinannya,” tegasnya.

Memperkuat, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang KH Imam Suprayogo saat memberi tausiah mengatakan, mempersatukan umat adalah kepentingan bersama dan perintah Allah SWT. Ia mengutip Surat Ali Imran ayat 103 yang menyerukan agar umat berpegang teguh pada talinya Allah (Islam) dan tidak berpecah-belah. “Karena itu, ada kegiatan seperti ini, saya senang diundang generasi muda LDII. Agar ke depan, mereka tidak hanya menunggu, tapi juga berjuang bagaimana ukhuwah Islamiyah bisa terlaksana,” katanya.

Di tengah pekerjaan berat itu, Imam tetap optimis bangsa Indonesia bisa melaksanakan ukhuwah Islamiyah dengan berpegang teguh pada Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pancasila. Ia berpesan, generasi muda agar tidak mudah termakan dengan hoax atau berita bohong yang menyebabkan konflik. “Nah, teman-teman LDII ini mengajak bagaimana kita bersatu, ini bukan pekerjaan yang kecil, tetapi pekerjaan besar,” paparnya.

Senada, Ketua MUI Kota Batu KH Nurbani Yusuf mengatakan, setiap ormas Islam memiliki ciri khas masing-masing. Persoalan ikhtilaf bukan berarti menafikkan fiqh. “Fiqh penting, tetapi fiqh oriented kemudian menjadi identitas, ini yang menjadi persoalan. Berbahaya kalau fiqh menjadi sebuah identitas golongan, bukan identitas Islam. Umat Islam harus berbenah dan terbuka. Setiap golongan tidak bisa mengatakan pihaknya yang paling benar,” ujar KH. Nurbani.

Senin, 31 Oktober 2022

Gelar Rakerda, DPD LDII Klaten Tekankan Perkuat SDM Yang Profesional Relegius

Ketua DPD LDII Klaten Drs. H. Sarjono, M.Tp

KLATEN (31/10). Sebagai salah satu wujud Organisasi yang memiliki struktur dan kegiatan yang aktif dalam mengimplementasikan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2021-2026 bagian ketiga pasal 40 ayat 7, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Klaten menyelenggarakan Rapat kerja Daerah Program Kerja  (Rakerda Progja) tahun 2023 pada hari minggu, 30 Oktober 2022.

Acara yang bertempat di Griya Persada Convertion Hotel Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertajuk "Melalui Rakerda Kita Perkuat SDM Profesional Relegius Untuk Mewujudkan Kerukunan dan Kekompakan Dalam Menjalin Ukhwah, Serta Berkontribusi Nyata Dalam Upaya Mewujudkan Masyarakat Klaten Yang Maju, Mandiri dan Sejahtera."

Hadir pada kegiatan yang digelar, KH. Mustofa Luthfi Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Klaten, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Srijono, M.Si selaku narasumber, H. Singgih Januratmoko, S.KH., MM Anggota  DPR RI Fraksi Golkar, H. Heri Wibawa, S.H.,M.M. Ketua Senkom Mitra Polri Kab. Klaten, Kolonel Purn. Drs. H. Suyoko, M.Si Ketua Persinas ASAD Kab. Klaten.

Foto Bersama Peserta Rakerda DPD LDII Klaten

Ketua DPD LDII Klaten Drs. H. Sarjono, M.Tp, dalam sambutannya menyampaikan bahwa "moment Rakerda ini adalah moment penting yang menunjukkan bahwa LDII adalah organisasi yang memiliki agenda kegiatan yang jelas untuk membuat perencanaan kerja tahun 2023."

"Tidak hanya melaksanakan kegiatan dakwah keagamaan semata, tetapi juga akan melaksanakan berbagai kegiatan  kongkrit lainnya dimasyarakat luas, seperti Bansos kepada kaum Dhu'afa, mewujudkan pembangunan lingkungan hijau, mendorong para pelaku UMKM berbasis Syari'ah, peningkatan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga." Papar Sarjono

"Serta semakin intens menjalin komunikasi demi menjaga kerukunan kepada sesama Ormas, stake holder, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya," Jelas Sarjono

"Rakerda ini sekaligus sebagai bentuk sumbangsih nyata DPD LDII Kabupaten Klaten kepada Pemerintah Daerah, serta sebagai wujud sinergi antara program LDII dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Klaten." Tambah Sarjono

Selain membahas Evaluasi dan Program Kerja organisasi, peserta juga mendapat pemantapan keorganisasian dari Irjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Srijono, M.Si.

Irjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Srijono, M.Si.

Dalam paparannya, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Srijono, M.Si berharap "dengan materi yang diberikan, LDII Klaten mempunyai akhlakul karimah dan SDM profesional, religius untuk mewujudkan kerukunan dan kekompakan dalam menjalin ukhuwah islamiyah yang merupakan pembinaan utama LDII, yakni Enam Personality Unggul LDII, yaitu jujur, amanah, rukun, kompak, kerja sama, dan kerjas keras hemat serta efesien."

"LDII juga harus berperan merawat dan membumikan Pancasila pada era media sosial, sehingga materi yang diberikan ini Warga LDII bisa menerapkan Pancasila sebagai dasar negara secara utuh untuk membangun  karakter warga LDII,” tutup Irjen Srijono (Tony, Rizal PM/Lines)

Perkuat Kebersamaan dan Toleransi, DPD LDII Semarang Gelar Diskusi Panel Moderasi Beragama


Semarang (30/10). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang menggelar kegiatan Diskusi Panel Moderasi Beragama, Sabtu (29/10). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah narusumber. Mulai dari perwakilan Kemenag, MUI, PBNU, Muhammadiyah, dan perwakilan DPP LDII. Sejumlah materi mengenai moderasi beragama pun disampaikan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grasia, Jl. S. Parman, Gajahmungkur, Semarang ini menurut Ketua DPD LDII Kota Semarang Suhindoyo merupakan salah satu upaya mempertebal silaturrahim antar komponen bangsa demi kesatuan dan persatuan bangsa.

 "Moderasi beragama yang memupuk persatuan dan kesatuan sangat diperlukan sebagai pondasi pembangunan Indonesia khususnya Kota Semarang. Jadi keberagaman yang toleran ini adalah sebuah aset untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih baik lagi. Bukan malah menjadi kendala dalam pembangunan," ujar Suhindoyo.

Sementara itu, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin dalam sambutannya mengapresiasi diskusi moderasi beragama tersebut.

Menurutnya, Kota Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki keberagaman yang majemuk. Sehingga keberagaman yang ada harus dibungkus dengan toleransi untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

"Dengan persatuan dan kesatuan yang kuat ini menjadi salah satu modal dalam pembangunan Kota Semarang untuk menjadi lebih baik dan hebat lagi," terangnya.

Terkait kehidupan beragama di Indonesia, Ketua DPP LDII Bidang Hubungan Antar Lembaga Singgih Tri Sulistiyono mengatakan toleransi dan kesetaraan itu merupakan suatu kondisi yang harus ada dan dituntut dalam kehidupan pada era pascarevolusi industri 4.0.

"Mengapa itu merupakan suatu syarat mutlak, sebab kalau ketiadaan toleransi itu akan menimbulkan bibit konflik. Dan konflik di era kemajuan teknologi ini akan sangat membahayakan keberlangsungan hidup manusia," ujarnya.

Menurutnya, saat ini, manusia sudah menemukan teknologi yang sangat canggih sehingga konflik yang tidak terkendali bisa berubah menjadi kekerasan dan perang, yang akibatnya lebih berbahaya daripada yang pernah terjadi selama perang dunia pertama dan kedua.

"Selanjutnya, sikap toleransi kesetaraan ini perlu dikembangkan melalui semangat intercultural relationship, dimana kelompok-kelompok yang ada di masyarakat yang mungkin memiliki identitas yang berbeda-beda," urainya.

Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro (Undip) itu juga menyebut, tidak hanya hidup berdampingan secara damai tetapi tradisi, dialog, dan silaturahim dalam rangka untuk membangun kerjasama dalam mencapai tujuan bersama perlu diberdayakan dan dikembangkan.

"Sehingga cita-cita masyarakat Indonesia dalam konteks masyarakat global yaitu membangun masyarakat yang adil, makmur, sejahtera kemudian kompak rukun gotong royong itu bisa terwujud dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, dalam konteks keislaman toleransi menggunakan dasar nilai-nilai 'Lakum Dinukum Waliyadin' - bagimu agamamu dan bagiku agamaku - itu kaitannya dengan perbedaan agama antara Islam dan non Islam.

 "Kemudian perbedaan internal di dalam Islam mungkin ada organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berbeda," tambahnya.

Selanjutnya, yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam bertoleransi adalah 'Walana akmaluna walakum akmalukum' bagi kami adalah amalan kami, bagi Anda sekalian silahkan beramal sesuai dengan keyakinan dan kemantapannya.

"Tapi kita tetap bekerjasama dalam konteks ukhuwah Islamiyah, ukhuwah watoniyah, ukhuwah basariyah, dengan mengedepankan hidup bersama dalam suatu suasana toleransi dan kesetaraan," tutupnya.

Minggu, 30 Oktober 2022

Muswil IX LDII Sulut, Ketum LDII Bicara SDM Profesional Religius untuk Indonesia Emas 2045


Manado (29/10). Pascapandemi Covid-19, Indonesia akan menghadapi beberapa era yang harus dipersiapkan dengan baik. Indonesia akan memasuki bonus demografi, dan pemerintah Indonesia memiliki target “Indonesia Emas 2045”.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso saat Muswil IX LDII Sulawesi Utara (Sulut), “Maka momen Muswil ini sangat tepat. Pandemi Covid-19, telah menurunkan level ekonomi Indonesia,” ujarnya saat pembukaan Muswil IX DPW LDII Sulut, di Graha Gubernuran, Kota Manado, pada Sabtu (29/10).

Permasalahan itu membawa Indonesia harus menggerakkan roda ekonomi dengan optimal, sehingga kesejahteraan bisa tercapai. “Kami berharap, program LDII Sulut, harus menyentuh dan membumi pada kebutuhan masyarakat. Pertama, perlu menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) profesional religius,” pungkasnya.

Chriswanto melanjutkan, warga LDII harus profesional di bidangnya, dalam bingkai moralitas. “Sesuai dengan karakter kebangsaan Indonesia, sehingga betul-betul memberikan manfaat bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, jika warga LDII mampu menjadi insan yang profesional religius, bisa menjadi kontribusi yang tidak kecil bagi Indonesia. “Untuk kepentingan itu, LDII memprioritaskan delapan program, menuju bonus demografi dan Indonesia emas 2045,” jelasnya.

Program pertama adalah kebangsaan. Menurutnya, politik identitas dalam satu dekade terakhir masih muncul, maka warga LDII memiliki peran menghilangkan ancaman polarisasi bangsa. “Dengan meningkatkan urusan kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena kita lahir di Indonesia, hidup dan cari makan di Indonesia. Dan kita insya Allah mati di Indonesia, sehingga punya kepentingan Indonesia harus stabil,” ujarnya.

Selain kebangsaan, program pengabdian LDII selanjutnya adalah keagamaan, pendidikan, kesehatan, energi baru terbarukan, perekonomian, teknologi digital serta bidang ketahanan dan kedaulatan pangan.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Praseno Hadi mengungkapkan, Gubernur Sulut mengapresiasi LDII telah mendidik warga untuk menjadi SDM profesional religius. “Selain itu, LDII juga telah terbukti membantu menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Sulut,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan, setiap ormas, termasuk LDII mempunyai peran dalam menjaga keharmonisan. Sehingga provinsi tersebut tetap rukun dan damai. “LDII merupakan ormas dengan kedudukan yang sama di mata Pemprov Sulut. Sama dengan NU, Muhammadiyah, dan lainnya,” ucapnya.

Begitu pula menurut Ketua MUI Sulut KH. Abdul Wahab Abdul Gafur, MUI telah menerima dengan baik kehadiran LDII. “Buktinya dalam kepengurusan MUI Sulut, ada dua warga LDII yang masuk di dalamnya,” ujarnya.


Muswil IX LDII Sulut menetapkan Jafar Wonggo sebagai Ketua DPW LDII Provinsi Sulut Periode 2022-2027, didampingi Sekretaris Soenarwan. Muswil LDII Sulut diikuti delapan DPD yang ada di “Bumi Nyiur Melambai” tersebut, yakni Manado, Bitung, Minahasa, Sangihe, Minsel, Bolmong, Kota Kotamobagu, dan Boltim.