Senin, 02 Maret 2020

PC LDII Rawapitu Gotong Royong Bersama Babinsa, Babinkamtibmas Dan Warga




LINES TUBA - Pada tanggal 1 maret 2020 Warga Ldii PC Rawapitu bersama masyarakat, Babinsa, Babinkamtibmas bahu membahu mengadakan gotong royong dalam rangka mempersiapkan kunjungan kerja Bupati Tulang Bawang. Kunjungan kerja ini sudah menjadi program kerja Bupati Tulang Bawang yang familiar dimasyarakat dengan sebutan BMW (Bergerak Melayani Warga).



Tim Lines Tuba

DPD LDII Tulang Bawang Adakan Pelatihan Kewirausahaan & Kemandirian



LDII.OR.ID | TULANG BAWANG. Tim Kemandirian DPD LDII Tulang Bawang telah sukses mengadakan "Pelatihan kewirausahaan & kemandirian" terhadap generasi muda LDII, mulai dari pelajar, non pelajar, mahasiswa dan juga yang siap berumah tangga. Ada kurang lebih 500 orang yang kami targetkan untuk ikut serta dalam acara ini (akan dibagi menjadi beberapa Zona) ujar Rofik Ridwan, SH, MM ketua DPD LDII Tulang Bawang saat diwawancari oleh Tim Lines.


Rofik Ridwan, SH, MM menambahkan "besar harapan kami kepada generasi muda LDII ini agar menjadi generasi yang mandiri, profesional dan relegius, termasuk bagi generasi wanitanya juga kami tambahkan materi keputrian dan bimbingan konseling, sehingga kedepannya generasi Ldii bisa terjun langsung dalam mensukseskan program Organisasi Ldii secara khusus dan serta mensukseskan Program-program pemerintah secara umumnya".


TIM LINES TUBA

Workshop Dan Peningkatan Kapasitas Kesekretariatan DPD LDII Tulang Bawang

LDII.OR.ID | TULANG BAWANG. DPD LDII Tulang Bawang mengadakan pembinaan dalam peningkatan Kapasitas SDM Pengurus PC dan PAC sekabupaten Tulang Bawang pada zona 1, yang meliputi  PC Banjar Agung, Banjar Margo, Menggala Timur dan Rawa Pitu. 

Acara yang di laksanakan  pada tanggal 1 maret 2020 di ikuti oleh pengurus tingkat PC
dan PACPAC dan materi kesekretariatan oleh Tim DPD  dan dasar-dasar jurnalistik oleh Tim LINES (Ldii News Network) Tulang Bawang. Diharapkan dengan acara tersebut ada peningkatan SDM di seluruh kepengurusan LDII Tulang Bawang dan dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah.


KIM DPD LDII TUBA

Selasa, 25 Februari 2020

Lembaga Pendidikan Binaan DPD LDII Tulang Bawang Berperan Aktif Dalam HUT Kab.Tulang Bawang ke-23


TULANG BAWANG | LDII.OR.ID . Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kabupaten Tulang Bawang ke 23, pada tanggal 17 februari 2020 SMP Tunas Bangsa Kecamatan Banjar Margo mengikuti  lomba "CEPAT TEPAT" Tingkat kecamatan yang di ikuti oleh SMP dan MTS se kecamatan Banjar Margo.
SMP Tunas Bangsa sendiri merupakan SMP yg baru berdiri dan dikelola oleh DPD LDII Tulang Bawang, serta saat ini dalam tahap pembangunan ruang belajar lantai dua.


KIM DPD LDII TUBA & TEAM

Warga LDII Rawajitu Selatan Sambut Dengan Antusias Kungker Bupati Tulang Bawang


TULANG BAWANG | LDII.OR.ID . Warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) PC Rawajitu Selatan antusias menyambut kedatangan Bupati Tulang Bawang dalam rangka kunjungan kerjanya di Kecamatan Rawajitu Selatan pada tanggal 13 februari 2020.

 Turut hadir bersama Bupati Forkopimda Tulang Bawang, Forkopincam Rawajitu Selatan, TNI, POLRI, SENKOM MITRA POLRI, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan warga Rawajitu Selatan, kunjungan kerja ini dilaksanakan Bupati dalam rangka meninjau langsung keadaan warganya dan melaksanakan 25 program BMW (Bergerak Melayani Warga)

KIM DPD LDII TUBA & TEAM

Warga LDII Tulang Bawang Senantiasa Menghidup-hidupkan Semangat Gotong Royong

Gotong Royong Cerminan Kerukunan & Kekompakan bernegara

Tulang Bawang | LDII.OR.ID. Untuk meningkatkan Kekompakan dan kerukunan masyarakat dalam budaya gotong gotong royong, warga PAC LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Lemah Abang dan Kekatung bersama warga sekitar bahumembahu melaksanakan pengecoran lantai dua Wisma Tamu PC LDII Dente Teladas (19 februari 2020).




Kaum Wanita Juga Kompak Menyiapkan Konsumsi




KIM DPD LDII TUBA & TEAM


Jumat, 17 Mei 2019

Tidak Tanggung-tanggung, LDII Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya "RAKSASA"

PLTS RAKSASA PONPES WALIBAROKAH LDII DENGAN BACKGROUND MENARA ASMA'UL HUSNA
KEDIRI – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur. Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan selama ini pondok pesantren masih tergantung kepada perusahaan listrik negara (PLN) dalam membantu penerangan di lingkungan pondok. Akibatnya beban biaya yang ditanggung terus meningkat seiring dengan besarnya pemakaian listrik. 

"Berkacara dari hal tersebut DPP LDII melakukan terobosan berupa pembangunan PLTS sendiri. Sebagai tahap awal dibangung di Ponpes Wali Barokah kota Kediri," kata Prasetyo Sunaryo.


Pengembangan PLTS yang terbesar di Indonesia untuk ponpesini, dikatakan Prasetyo merupakan bentuk pemanfaatan dan penerapan energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan rencana jangka panjang organisasi. 

"Ponpes yang menggunakan PLTS sebesar ini yang pertama di Indonesia. Ini wujud paradigma khusus tidak cukup dengan cara pandang perbandingan harga saja. Pendayagunaan EBT komparasinya bukan terhadap harga BBM, tetapi harus terhadap pengandaian apabila terjadi kelangkaan energy BBM. Ini yang menjadi pemahaman organisasi yang kita terapkan," tambah Prasetyo


 "Khusus energy matahari,  karena Indonesia sebagai negara tropis tidak ada musim salju, sehingga energy matahari tersedia sepanjang tahun. Dari perspektif religious, penggunaan energy matahari merupakan manifestasi kesyukuran ke Allah yg mengkarunia Indonesia dengan sinar matahari yg tak ternilai harganya," imbuhnya.

Pimpinan Ponpes Walibarokah KH Soenarto  mengaku pihaknya ingin mensyukuri anugerah Allah berupa sinar matahari, untuk menjadi energi listrik untuk menerangi pondoknya. Sehingga terjadi penghematan biaya pengelolaan pondok secara signifikan. 

“Untuk kedepannya ada pemikiran menjadikan ponpes ini, sebagai wisata religi dan edukasi teknologi PLTS. Sehingga menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penerapan Energi Baru Terbarukan,” kata pria asal Klaten tersebut.

PLTS RAKSASA WALIBAROKAH LDII TAMPAK DARI KETINGGIAN


PLTS yang dibangun instalasinya di ponpes tersebut berukuran 40 m x 41 m. Menurut pakar PLTS yang aplikator PLTS di Ponpes Walibarokah, Horisworo, dengan pertimbangan untuk memberikan manfaat yang lama, maka dana yang terkumpul secara gotong royong warga LDII tersebut dibelikan panel surya (Solar Cell) yang premium grade buatan Kanada.

“Maka harganya, termasuk peralatan penunjangnya mencapai Rp.10,1 Milyar. Tapi potensi umat yang besar ini harus diwujudkan dengan membeli yang premium grade buatan Kanada. Sayang bila hanya beli buatan Cina yang harganya lebih murah. Tapi yang perlu dipahami mahalnya itu didepan saja. Dengan adanya garansi 25 tahun dari produsennya, maka yang dari Kanada ini  jatuhnya malah lebih efisien,” kata Horisworo saat memberikan pemaparkan di lokasi PLTS ponpes tersebut.


Bantuan NASA

PLTS tersebut nantinya akan menghasilkan 1 juta Watt maksimalnya. Dan saat ini belum dioptimalkan seluruhnya, karena kebutuhan ponpes dengan 5000 santri tersebut sudah terpenuhi dan masih ada banyak kelebihan. Penerangan di ponpes yang terletak ditengah Kota Kediri tersebut, juga sangat bagus. Saat suaramerdeka.news tiba disana pada malam hari terlihat penerangan yang maksimal, lebih terang dari Mal. Hal ini membuat santri lebih nyaman belajar dan beraktifitas serta kondisi tersebut didapat dengan efisien karena memanfaatkan PLTS.  

“Prinsipnya ponpes Walibarokah sudah mempraktekkan dan berinvestasi jangka panjang dalam bidang EBT. Pembangunan dan pengembangan ponpes adalah sebuah keniscayaan, dan kami sudah menabung, sudah berinvestasi untuk mandiri energi, memanfaatkan karunia Allah. Maka kami serius membangunnya, sampai untuk penentuan titik dimana intensitas sinar matahari terbesar, kami minta bantuan satelit NASA. Ya digedung inilah yang intensitas sinar matahari tertinggi (dibandingkan beberapa gedung di ponpes tersebut),” papar pria asal Banyumas tersebut.

Saat ini warga Kota Bandung tersebut sudah merencanakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bio Masa (PLTBM) dengan memanfaatkan sampah harian dari warga ponpes yang jumlahnya ribuan orang.

“Dari sampah atau suatu yang dibuang bisa kita manfaatkan menjadi energi. Dengan berbekal pengalaman telah membuat PLTMB di Bandung, saya punya keinginan bisa menghadirkannya di ponpes ini. Potensi dari sampah disini sangat besar, dan bisa makin mengokohkan kemandirian energi ponpes ini. Tinggal menunggu bagaimana musyawarah pimpinan pondok,” kata Horisworo.

Sebelumnya,  untuk memenuhi kebutuhan energi listrik secara mandiri juga dikembangkan pembangkit lisrik berskala kecil,  pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) di pabrik teh Jamus di Ngawi. 

Pabrik teh peninggalan Belanda. tahum, 1928 seluas 478 ha itu,  semula digarap menggunakan bahan bakar minyak ( BBM)  dan kayu bakar.  Kini semuanya menggunakan listrik secara mandiri PLTMH. 

PLTMH  yang dirancang oleh Horisworo teraebut, pada tahun 2007.  Menurut Purwanto wahyu,  Pimpinan Perkebunan Jamus,  untuk satu unitnya mampu memghasilkan 100 kwh dengan investasi awal sebesar Rp 1,7miliar.  Kemudian setelah itu dibangun satu unit lagi dengan biaya Rp 900 juta dengan menghasilkan 100 kwh dan setahun kemudian disusul pembangunan lagi yang melewati tanah masyarakat dengan menghasilkan 50 kwh. (*)

Sumber:Johar Humas DPP LDII
Editor   : Rizal Putra Milda/Lines DPD LDII Tulang Bawang
Foto      : Berbagai Sumber