TERBARU

Minggu, 07 Agustus 2016

LDII Ramaikan JIC dengan Tahfidz Quran Masal


 
Jakarta– LDII menghelat tahfidz masal di Jakarta Islamic Center (7/8). Kegiatan ini sudah dihelat dua kali dan pada perhelatan yang ketiga ini, diadakan secara masal mengundang 10.000 orang tahfidz se-Jabodetabekten.
Berdasarkan pantauan LinesIndonesia, saat ini sudah ada beberapa peserta yang hadir meski acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Peserta terlihat memasuki gerbang JIC, ada yang menunggu sambil menikmati jajanan kaki lima di sekitar JIC.
Menurut rencana, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy akan membuka acara disusul oleh Ketua MUI Pusat Yusnar Yusuf. Pakar Pendidik Malik Fadjar juga direncanakan hadir memberikan materi.
Selain itu, beberapa Syeikh Masjidil Harom yang menjadi guru dari beberapa Ulama LDII seperti Kholil Bustomi, Abdulloh Mas’ud, dan  Abdul Aziz Ridwan saat menimba ilmu di Mekkah, akan hadir memberikan tausyiah dan semangat  kepada para peserta halaqoh.
 
Menghafal Alquran menjadi cara agar generus muslim  tidak terpengaruh terhadap kerusakan jaman. Gerakan menghapal Al-Quran kelak akan memicu kebangkitan umat Islam yang dimulai dari generasi muda.
Akhir-akhir ini memang marak pengaruh homo seks dan lesbian, radikalisme, narkoba, korupsi, dan pengaruh buruk lainnya menjangkiti generasi muda. Ini menjadi beberapa alasan mengapa LDII menggalakan gerakan menghapal Al-Quran
Abdul Aziz Ridwan dalam perhelatan Tahfidz Quran yang dihelat di Ponpes Minhaajurosyidin beberapa waktu lalu (24/4), memberikan nasihat dan manfaat dalam menghafal alqruan.
Pertama, Alquran sebagai detak kehidupan. Artinya, sikap dan tingkah laku dipenuhi dengan nilai-nilai Alquran. Hal itu terlihat dari ketenangan jiwa yang dimiliki.
Kedua, Alquran sebagai penjaga urusan, yaitu menjadi penyelamat dan petunjuk dalam menjalankan kehidupan.
“Berpegangan pada jalannya Allah, juga berpegangan pada Allah. Melalui Alquran, kita akan selalu dijaga. Al-Quran adalah penyembuh penyakit yang ada di dalam tubuh sekaligus rahmat. Warga LDII supaya menghayati maknanya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Yang ketiga, Alquran sebagai pembersih jiwa. Maksudnya dengan rutin membaca Alquran, Perlahan-lahan sifat jelek akan hilang. Memahami alquran akan menjadikan insan yang berbudi pekerti yang luhur serta mencerminkan pemuda atau pemudi salih dan salihah. Terakhir, Alquran sebagai jalur keselamatan. Alquranlah yang membuat seseorang mendapat kesuksesan dunia dan akhirat.LINESIndonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar