Kamis, 08 September 2022

Sukseskan World Cleanup Day 2022, LDII Ringinsari Bersihkan Lapangan


Kediri, (8/9). Dalam rangka menyukseskan WORLD CLEANUP DAY, PAC LDII Desa Ringinsari Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, gerakan 25 warganya untuk membersihkan sampah di sekitar lapangan Desa Ringinsari, pada Kamis, 8 September 2022.

Menurut Narwoto, koordinator kegiatan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan pukul 6:00 hingga 8:00 wib atas kepedulian warga LDII terhadap kebersihan. “Kami bersama warga LDII mengadakan musyawarah kecil, membahas tentang kebersihan, dan semua sepakat titik kebersihan yang dipilih adalah area lapangan Desa Ringinsari,” ujar Narwoto.

Hadir dalam kegiatan tersebut Jamal, ketua RT setempat dan Ali Mustofa, Kepala Desa Ringinsari, dalam sambutannya, Ali Mustofa mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami atas nama pemerintah desa mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya kepada warga LDII Desa Ringinsari khususnya dan pada organisasi LDII pada umumnya, yang telah menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dalam rangka menyukseskan World Cleanup Day,” kata Ali Mustofa, Kepala Desa Ringinsari.

Lebih lanjut Narwoto secara umum masyarakat sudah sangat peduli dengan kebersihan di lingkungan masing-masing, dan ia berharap dengan kerukunan dan kekompakan, warga masyarakat bisa tetap menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kita, turut andil menjaga kebersihan sarana publik, dan pada momen yang bertepatan dengan World Cleanup Day, kita menggerakan LDII Ringinsari untuk membersihkan lapangan. Kami berharap dengan tetap menjaga kerukunan dan kekompakan, kepedulian terhadap kebersihan semakin meningkat,” tegas Narwoto.

Lebih lanjut, Narwoto menjelaskan bahwa di lingkungan masjid LDII Ringinsari telah disediakan tempat sampah, di mana anak-anak TPQ dan remaja sedini mungkin telah diajari cara buang sampah, sehingga setelah pengajian, majlis taklim tersebut tetap bersih.

Selasa, 06 September 2022

Bersama LDII, Polda Kalbar Sukses Gelar Sunatan Massal


LDII Pontianak - Kepolisian Daerah  (Polda) Kalbar kembali memberikan kepedulian kepada masyarakat dengan menggelar bakti sosial kesehatan berupa sunatan massal. Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kalbar menggelar Bakti Sosial Kesehatan yang digelar di Aula Pesantren Al Muqorrobun terlaksana dengan menggandeng LDII Kalbar.

"Kegiatan sunatan massal ini bagian dari kegiatan bakti sosial kesehatan Polda Kalbar. Jadi sebenarnya polisi bukan hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga bisa berperan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Salah satunya kegiatan yang kita gelar hari ini, " ujar Kombes Pol drg Waloejo Noegroho saat memberikan arahan disela-sela baksos kesehatan Polda Kalbar, Selasa 6 September 2022.

Dikatakan, dalam memberikan sentuhan sosial kesehatan, Bidang Dokkes Polda selalu terbuka untuk melakukan kerjasama dengan pihak lain. 

"Kalau pada kesempatan kali ini kami menggandeng LDII, maka   kedepannya bisa saja dengan organisasi atau lembaga lain. Intinya kami bisa kerjasama dan terbuka untuk memberikan kesehatan bagi masyarakat, " katanya. 

Lebih jauh, Kombes Waloejo menyatakan sinergitas sangat diperlukan,  sehingga dengan bakti sosial ini adalah benyuk kepedulian Polri. 

 "Kami juga menyarankan apabila ada keinginan untuk melaksanakan kegiatan sosial berupa pengobatan bisa dikoordinasikan.  Intinya kami Polri ingin yang terbaik bagi masyarakat," tegasnya. 

Sementara itu Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto mengaku senang dan bangga atas kepercayaan Polda Kalbar menggandeng LDII dalam bakti sosial kesehatan berupa sunatan massal.

"Kerjasama ini bukanlah yang pertama dengan Dokkes, tetapi sudah kesekian kalinya melakukan kerja bareng,  terutama saat program vaksinasi beberapa waktu lalu. ," jelasnya. 

Menurutnya, kegiatan yang lakukan Polda Kalbar ini diyakini akan memberikan dampak positif dan sangat dirasakan manfaatnya.

 "Semua orang tua dari anak peserta yang disunat sangat berterimakasih kepada Polda Kalbar. Alasannya tidak lain karena kegaiatan ini bentuk kepedulian Polisi kepada masyarakat," kata dia

Jika kepolisian semakin intens melakukan kegiatan sosial maka tegas Susanto berpotensi akan semakin  dicintai masyarakat.

 "Kami yakin kepedulian polisi dalam menjawab permasalahan sosial masyarakat akan berdampak citra polisi yang semakin dicintai masyarakat," tegasnya. 

Kegiatan yang digelar di Aula Pesantren Al Muqorrobun Pontianak diikuti sebanyak 25 anak.  Sebagai wujud kepedulian Polda Kalbar juga meyerahkan  bingkisan dan bantuan paket sembako bagi anak-anak peserta sunatan massal.

LDII Dorong Para Santri Bijak Memanfaatkan Media Sosial


LDII Jakarta (6/9). Media sosial sebagai ruang publik menjadi alat penyebaran radikalisme, liberalisme, hedonisme, hingga berbagai prilaku menyimpang. Problematika ini mendorong DPP LDII menjadikan media sosial sebagai area dakwah bil haal. Para santri yang nantinya menjadi juru dakwah LDII diajak meramaikan media sosial. 

“Kami mendorong literasi media sosial di kalangan santri. Mereka memiliki modal ilmu, dengan beraktivitas di media sosial, mereka bisa menebarkan kebaikan secara lebih luas. Terutama generasi muda yang haus informasi,” papar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. 

Literasi media sosial menjadi penting, karena kompleksnya permasalahan yang dihadapi masyarakat tersebut. Ia memberi contoh perudungan atau bully, kerap menyasar seseorang di media sosial, “Akhirnya pem-bully-an itu meluas dari jagat maya ke jagat nyata. Belum lagi propaganda gaya hidup menyimpang seperti LGBT hingga persoalan agama yang menjadikan seseorang jadi sosok yang radikal,” keluhnya. Bahkan gaya hidup seks bebas juga menemukan ruang penyebaran di media sosial. Prostitusi saat ini justru marak di Twitter, baik terang-terangan maupun terselubung.

KH Chriswanto pun meminta para santri peka dan melanjutkan dakwahnya di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memasifkan pemberitaan atau informasi positif. Tujuannya, agar amar ma’ruf kian meluas di kalangan masyarakat, agar kehidupan mereka tidak hanya menuruti hawa nafsu lalu menabrak norma agama dan budaya, “Dengan memperbanyak sumber daya jurnalis dan para santri yang memiliki keterampilan bermedia sosial, mereka dapat mengedukasi umat dan berdakwah di media sosial,” ujarnya.

Para santri nantinya, menyiarkan kebaikan yang universal dengan memegang teguh prinsip jurnalisme positif. “Berita atau informasi yang dimuat, dalam koridor Pancasila, moralitas, nilai agama Islam, dan etika jurnalistik. Jangan sampai melanggar etika tersebut,” kata KH Chriswanto.

Setiap bulan, menurut KH Chriswanto ratusan pondok-pondok pesantren (Ponpes) di lingkungan LDII menghasilkan 800-1.000-an juru dakwah. Mereka disebar di pelosok-pelosok Indonesia untuk mengajar di majelis-majelis taklim LDII. Mereka sangat dekat dengan problematika umat, “Mereka bisa mengedukasi umat sekaligus berdakwah melalui media sosial,” tuturnya. 

Senada dengan Ketua Umum DPP LDII, Ketua Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur KH Sunarto mengungkapkan, kontribusi LDII melalui delapan bidang pengabdian perlu diinformasikan dan dikomunikasikan ke masyarakat luas, “Kemas berita atau informasi dengan santun, dan hindari hal yang dapat menyinggung,” jelasnya.

Menurutnya, tak hanya warga LDII saja yang diharapkan dapat bijak di media sosial. Para santri, kini memiliki tugas berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan membantu pemerintah membentuk karakter bangsa yang pancasialis, “Hari-hari ini media sosial minim edukasi dan pembangunan karakter, namun riuh dengan hal-hal dangkal bahkan memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuh KH Sunarto. 

Keprihatian KH Sunarto pengasuh ponpes utama yang bekerja sama dengan LDII dalam menghasilkan juru dakwah itu, diamini oleh koleganya Habib Ubaidillah Al Hasany, Ketua Ponpes Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, “Sebagai pesantren yang khusus untuk menguji para santri yang akan disebar ke berbagai pelosok tanah air, kami bertanggung jawab menjadikan santri sebagai penegak empat pilar kebangsaan,” kata Habib Ubaid. 

Ponpes Al Ubaidah membekali para santri dengan pemahaman kebangsaan, dengan menghadirkan pemateri dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk, Koramil, dan Polres, “Setiap bulan kami mengundang mereka untuk memberi wawasan mengenai dakwah, wawasan kebangsaan, dan bela negara,” pungkasnya.

Menurut Habib Ubaid, elit politik yang menggunakan komunikasi politik populis menciptakan perpecahan yang mengkhawatirkan. Ia berpendapat, para ulama, tokoh agama, hingga santri harus aktif mendinginkan suasana, agar terus tercipta kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. 

“Santri harus mendapat edukasi bagaimana memilah dan memilih informasi agar tidak terpapar radikalisme dalam agama. Sebaliknya mereka juga dituntut memproduksi konten atau informasi yang positif, agar kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara menjadi sejuk. Itu menjadi modal dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat,” tutur Habib Ubaid yang juga pengurus DPP LDII.

Pisah Sambut Pangdam, Pengurus LDII Sulsel Bertemu Pangdam XIV/Hasanuddin yang Baru


LDII SULSEL - Pengurus DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menghadiri pisah sambut Panglima Kodam XIV/Hasanuddin di Balai Prajurit M Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/9/2022) malam. 

Hadir Ketua LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP, wakil ketua Asdar Mattiro SSos, dan wakil sekretaris Ilmaddin Husain SPd.

Di sela-sela acara, Pengurus LDII Sulawesi Selatan sempat berbincang dengan Pangdam XIV/Hasanuddin Dr Totok Imam Santoso SIP SSos MTr (Han). Pangdam adalah mantan Dandim Kediri. Ia bahkan menawarkan akan ke LDII. "Saya siap ke LDII", katanya.

Senin, 05 September 2022

PAC LDII Desa Sumberagung Meriahkan Hari Kemerdekaan RI Dengan Funbike


LDII KEDIRI (05/9). PAC LDII Desa Sumberagung gelar Funbike dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, pada Senin, 4 September 2022.

Funbike yang diikuti oleh 300 peserta di mulai dari halaman Masjid Nasrullah Desa Sumberagung, mengelilingi desa dan finish kembali di halaman masjid.

“Sepeda santai untuk warga Desa Sumberagung ini dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-77 RI, start dan finishnya di halaman Masjid Nasrullah,” kata Basori, Sekretaris PC LDII Kecamatan Badas.

Lebih lanjut, Basori menjelaskan bahwa rute sepeda santai dari Dusun Sumberagung, Dusun Pandan, Desa Canggu, Dusun Blaru dan kembali ke halaman Masjid Nasrullah Dusun Sumberagung.

“Di tengah perjalanan tepatnya di Dusun Blaru panitia membagikan kupon dan nanti akan diundi untuk mendapatkan hadiah menarik,” ujar Basori.

Menurut Arya, peserta Funbike, merasa senang walau kegiatan tersebut diselenggarakan setelah Agustus namun masyarakat tampak semangat dan antusias mengikutinya.

 “Alhamdulillah untuk kesekian kalinya LDII Sumberagung menggelar acara dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia, harapannya tahun depan dapat menjadi agenda rutin, karena selain sehat juga menyenangkan sebab di finish peserta mendapatkan roti dan undian menarik dari panitia,” ujar Arya, peserta Funbike LDII Sumberagung.

Tampak hadir pada Funbike tersebut, kepala dusun, Babinsan, pengurus LDII dan beberapa anggota Senkom Mitra Polri untuk membantu pengamanan sejak pukul 07.00 wib hingga 11.45 wib. (Lines/Ldiikediri.com)

Minggu, 04 September 2022

Camat Tawangsari Apresiasi Pagelaran Bazar & Festival Anak Sholeh PC LDII Tawangsari


LDII SUKOHARJO - Untuk mewujudkan generasi penerus yang alim-faqih, berakhlakul karimah dan mandiri, Generus Muda-Mudi  Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tawangsari mengadakan kegiatan Festival Anak Sholeh dan Bazar 2022, bertempat di Halaman Masjid Al-Barokah dukuh Boto Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Minggu  (4/9/2022).

Sebelum acara dimulai, lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan dinyanyikan bersama-sama oleh panitia pelaksana beserta para peserta dan tamu undangan.

Ketua panitia pelaksana Aris Dwi Prasetyo saat dikonfirmasi menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta dan alhamdulillah berjalan dengan lancar.

"Kegiatan ini kita mulai pukul 07.45 WIB dan rencana akan selesai sebelum jam 12.00 WIB," kata Aris.

Aris mengatakan adapun lomba - lomba dari Festival Anak Sholeh ada 7 mulai dari lomba adzan, lomba membaca Al Qur'an, lomba menulis khot, pegon, lomba mewarnai, lomba pildacil dan lomba cerdas cermat. Kemudian dari bazar, diundang generasi pemuda LDII untuk bisa mandiri dalam mempraktekan kemandiriannya sesuai jenjangnya untuk belajar berjualan melalui stan  bazar yang disiapkan.

Ketua Pimpinan Cabang LDII Tawangsari H. Suparmin (Pargo) dalam sambutan menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya acara ini.

"Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mewujudkan generasi penerus yang alim-faqih, berakhlakul karimah dan mandiri. Semoga acara ini berjalan dengan aman dan kondusif," ujar Pargo.

Kepala Desa Majasto Rudi Hartono dalam sambutan kedua menyampaikan terima kasih kepada kepada Pimpinan Cabang LDII yang telah menyelenggarakan kegiatan Festival Anak Sholeh dan Bazar Generus Mudestu 2022.

"Dalam kegiatan ini wujud kita dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan fisik, tetapi dengan mental dan karakter  dan inilah salah satu cara kita mengisi kemerdekaan agar penerus bangsa Indonesia ini benar - benar berakhlak mulia di akhir zaman yang sudah luar biasa perkembangan zaman ini", kata Rudi.

Rudi menyampaikan mendukung sepenuhnya kegiatan ini dan harapannya tahun depan bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Desa agar bisa mensupport kegiatan ini.

Masih di tempat yang sama, Camat Tawangsari Bambang Dwi Sumiratno menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

"Luar biasa untuk panjenengan semua, saya apresiasi mulai dari PC, PAC, anak-anak dan para pendamping semuanya," ujar Bambang.

Selanjutnya Acara dibuka dengan pemotongan pita oleh Camat Tawangsari. (bayu)

Sabtu, 03 September 2022

Camat Pedan Hadiri Pengajian Rutin MUI di Majelis Taklim PC LDII Pedan


LDII KLATEN (3/9) - Camat Pedan Marjana, S.IP.,M.H yang juga Dewan Pertimbangan MUI Pedan menghadiri Pengajian Rutin Selapanan (35 hari sekali) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pedan di Majelis Taklim PC LDII Pedan (Masjid Khairul Fatihin, Sonayan, Pedan)

Pengajian rutin ini merupakan Program Kerja Majelis Ulama Indonesia Kecamatan pedan dan Lembaga Keagamaan se-Kecamatan Pedan, seperti NU, LDII, Muhammadiyah, MTA yang rutin dilaksanakan secara bergilir dari masjid ke masjid.

Turut hadir bersama Camat Pedan diantaranya adalah H. Hadi Rosidi, S.Ag Ketua Umum MUI Pedan, Suwarto, S.Pd.SD Ketua PC LDII Kecamatan Pedan, H. Jalal Suyuti, S.Pd Muhammadiyah Pedan, Sardono PC MTA, H. Busro Priyono MWC NU dan serta Pengurus Harian MUI Kecamatan Pedan.

Dalam Sambutan pembukaannya H. Hadi Rosidi, S.Ag Ketua MUI Pedan mengucapkan rasa syukurnya kepada Alloh SWT atas terlaksananya pengajian rutin MUI ini, "terimakasih kepada semua pengurus MUI yang sudah hadir, kedepannya mari kita tingkatkan lagi Amal Sholeh dan Infak kita dijalannya Alloh, karena dengan memperbanyak infak fiisabilillah itulah agamanya Alloh bisa semakin lancar" harap H. Hadi Rosidi

Senada dengan Ketum MUI Pedan, Marjana, S.IP., M.H juga dalam sambutannya menyampaikan Apresiasi dan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada PC LDII Pedan selaku tuan rumah telah menyiapkan tempat & akomodasi serta bahan pengajian yang telah dibagikan kepada Majelis yang hadir"

Dewan Pertimbangan MUI Pedan ini juga menyampaikan "Saya harapkan pengajian rutin MUI Pedan ini bisa semakin meningkatkan persatuan dan kesatuan kita terutama sebagai Umat Muslim, sesuai dengan bahasan atau tema pengajian hari ini yaitu "Ukhwah Islamiyah" Harap Marjana

Begitupun juga dengan Suwarto, S.Pd.SD Ketua PC LDII Kecamatan Pedan dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa "pengajian rutin MUI Pedan ini sangat penting dilaksanakan untuk merajut dan memperkuat persatuan dan kesatuan anak bangsa, terutama bagi kita pengurus MUI Kecamatan Pedan"

"Untuk itu pada kesempatan ini saya selaku orang yang diberi amanah untuk mengisi pengajian saat ini memberikan 6 resep untuk menjaga persatuan & kesatuan, untuk menjaga Ukhwah Islamiyah kita harus menerapkan yang namanya 6 KARAKTER LUHUR, yakni RUKUN, KOMPAK, JUJUR, KERJASAMA YANG BAIK, AMANAH serta EFEKTIF dan EFESIEN" jelas Suwarto

"Kalau kita semuanya bisa menerapkan ke Enam unsur ini maka Insya Alloh Ukhwah Islamiyah yang kita damba-dambakan selama ini akan senantiasa kita dapatkan dan rasakan bersama-sama" Tutup Suwarto (Rizal/Lines)