Jumat, 17 Juni 2022

Wabah PMK Merebak, DPP LDII Dorong Umat Islam Tetap Berkurban dengan Prinsip Kehati-hatian


Surabaya (17/6). Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang melanda di Jawa, jangan sampai mengendurkan minat umat Islam untuk berkurban pada Idul Adha nanti. Pasalnya, dengan berkurban memiliki nilai ibadah yang tinggi, baik bagi individu maupun kemasyarakatan. Kurban memiliki multiplayer effect yang signifikan. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat ditemui di kantornya, Surabaya, pada Kamis (16/6), “Secara pribadi, kurban merupakan wujud ketakwaan hamba kepada Allah. Tak ada amalan yang paling disukai Allah pada Idul Adha, selain menyembelih daging kurban,” ujar KH Chriswanto. 

Secara sosial, kurban mampu meringankan beban masyarakat sampai sepekan setelah hari penyembelihan, “Pengeluaran untuk pangan bisa dikurangi karena pembagian daging kurban, ini sangat membantu. Selain itu, para peternak juga mendapat keuntungan yang berlipat untuk mengembangkan modal usahanya,” katanya. 

Meskipun saat ini sedang terdapat pandemi wabah PMK, masyarakat tak perlu khawatir karena penyakit itu tak berbahaya bagi manusia. Namun, ia menyarankan tetap berhati-hati, karena manusia bisa menjadi pembawa virus PMK ke hewan lain, “Untuk itu perlu kehati-hatian, baik peternak maupun jamaah yang sedang mensurvei hewan kurban,” pungkasnya. 

Senada dengan KH Chriswanto, Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah drh. Slamet Kasiran mengatakan, PMK tidak berbahaya bagi manusia. Menurutnya, PMK atau yang dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) disebabkan oleh virus Aphtaee Epizootecae. Masa inklubasi virus tersebut dan sangat menular 1-14 hari sejak tertular penyakit tersebut hingga timbul gejala. 

Menurutnya, penyakit yang menyerang semua hewan berkuku belah atau genap itu telah menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, pada tahun 1887, Indonesia pernah mengalami wabah PMK pertama kali, munculnya penyakit itu berawal di Malang kemudian menyebar ke berbagai daerah, “Per 13 Juni 2022, penyakit PMK sudah menyebar di 18 provinsi dan 180 kabupaten/kota di Indonesia. Dan ada sekitar 150 ribu ekor ternak yang sudah terjangkit PMK,” ujarnya. 

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No.403/KPTS/PK.300/M/05/2022 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 404/KPTS/PK.300/M/05/2022, Kementerian Pertanian menetapkan PMK sebagai wabah di Indonesia berawal dari Provinsi Jawa Timur dan Aceh.

“PMK menjadi wabah di Indonesia atas usulan Gubernur Jatim dan Gubernur Aceh kepada Menteri Pertanian sehingga Kementan membuat surat keputusan tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disesase) pada beberapa Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan Aceh,” tambahnya.

Slamet, yang juga sebagai tutor paramedik kesehatan hewan di Provinsi Jawa Tengah itu menambahkan, penyebaran penyakit ini sangat cepat dengan menyerang pada ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, unta, gajah, “Namun lebih banyak menyerang sapi, ditandai mulut berlepuh yang bersuhu tinggi antara 39-41 ⁰C. Agar tidak cepat menyebar perlu pembatasan lalu lintas ternak antar kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

“Masyarakat bisa mendeteksi gejala PMK melalui gejala klinis, di antaranya, suhu panas dengan ditandai koncong hidung mengering, mulut mengeluarkan leletan air liur, berkurangnya nafsu makan dan produksi susu untuk sapi perah mengalami penurunan drastis sampai dengan tidak ada susunya,” jelasnya.

Menurutnya, hewan yang terpapar PMK bukan karena faktor keturunan, tetapi lebih disebabkan karena terinfeksi atau tertular ternak yang terpapar PMK melalui penularan udara. Dan rata-rata hewan yang terpapar PMK membaik dalam 14 hari setelah diobati, “Maka pencegahannya, ternak yang terpapar PMK agar dipisahkan dari ternak yang sehat dan melakukan desinfeksi kandang dan lingkungannya. Ini sifatnya adalah sementara atau temporer, sebab pengobatan bersifat mencegah infeksi sekunder,” urainya.

Untuk pencegahan, lanjutnya, ternak-ternak berkuku belah dari penyakit PMK secara permanen diperlukan vaksinasi PMK. Untuk tahap awal, pada 13 Juni 2022 telah dilakukan import vaksin PMK sebanyak 800.000 dosis. Diperuntukkan pada pusat pembibitan dan peternakan sapi perah, “Selanjutnya vaksinasi PMK secara masal akan dilaksanakan Bulan Agustus 2022 dengan vaksin produksi dalam negeri yaitu vaksin Pusvetma Surabaya,” ungkapnya. 

Slamet menyebut, ternak yang terpapar PMK, daging dan susunya tidak bahaya untuk dikonsumsi manusia karena penyakit PMK tidak bersifat zoonosis (hewan yang bisa menularkan kepada manusia). PMK bisa disembuhkan dengan memberikan pengobatan antibiotik, multivitamin, antihistamin dan penurun panas. “Selain itu, obat herbal juga dapat digunakan untuk menekan penularan PMK seperti temulawak, jahe, kunir yang dicampur dengan gula merah,” ujarnya.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, ia menghimbau masyarakat bisa memilih hewan kurban secara syar'i, memenuhi syarat dan secara klinis, ternak yang dipersiapkan untuk kurban tidak menunjukkan gejala penyakit PMK dengan dipastikan telah diperiksa dokter hewan dan mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Adanya penyakit PMK masyarakat jangan panik, karena bisa disembuhkan, penyakit PMK tidak menular pada manusia dan daging serta susunya tetap aman dikonsumsi jika dimasak dengan benar,” tutupnya. (kim/*)

Senin, 23 Mei 2022

Berkomitmen Membangun Bangsa dan Negara Lewat Jalur Dakwah, Ponpes Binaan LDII Gelar Pengajian Kutubussitah


TULANG BAWANG - Pondok Pesantren Miftahurrosydin Kabupaten Tulang Bawang, Lampung kembali menunjukkan komitmen dan eksistensinya dalam Syi'ar Islam.

Seiring perkembangan zaman, Ponpes yang dibawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia  (LDII) Kabupaten Tulang Bawang ini selain telah mengorbitkan ratusan Mubalegh Mubaleghot/Pendakwah yang telah bertugas keseluruh nusantara, ternyata juga telah memiliki Kurikulum atau Pendidikan Formal, yaitu SMP dan SMA Tunas Bangsa.

Tidak cukup dengan SMP & SMA, Ponpes Miftahurrosyidin pada tanggal 23 mei 2022 juga telah sukses melaksanakan Grand Opening Pengajian Hadist Kutubussitah yang dimulai dengan Pengajian Hadist Sunan Ibnu Majah.

Hadir dalam Grand Opening ini diantaranya Ketua Dewan Pembina Ponpes Miftahurrosyidin KH Sugiono, S.Pd bersama anggota, Ketua Ponpes Miftahurrosyidin Ustadz Irsyad Fuadi, S.Pdi, pengurus harian DPD LDII Tulang Bawang, Kepala Sekolah dan Dewan Guru SMP & SMU Tunas Bangsa.

Ketua Ponpes Miftahurrosyidin Ustadz Irsyad Fuadi, S.Pdi

Dalam sambutannya, Ustad Irsyad Fuadi menjelaskan "bahwa kelas pengajian hadis besar ini bertujuan meningkatkan ilmu para santriwan dan santriwati Ponpes Miftahurrosyidin, serta menjadi kegiatan ekstrakurikuler juga bagi Siswa Siswi SMP & SMA Tunas Bangsa."

"Bahkan sebagian peserta pengajian kutubussittah ini juga berasal dari alumni Ponpes Miftahurrosyidin yang telah menyelesaikan tugasnya diberbagai Provinsi se-indonesia, mereka dulu awalnya mondok disini dan setelah lulus mereka kemudian berpencar kepenjuru nusantara untuk melaksanakan amar makruf nanhi mungkar, dan sekarang sebagian ada yang kembali kesini lagi untuk menambah keilmuannya" Jelas Irsyad

Ketua Dewan Pembina Ponpes Miftahurrosyidin KH Sugiono, S.Pd

Memperkuat sambutan Irsyad Fuadi, KH Sugiono, S.Pd "mengucapkan rasa syukurnya atas kemajuan Ponpes Miftakhurrosyidin yang sangat signifikan/pesat, baik Ponpesnya maupun lembaga pendidikan formalnya (SMP & SMA Tunas Bangsa)."

"Saya berharap kepada seluruh dewan guru dan kepengurusan agar tetap kompak dan semangat dalam memperjuangkan Agama Allah, begitu juga bagi para santri agar semakin meningkatkan keilmuannya, supaya semakin menambah ketaqwaan kepada Allah SWT, sehingga menjadi generasi yang Alim, Faqih, berakhlaqul karimah dan sukses dunia akhirat" Harap KH. Sugiono (Opik/Rizal PM)

Sabtu, 21 Mei 2022

Buka Musda VII LDII, Bupati Kulon Progo: Program LDII Sudah Banyak Membantu Pemerintah


Kulon Progo (21/5) - DPD LDII Kulon Progo menggelar Musyawawah Daerah (Musda) VII di Joglo Sastro Pawiro, Giripeni, Wates. Musda mengangkat tema “Membina Sumber Daya Manusia Profesional Religius yang Berbudi Pekerti Luhur Serta Mewujudkan Kulon Progo Sejahtera, Aman, Tenteram, Berkarakter, dan Berbudaya”.

“Program-program LDII telah mendukung dan membantu program Pemerintah Daerah (Pemda) Kulon Progo. Untuk pembuatan program periode berikutnya, kami tidak akan intervensi. Namun kami berharap programnya nanti tetap mendukung Pemda agar berjalan selaras dan seimbang. Meskipun bentuk kegiatannya bervariasi, tujuannya harus tetap sama,” kata Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo dalam sambutannya.

Sutedjo juga berpesan agar pengurus yang terpilih untuk periode 2022-2027 dapat menerima dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan tetap memegang nilai kekeluargaan dan kebersamaan. "Pelaksanaannya nanti juga harus dengan asas demokrasi yang dewasa, tak perlu ada pengurus tandingan dan semacamnya," pesannya.

Sementara Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan tujuh program kerja DPD LDII Kulon Progo dalam masa jabatan 2017–2022. Di antaranya Keagamaan, Kesalehan Sosial, Toleransi, Kemaslahatan Umat, Wawasan Lingkungan, Kesehatan, dan Penuh Kasih Sayang. Pandaya menambahkan, LDII menjalankan program-programnya secara damai dan tidak radikal, "Karena perilaku keras tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW," ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. Atus pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPD LDII Kulon Progo yang sudah bekerja sepenuh hati pada periode ini. Ia juga menyampaikan pesan yang berkaitan dengan program-program berikutnya nanti.

“Kulon Progo lima tahun ke depan memiliki beberapa tantangan besar. Bandara YIA hingga Rumah Sakit Internasional akan ada di sekitar kita. Pertanyaannya, apakah kita akan jadi penonton atau jadi pemain?” tanya Atus. Semua peserta sepakat menjawab ingin menjadi pemain.

Atus juga melihat program DPD LDII Kulon Progo benar-benar membantu program pemerintah daerah. Salah satunya adalah program bedah rumah untuk keluarga tidak mampu. Hal ini membantu Pemerintah Kulon Progo mengurangi jumlah keluarga miskin. "Semoga rangkaian Musda VII ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat," pungkasnya.

Rabu, 18 Mei 2022

Camat Pedan Hadiri Festival Anak Sholeh PC LDII Pedan

KLATEN (15/05) - Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Pedan berhasil mengadakan kegiatan pembinaan generasi penerus usia Paud dan SD dalam bentuk Festival Anak Sholih (FAS).

Kegiatan ini dihadiri oleh 200 peserta dan 20 pendamping dari 8 Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se Kecematan Pedan dan sekitarnya.


FAS PC LDII Pedan ini dihadiri langsung oleh Camat Pedan H. Marjana, S.IP.,M.H, ketua Badko LPQ Kec. Pedan Anwar Sutopo, Suwarto, S.Pd.SD Ketua PC LDII Kec. Pedan dan tamu undangan lainnya.

Pada acara FAS 2022 ini ada beberapa mata lomba yang dilombakan, diantaranya tahfidul Quran, tartil Quran, nasihat agama, Adzan.

Dalam sambutannya, Suwarto, S.Pd.SD menyampaikan bahwa
"Kegiatan ini bertujuan untuk membina anak-anak kita sejak usia dini dengan program dari LDII, yaitu Generasi yang Profesional dan Religius."

"Sesuai dengan moto Pendidikan didalam LDII, yaitu BE TEACHER OF THE WORLD (dadio gurune jagad/jadi guru sejagad), dan ini bisa diperoleh tentunya dimulai sedini mungkin, selain itu FAS ini juga bertujuan agar generasi penerus bisa mewujudkan Tri Sukses Generasi penerus LDII, yaitu alim/faqih, berahklaqul karimah dan mandiri, serta memiliki dan menerapkan 6 thobiat luhur Warga LDII, yakni rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah, mujhid muzhid." Tutup Suwarto

Sementara itu H. Marjana,S.IP.,M.H selaku Camat Pedan dalam sambutannya "menyampaikan pesan kepada para pembina dari tingkat PAC sampai PC bersama ustad/ustadzah supaya selalu tetap membina para generasi penerus LDII sejak dini, karena mereka itu adalah aset dan penerus kita semua nantinya."

"Kepada anak-anak, Saya berpesan: supaya lebih rajin lagi dalam beribadah, sholat maupun membaca Al Quran supaya menjadi anak sholih/sholihah yang hebat, tangguh, luar biasa dan islami." Harap Marjana


Ketua Badko LPQ Kec. Pedan, Anwar Sutopo pun juga berpesan kepada anak-anak "supaya selalu meningkatkan amal ibadah kita, tingkatkan sholat, tingkatkan penderesann Al Quran dan ukhwah islamiah antar TPQ se Kecamatan Pedan."

Catatan: Festival anak sholih ini menjadi agenda tahunan LDII, khususnya PC LDII Kecamatan Pedan (Lines Klaten, Tony/Rizal PM)

Senin, 02 Mei 2022

PC LDII Kecamatan Pedan Gelar Sholat Idul Fitri 1443 H di Lapangan Jaya Sakti Pedan


Ldii.or.id - KLATEN (02/05) - Di awal pagi bulan Syawal warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Pedan berbondong-bondong menuju tempat salat Idul Fitri 1443 H di Lapangan Simpang Lima Jaya Sakti, Desa Jetis Wetan. Lapangan ini menjadi salah satu titik pelaksanaan sholat Idul Fitri warga LDII Kabupaten Klaten.


Dipilihnya lokasi ini dikarenakan akses yang mudah kelokasi/strategis, luas, nyaman dan aman, termasuk dapat pengamanan langsung dari Anggota Senkom Mitra Polri se Kecamatan Pedan yang tergabung dengan Satgas PC LDII Pedan, serta lapangan Simpang Lima Jaya Sakti ini juga adalah salah satu Icon kebanggan warga Pedan, terlebih lagi saat suara Takbir menggema keseluruh penjuru lapangan dan sekitarnya yang menambah hari birunya suasana Idul Fitri tahun 2022 masehi ini.


Ini adalah kali pertama dilaksanakannya sholat idul fitri yang melibatkan kurang lebih seribuan orang Jamaah, setelah sebelumnya selama dua tahun berturut-turut umat muslim di Indonesia dan negara-negara lain tidak bisa melaksanakan sholat id dilapangan atau beramai-ramai seperti saat ini, dikarenakan wabah Covid-19. Selama dua kali idul fitri dan idul adha tahun sebelumnya sholat id terpaksa dilaksanakan secara terbatas dibeberapa masjid, mushalla dan bahkan harus dilaksanakan dirumah masing-masing umat muslim.

Tidak lama setelah fajar menyiratkan sinarnya, shalat Idul Fitripun dimulai oleh Imam sekaligus Khatib Ustadz Choirudin Nur, S.Pd.

Setelah Ustadz Choirudin Nur, S.Pd salam dan menyelesaikan Khutbah berbahasa Arabnya, lalu Suwarto, S.Pd.SD Ketua PC LDII Kecamatan Pedan melanjutkan dengan nasehat dan membacakan amanah atau pesan tertulis dari DPP LDII.

Ketua PC LDII Pedan

Dalam nasehatnya, Suwarto mengungkapkan rasa syukurnya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala atas limpahan rahmat dan nikmatNya, "Alhamdulillah dengan terlaksananya sholat idul fitri ini kita semua bisa mewujudkan kerukunan, kekompakan dan kelancaran, sehingga menghasilkan kemaslahatan serta menjadi bentuk kepedulian sosial, berbagi keilmuan dan kebarokahan kepada sesama."

"Bisa terlaksananya sholat id disini tidak terlepas dari kerjasama semua pengurus organisasi dan dewan masjid yang begitu semangat semenjak tadi malam sudah mendirikan tarub/tenda, serta telah menyiapkan sarana prasarana pendukung lainnya" Jelas Suwarto

"Semua disyukuri Alhamdulillahi jazakumullohu khoiro, kami keluarga besar PC LDII Kecamatan Pedan menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, Taqobalallahu Minna wa minkum, taqobbal ya karim, mohon maaf lahir dan batin" Tutup Suwarto (Rizal PM/Lines)

Senin, 25 April 2022

Sekretaris Umum DPP LDII: Pengendalian Diri dan Berfikiran Positif Adalah Modal Dasar Dalam Pembangunan Indonesia


Jakarta (25/4). Ramadan menjadi pijakan untuk kembali membangun kesalehan sosial. Sehingga seusai Ramadan, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik. Hal itu disampaikan Sekretaris Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya.

“Era media sosial mengubah citra masyarakat Indonesia yang ramah, menjadi netizen yang kritis namun sering usil dan berisik di ruang publik. Media sosial kita cendrung sudah menjauh dari nilai-nilai luhur bangsa. Ramadan ini bisa digunakan untuk mengendalikan diri, sebagai modal menjadi masyarakat yang semakin saleh,” ujar Dody. 

Ia mengatakan, sifat pamer di media sosial dibarengi rasa tidak peduli dan nihil empati dengan lingkungan sekitar, “Parahnya, jika niat berbagi hanya untuk keperluan konten demi membangun citra,” ujarnya. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk sedikit demi sedikit mengubah prilaku masyarakat tersebut. 

Kebiasaan-kebiasaan baik selama Ramadan, berupa pengendalian diri dan lebih peduli pada sekitar, bisa dibawa menjadi kebiasaan baik setelah Hari Raya Idul Fitri. Bila setiap individu menjadi warga yang mampu mengendalikan ucapan, tulisan dan perbuatan, baik di media sosial maupun kehidupan nyata, akan terbentuk masyarakat yang semakin baik. 

Dengan kebaikan itu, program-program pemerintah maupun organisasi kemasyarakat yang bertujuan untuk kepentingan umum dan kehidupan sosial yang baik menjadi mudah terlaksana, “Karena dalam kondisi dan hati kita, sudah terbiasa mengendalikan diri, berpikir yang positif, dan peduli kepada sesama dan sekitar. Ini jadi modal besar dalam pembangunan masyarakat Indonesia,” imbuhnya. 

Ia menjelaskan, selama Ramadan warga LDII di seluruh pelosok tanah air diajak untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan memperbanyak sedekah, “Pada dasarnya ini adalah pembiasaan, agar kita semua senang saling memberi dan saling memperhatikan. Selain pahala sedekah di saat Ramadan dalam keyakinan umat Islam menghasilkan pahala yang berlipat-ganda,” imbuhnya. 

Menurutnya warga LDII secara perorangan maupun institusi sepanjang Ramadan menggiatkan santunan kepada fakir miskin, yatim-piatu, kalangan difabel yang tak mampu dan kurang beruntung, hingga yang rutin berbagi takjil. Bahkan, pondok-pondok pesantren (Ponpes) di lingkungan LDII, pada Ramadan menggiatkan membagikan bantuan kepada masyarakat di sekitar ponpes.

“Salah satu pondok pesantren utama LDII, Ponpes Wali Barokah Kediri bekerja sama dengan Kelurahan Burengan dan Banjaran membagikan paket sembako untuk warga sekitar pondok, pada Minggu, 24 April 2022,” imbuhnya.

Dari Kediri, Jawa Timur, dikabarkan Lurah Burengan Adi Sutrisno, mengatakan pembagian paket sembako merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Wali Barokah. Ia berharap kerja sama antara pihak Ponpes Wali Barokah dengan Kelurahan Burengan terus ditingkatkan.

“Kami mengapresiasi pada Pondok Pesantren Wali Barokah yang telah telah membagikan paket sembako rutin tiap tahun, mudah-mudahan tahun berikutnya lebih meningkat, dan kami berharap kerja sama yang kami jalin ini bisa terus ditingkatkan,” kata Adi Sutrisno.

Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah KH Sunarto, menjelaskan bahwa pembagian paket sembako tersebut untuk ratusan warga kurang mampu di sekitar ponpes, yang tujuannya untuk meringankan beban kebutuhan warga yang semakin meningkat menjelang Idul Fitri.

“Paket sembako ini dibagikan pada Minggu, 24 April 2022 sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Karena masih pandemi maka kami distribusikan melalui RT setempat agar warga masyarakat tidak bergerombol,” kata KH. Sunarto.

Raih Berkah Ramadhan, PAC LDII Troketon Gelar Buka Puasa Bersama


KLATEN (24/04) - Selama Bulan Ramadhan 1443 H ini, Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kelurahan Troketon, Pedan, Klaten mengadakan buka puasa bersama (Bukber) dengan Jamaah Majlis Taklim Masjid Nurul Huda. Bukber ini telah menjadi agenda rutin PAC LDII Troketon dari Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, yaitu dilaksanakan 4 kali dalam satu bulannya.

Mulyanto salah satu Pengurus Masjid Nurul Huda menyampaikan dalam Kuliah Tujuh Menitnya (Kultum) bahwa "salah satu tujuan buka puasa bersama ini adalah agar jamaah Majelis Taklim tambah semangat dan senang dalam beribadahnya terutama selama bulan Ramadan."


"Serta Bukber ini bertujuan untuk senantiasa memupuk kerukunan dan kekompakan jamaah majelis taklim Masjid Nurul Huda, laki-laki dan wanita, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa dan lanjut usia" Tambah Mulyanto

"Semoga di Ramadhan tahun-tahun mendatang kita masih bisa berkumpul seperti ini kembali dalam keadaan sehat dan umur panjang yang barokah" harap Mulyanto

"Adapun tidak kalah penting dari acara ini adalah, setelah Bukber ini semua Jamaah langsung melaksanakan sholat magrib berjamaah, dilanjut sholat isya berjamaah serta tadarusan plus nasehat-nasehat agama sebagai wadah untuk saling mengingatkan kita semua agar sama-sama bisa menggapai 5 Sukses Ramadhan (Sukses puasanya, sukses sholat tarawehnya, sukses tadarus Al Qurannya, sukses lailatur
qodarnya dan sukses zakat fitrahnya)" tutup Mulyanto

Selaras dengan apa yang disampaikan Mulyanto, Sri Widodo Dewan Pembina PAC LDII Troketon menambahkan bahwa "Insya Alloh pada hari rabu nanti, kembali kita akan mengadakan Bukber, dan ini adalah Bukber yang terakhir dibulan Ramadhan 1443 H, pada Bukber itu nanti Insya Alloh akan berbeda dari Bukber-bukber sebelumnya, yakni akan dilaksanakan juga secara bersamaan Aqiqohan dari salah satu Jamaah Masjlis Taklim Nurul Huda, semoga ini menjadi penambah semangat dan kebarokahan bagi kita semua" Ucap Sri Widodo (Rizal PM)