TERBARU

Kamis, 10 November 2016

Kumpulan Berita Arahan Ir Joko Widodo Pada Munas VIII LDII 2016

Jakarta (10/11) – Munas ke-8 LDII semakin bermakna dengan kehadiran orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Berikut kumpulan beritanya :
  1. Tribun Jogja : Hadiri Munas LDII, Presiden Jokowi Tekankan Kerukunan Bernegara
  2. BeritaSatu : Presiden Jokowi Dukung Gerakan Menghormati Guru yang …
  3. GoRiau : Presiden Bahas Perdamaian dalam Pembangunan Bangsa di ….
  4. LINES Indonesia : Di Munas LDII, Presiden Jokowi Dukung Gerakan Menghormati Guru
  5. Tempo : Buka Munas LDII, Jokowi Minta Muslim Beretika di Medsos
  6. Okezone : Hari Ini Jokowi akan Hadiri Munas VIII Lembaga Dakwah Islam …
  7. Liputan6 : Jokowi Terbius Tayangan Gerakan Menghormati Guru di Munas LDII
  8. BeritaSatu : Presiden Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
  9. Okezone : Buka Munas LDII, Jokowi Tekankan Pentingnya Pancasila
  10. BeritaSatu : Medsos Penuh Hujatan, Presiden : Apakah Itu Kepribadian Bangsa …
  11. Bangka Pos : Jokowi Dukung Gerakan Menghormati Guru dan Titipkan Cara Etika di …
  12. LDII Provinsi Lampung : Presiden Jokowi : Gerakan Menghormati Guru Menjadi Cara …
  13. Okezone : Kata Jokowi tentang Mereka yang Saling Menghujat di Medsos 
  14. Liputan6 : Jokowi: Saling Hujat di Medsos, Apa Itu Kepribadian Bangsa Kita?
  15. Merdeka : Jokowi sebut energi, pangan dan air jadi tantangan masa depan
  16. Metro TV News : Jokowi Sebut Indonesia Perlu Siapkan SDM terkait Medsos
  17. Suara.com : Jokowi Ingatkan Etika di Media Sosial
  18. Inilah.com : Jokowi: Menjadi Indonesia Harus Berjiwa Pancasila 
  19. Okezone : Jokowi Usulkan Hormati Guru Jadi Gerakan Nasional

Karangan Bunga selamat Munas VIII LDII 2016












LDII Peringati Hari Pahlawan Pada Saat MUNAS VIII LDII 2016

https://youtu.be/kR0RiGE0edk

Selasa, 08 November 2016

Bappenas: Enam Target SDGs "No One Left Behind"






ketua bappenas munas ldiiTujuan Pembangunan Berkelanjutan atau disebut juga Sustainable Development Goals, memiliki enam target yang prinsip pelaksanaannya no one left behind.Artinya, pelaksanaan pembangunan tersebut harus memberi manfaat untuk semua serta melibatkan semua kepentingan. Sesuai arahan presiden dalam sidang kabinet 23 Desember 2015, yakni pengoptimalan koordinasi Bappenas dalam pembangunan, keterlibatan semua pihak yang bersinergi sesuai peran, serta kelembagaan strategis maupun operasional.

Enam target dari tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipaparkan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Munas LDII ke 8 di Balai Kartini, Jakarta(08/11) yaitu bersifat komprehensif dengan melibatkan lebih banyak negara dengan tujuan universal, memperluas sumber dana baik dari negara maju juga dari swasta, kemudian penekanan hak asasi manusia agar tak terjadi kesenjangan sosial, inklusivitas, para pelaku kepentingan pembangunan berkelanjutan, serta target penyelesaian seluruh indikator.


"Pembangunan ini memiliki 17 tujuan, 169 target, dan 240 indikator yang rencananya akan dipenuhi hingga 2030," ujar Bambang. Para pelaku salah satunya organisasi masyarakat diharapkan ikut berkontribusi dalam pembangunan. "Ormas melakukan pemetaan, advokasi, dan sosialisasi, serta peningkatan kapasitas ormas," kata Bambang.
Dari segi ekonomi, pembangunan didukung dengan ekonomi syariah dan keuangan syariah yang mana ini adalah bentuk inovasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum dan muslim khususnya. Bambang menuturkan, ekonomi syariah ini tergolong relatif baru di Indonesia, belum banyak yang menerapkan bahkan untuk lembaga jasa keuangan pun. Umumnya penerapan hanya dilakukan oleh bank konvensional di Indonesia yang memiliki anak perusahaan berbentuk bank syariah.
Padahal ekonomi Islam mengandung nilai syariah yang terkandung dalam transaksi sesuai syariah Islam. Terkait hal itu, Bambang menilai, LDII sebagai ormas yang fleksibel, agar dapat membangun kerjasama dalam memahami pembangunan berkelanjutan. Sehingga, ekonomi syariah rumah tangga dapat mendukung tercapainya kemaslahatan umat.(Lines)

Presiden Jokowi:Gerakan Menghormati guru Menjadi Cara Mengembalikan Karakter bangsa


Ir.H Joko Widodo Bersama Peserta Munas VIII LDII 
Jakarta (9/11) – Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan dalam paparannya di depan 1500 peserta Munas ke-8 LDII bahwa gerakan menghormati guru adalah bentuk kita kembali pada karakter bangsa.
“Saya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Pak Abdullah Syam mengenai gerakan menghormati guru. Ini bentuk kita kembali pada karakter kita, karakter bangsa. Saya nanti akan bisikkan pada Mendikbud bahwa ini akan menjadi gerakan nasional kita,” ujar Jokowi di Lokasi Munas Gedung Balai Kartini.

Sedangkan Ketua Umum DPP LDII Prof. KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU dalam sambutannya di depan Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan LDII saat ini ibarat sebuah pohon besar.
“Pohon besar dapat memberikan kesejukan dan buah yang manis. Agar besar maka dibutuhkan akar yang merupakan representasi dari profesional religius. Dibutuhkan akar yang mampu mensuplai kebutuhan pohon dengan nutrisi yang baik,” ujar Abdullah Syam.
Abdullah Syam melanjutkan batang pohon adalah gerakan menghormati guru. “Butuh batang yang kuat dan kokoh. Dari batang akan tumbuh cabang yang kuat pula. Cara tumbuhnya dengan dua cara, yaitu pikub.co.id dan protokol media sosial. Kita harapkan dari sini akan muncul buah-buah yang manis dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia,” ucap Abdullah Syam.
Ir.H Joko Widodo
Menanggapi launchingnya pikub.co.id, Jokowi mengungkapkan akan mendukung pikub.co.id jadi platform nasional. “Jangan salah, sekarang adaalibaba. Mereka punya logistik platform yang merajai di mana-mana. Kenapa kita tidak memiliki yang seperti itu. Kalau ada retail platform miliki kita sendiri malah dijual kemana-mana. Saya sedih kalau yang bagus di caplok oleh asing, saya mau suntik jadi bingung. Maka sebaiknya kita suntik yang tadi, pikub.co.id jadi platform nasional,” ujar Jokowi.
Berbicara pendayagunaan media sosial yang tidak sesuai pada tempatnya. Jokowi menilai ini bukan kepribadian bangsa Indonesia. “Coba kita lihat sekarang, saling menghujat, mengejek, memaki, dan menjelekkan. Apakah itu kepribadian bangsa kita? Budi pekerti yang ditanamkan?. Ini adalah infiltrasi media sosial yang tidak kita sadari dan kita saring. Kalau kita bersama-sama melakukan itu saya yakin yang jelek-jelek akan terbawa arus,” ungkap Jokowi.
Usai memberikan sambutan, kunjungan Munas Jokowi di Munas ke-8 LDII ditutup dengan penandatangan Wall of Fame gerakan menghormati guru dan gerakan etika media sosial yang pada hari sebelumnya telah ditandatangani pula oleh Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin. (RPM/LINES/ldii.or.id)

Kamis, 03 November 2016

Menteri Agama: Tanpa Kertas, Munas LDII Jadi Contoh


IMG_0467-min
Jakarta (3/11)Mendekati Musyawarah Nasional (Munas) VIII LDII, jajaran pengurus DPP LDII bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan ini sekaligus mengundang secara resmi Menteri Agama, yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk membuka Munas LDII. Hal ini dikarenakan Presiden baru dapat hadir ke Munas LDII pada hari kedua.
Dalam pertemuan itu, Ketua DPP LDII Abdullah Syam memberikan paparan mengenai Munas, tiga tema utama yang diangkat yaitu mengenai : ekonomi syariah, penguatan kualitas SDM dan pemanfaatan teknologi informasi serta pengukuhan gerakan menghormati guru, yang dilakukan warga LDII secara nasional.
“Ini untuk pertama kalinya kami melaksanakan Munas tanpa menggunakan kertas. Untuk mendukung kampanye pemerintah dalam pelestarian hutan. Selain itu, ini juga sejalan dengan tema munas yakni pemanfaatan teknologi informasi,” ujar Abdullah Syam.
Munas yang paperless ini, menurutnya, juga dapat menghemat biaya yang cukup signifikan bagi panitia. Alhasil, mulai dari pendaftaran hingga penyebarluasan materi pembicara menggunakan aplikasi khusus serta memanfaatkan fasilitas surat elektronik.
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi dan sangat tertarik dengan rencana DPP LDII yang menggelar Munas dengan metodepaperless. “Saya kira hal ini sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi ormasi lain, kan dapat menekan biaya juga to?” ujar Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, saat menerima kunjungan pengurus DPP LDII di ruang kerjanya di Kantor Kementerian Agama RI di Jalan Lapangan Benteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (3/11).
silaturohim LDII dengan Mentri Agama H.Lukman Syaifudin
Silaturohim DPP LDII dengan Mentri Agama H.Lukman Hakim Syaifudin
Dalam pertemuan itu, Abdullah Syam menjelaskan persiapan Munas diantaranya Gerakan Menghormati Guru, yang bagi LDII sangar ‘urgent’ untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan selain kurikulum pendidikan yang harus terus diperbaiki, penghormatan dan penghargaan terhadap guru di Indonesia yang kian memudar. “Guru bukan lagi sosok yang dihormati, hal ini mengganggu pendidikan Indonesia. Tanpa penghormatan terhadap guru, anak didik tidak lagi memiliki role model, yang mengakibatkan merosotnya generasi masa depan bangsa,” ujar Abdullah Syam.
Event munas LDII kali ini juga menjadi ajang untuk meluncurkan startup berupae-commerce pertama yang menggunakan sistem syariah, dengan alamat pikub.or.id. Integrasi aplikasi berbasis digital dengan merapkan konsep syariah ini diharapkan dapat mempermudah penjual maupun pembeli dalam proses jual beli. Mengingat aktivitas berdagang tidak hanya sekadar perintah Allah SWT dan Rasulnya, namun juga jauh dari hal ribawi dan saling mengubtungkan baik untuk menjual maupun pembeli.
Setelah diskusi mengenai arah Munas kedepan, akhirnya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudiin memastikan akan hadir dan membuka Munas VIII LDII.
Sementara itu, usai menemui Menteri Agama, Ketua DPP LDII Abdullah Syam menyatakan DPP LDII tidak melarang warganya untuk ikut turun ke jalan, asal tidak membawa atrbut organisasi. Menurut DPP LDII, penghinaan terhadap ayat atau kitab suci Alquran, merupakan pelanggaran hukum agama dan hukum positif yang berlaku di Indonesia.
Dengan demikian, aksi demontrasi merupakan wujud penolakan terhadap penghinaan agama. Namun Abdullah Syam mengingatkan, Indonesia adalah negara hukum dan demokrasi. Ia berharap demontrasi nanti berjalan dengan tertib sebagai wujud unjuk rasa, dan jauh dari kekerasan yang justru menimbulkan sikap antipasti terhadap umat Islam yang ingin membela akidah.
DPP LDII, menurut Abdullah Syam, mendukung proses hukum yang berlaku dan tidak lagi ada pihak-pihak yang mempolitisasi atau menggunakan agama dalam ranah pemilihan kepala daerah.(iqbl)